Minggu, 17 Juli 2022

Gangguan Sistem Pencernaan

 

1. Obesitas

Obesitas adalah suatu kondisi tubuh yang memiliki kandungan lemak berlebih, sehingga dapat menimbulkan efek negatif pada kesehatan. Obesitas dapat meningkatkan risiko terkena beberapa jenis penyakit, seperti penyakit jantung, diabetes, dan osteoartritis. Obesitas umumnya disebabkan karena konsumsi makanan yang berlebih dan kurangnya aktivitas tubuh. Namun demikian, obesitas juga dapat disebabkan oleh keturunan melalui pewarisan gen atau  akibat konsumsi obat tertentu. Pada beberapa orang, ada yang sedikit mengonsumsi makanan namun mengalami kelebihan berat badan. Hal ini dapat disebabkan laju metabolisme tubuh yang lambat.

Lawan Obesitas


Upaya utama untuk mencegah atau menangani obesitas adalah dengan berolahraga dan mengatur pola makan. Pengaturan pola makan dapat dilakukan dengan mengurangi konsumsi makanan yang banyak mengandung energi, seperti makanan yang tinggi gula dan lemak, dan banyak mengonsumsi makanan yang mengandung serat tinggi.

Tahukah Kamu?

Untuk mengetahui apakah tubuhmu mengalami obsesitas atau tidak, dapat dilakukan dengan menghitung Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan rumus sebagai berikut.

Rumus IMT

Bandingkanlah hasil perhitungan IMT dengan kriteria pada Tabel 4.13!

Tabel Kriteria Indeks Massa Tubuh (IMT)

2. Karies Gigi

Karies gigi atau gigi berlubang, merupakan kerusakan gigi akibat infeksi bakteri yang merusak lapisan gigi sehingga merusak struktur gigi. Perhatikan Gambar 4.20! Bakteri pada mulut mengolah gula sehingga menghasilkan asam.  Asam yang diproduksi selama metabolisme dalam mulut ini dapat merusak gigi. Gigi berlubang dapat menyebabkan nyeri pada gigi jika sampai terlalu dalam kerusakannya karena telah sampai merusak saraf gigi.

Gambar Karies Gigi
Gambar Karies Gigi

Pada umumnya penyakit gigi dan mulut disebabkan oleh kurangnya menjaga kebersihan mulut. Oleh karena itu, upaya pencegahan yang dapat kamu lakukan adalah dengan memerhatikan kebersihan gigi. Menyikat gigi minimal 2 kali sehari, membersihkan gigi dengan menggunakan benang gigi, obat kumur atau berkumur dengan larutan garam dan air hangat dapat membantu mengurangi plak pada gigi, serta pemeriksaan gigi secara teratur dapat mengurangi perkembangan bakteri yang menyebabkan terjadinya penyakit pada mulut dan gigi. Selain itu kamu juga harus mengurangi makanan-makanan manis seperti permen, minuman bersoda, atau makanan manis lainnya agar jumlah plak yang menempel pada gigi berkurang. Kamu dapat berkumur dengan air setelah banyak makan makanan manis. Perbanyak minum air putih juga dapat mengurangi plak yang menempel pada gigi.


3. Mag (Gastritis)

Sakit Mag (gastritis), merupakan penyakit yang menyebabkan terjadinya peradangan atau iritasi pada lapisan lambung. Perhatikan Gambar 4.21! Mag dapat diakibatkan meningkatnya asam lambung,   infeksi bakteri Helicobacter pylori, peningkatan asam lambung, stres, makan tidak teratur, dan mengonsumsi makanan yang terlalu pedas atau asam.

Gambar Luka pada Lambung
Gambar Luka pada Lambung

Mag dapat dicegah dengan cara makan teratur, makan secukupnya, cuci tangan sebelum makan, menghindari makanan yang memicu produksi asam lambung yang berlebihan seperti makanan asam, makanan pedas, dan kopi. Selain itu menghindari stres yang berlebihan juga dapat membantu mencegah sakit mag.  Apabila mag disebabkan adanya infeksi bakteri Helicobacter pylori, dapat diobati dengan mengonsumsi obat antibiotik seperti amoksilin dan tetrasiklin. Namun, tentu harus dengan resep dari dokter.


4. Hepatitis

Hepatitis merupakan penyakit peradangan pada hati. Orang yang menderita hepatitis ringan memiliki gejala seperti orang yang terkena flu, yaitu sakit otot   dan     persendian,   demam, diare, dan sakit kepala. Penderita hepatitis akut dapat mengalami jaundice (menguningnya kulit dan mata), membesarnya hati, dan membesarnya limfa . Hepatitis apabila tidak segera ditangani dapat memicu fibrosis (kerusakan  pada   hati) dan sirosis (gagal hati kronis). Sirosis dapat meningkatkan risiko berkembangnya kanker hati.

Gambar (a) Orang yang Mengalami Jaundice, (b) Kondisi Hati Penderita Hepatitis, Sirosis, dan Kanker Hati

Virus hepatitis B merupakan penyebab utama penyakit hepatitis. Selain virus hepatitis B, penyakit hepatitis juga dapat disebabkan oleh  bakteri, jamur, Protozoa, racun seperti alkohol, dan penggunaan obat secara terus menerus, seperti parasetamol.


5. Diare

Diare adalah penyakit pada saluran usus besar yang disebabkan oleh infeksi bakteri dan Protozoa, seperti Entamoeba coli. Ketika terjadi infeksi, dinding usus besar teriritasi, gerakan peristaltik meningkat, serta air tidak dapat diserap. Penderita diare dapat mengalami dehidrasi karena air dalam usus terus menerus dikeluarkan, selain itu penderita diare juga akan mengalami mulas di perut karena kontraksi otot pada usus besar terjadi terus menerus.

Upaya mencegah diare adalah dengan menjaga kebersihan makanan yang kamu makan, karena makanan yang kurang higienis biasanya mengandung bakteri yang dapat menyebabkan diare, cucilah tangan sebelum makan, minum air yang dimasak atau air kemasan yang higienis, dan jagalah kebersihan diri dan lingkungan. Apabila terkena diare, penanganan yang dilakukan adalah dengan meminum oralit (larutan gula garam) untuk mengganti cairan yang bayak keluar saat diare, atau dapat juga minum obat diare. Obat diare biasanya memiliki fungsi utama membantu proses pemadatan feses, bukan menghentikan diare. Apabila sakit diare belum teratasi segeralah memeriksakan diri ke dokter.


6. Konstipasi

Konstipasi merupakan kondisi feses keras atau kering sehingga sulit dikeluarkan. Penyebab konstipasi adalah kurangnya asupan makanan berserat dan kurang minum. Ketika feses tidak dikeluarkan secara teratur, air yang terkandung di dalamnya akan terserap sehingga menyebabkan feses keras atau kering sehingga sulit dikeluarkan. Upaya mencegah konstipasi di antaranya adalah tidak sering menahan buang air besar, makan makanan yang berserat seperti sayur dan buah-buahan, hindari mengonsumsi makanan yang tinggi lemak dan gula (seperti makanan manis, keju, makanan olahan) karena makanan tersebut dapat menimbulkan konstipasi, minum cukup banyak air. Banyak minum dan makan makanan berserat akan membantu pergerakan feses dan membantu feses lebih lunak sehingga dapat menghindari konstipasi. Selain itu peningkatan aktivitas fisik juga membantu mengatasi konstipasi.


7. Gejala Kekurangan Vitamin

Kekurangan vitamin pada tubuh disebut dengan avitaminosis. Pada Tabel 4.14 berikut akan dipaparkan beberapa gejala kekurangan vitamin pada tubuh.

Tabel Gejala Kekurangan Vitamin


8. Gejala Kekurangan Mineral

Kekurangan mineral juga dapat menyebabkan gangguan pada tubuh. Perhatikan Tabel 4.15 untuk mengetahui beberapa gejala akibat kurangnya asupan mineral.

Tabel Gejala Kekurangan Mineral pada Tubuh

Setelah mempelajari berbagai jenis nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh serta bagaimana sistem pencernaan makanan pada tubuhmu, sekarang kamu telah mengetahui bagaimana pentingnya sistem pencernaan tubuh dalam mengolah makanan sehingga dapat dimanfaatkan oleh tubuh. Oleh karena itu, sekarang kamu harus mulai memerhatikan kesehatan sistem pencernaanmu dan asupan nutrisi yang baik untuk tubuh. Pola makan yang seimbang dengan aktivitas harianmu serta pola makan yang teratur merupakan salah satu upaya menjaga kesehatan sistem pencernaanmu. Tentunya masih banyak lagi upaya menjaga kesehatan yang dapat kamu lakukan. Coba tuliskan beberapa upaya lain untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan.

Ayo, Kita Cari Tahu

Masih banyak gangguan atau penyakit yang terjadi pada sistem pencernaan. Bersama kelompokmu carilah informasi mengenai gangguan atau penyakit beserta penyebab dan cara menanggulanginya. Kamu dapat membaca artikel-artikel kesehatan baik dari majalah, koran, atau internet.

Tuliskan satu hasil pencarianmu pada selembar kertas, kemudian kumpulkan dengan pekerjaan teman-teman sekelasmu. Kamu dapat menyusun tips-tips menjaga kesehatan sistem pencernaan dan bagaimana pola makan yang sehat menjadi satu, kemudian menempelkan pada majalah dinding di kelasmu.


Artikel-artikel kesehatan dari majalah, koran, atau internet

1. Periodontitis

Periodontitis merupakan peradangan pada jaringan periodontal yang menyelimuti gigi dan akar gigi sehingga menyebabkan kegoyahan gigi bahkan sampai kehilangan gigi. Periodontitis ini disebabkan oleh plak, yaitu lapisan tipis yang mengandung bakteri, produk bakteri, dan sisa makanan yang menempel pada permukaan gigi. Ketika terdapat plak pada gigi, bakteri dan produknya dapat menyebar ke bawah gusi sehingga menyebabkan peradangan.

Gejala periodontitis yaitu gusi bengkak dan berwarna merah atau keunguan, jika disentuh terasa lunak, mulut terasa tidak enak dan napas menjadi berbau, gusi menyusut sehingga ukuran gigi terlihat lebih tinggi dari biasanya, keluarnya nanah dari gusi, jarak antar satu gigi dan gigi lainnya terasa renggang, dan gigi tanggal.

Periodontitis yang belum parah dapat diobati dengan antibiotik oral dan dilakukan pembersihan karang gigi. Apabila periodontitis sudah parah dan menyebabkan tulang-tulang di sekitar akar gigi rusak, maka perlu untuk dilakukan operasi. Pencegahan periodontitis dilakukan dengan cara menjaga kebersihan gigi agar terbebas dari infeksi bakteri. Oleh karena itu, setiap selesai makan atau paling tidak sehari dua kali yaitu waktu pagi hari dan malam hari jangan lupa untuk menggosok gigi.


2. Heartburn

Heartburn atau GERD (Gastroesophageal Reflux Disease), merupakan penyakit pada saluran pencernaan yang cukup kronis. GERD terjadi ketika asam lambung atau terkadang isi lambung naik kembali ke esofagus (reflux) sehingga seseorang akan mengalami mual bahkan muntah. Akibat naiknya asam lambung maka akan mengiritasi dan membakar esofagus sehingga menimbulkan rasa panas pada dada (heartburn) sampai bagian dalam leher bahkan kerongkongan.

Heartburn dapat terjadi ketika seseorang makan terlalu banyak sampai sangat kenyang, seseorang yang sedang hamil karena perkembangan janin akan menekan organ-organ pencernaannya, atau orang yang mengalami obesitas karena adanya tekanan pada dinding perut juga dapat memicu terjadinya heartburn.

Upaya pencegahan heartburn ini adalah dengan mengatur pola makan dan berolahraga ringan secara teratur.Pada saat makan usahakan agar tidak makan terlalu banyak, makan sedikit dalam waktu beberapa kali dapat mengurangi risiko heartburn. Kemudian kurangi mengonsumsi makanan yang mengandung asam, berkafein, dan yang mengandung alkohol. Hindari makanan yang mengandung lemak tinggi karena akan meningkatkan reflux asam. Sebaiknya, pilihlah makanan yang mengandung karbohidarat kompleks (seperti beras merah, pasta, roti yang mengandung banyak biji-bijian) karena makanan yang memiliki karbohidrat kompleks akan membantu mengendalikan reflux asam. Selain itu olahraga ringan seperti bersepeda, berjalan kaki, berlari kecil setiap hari juga dapat membantu mengontrol berat badan sehingga tidak terjadi obesitas.


3. Intoleransi laktosa

Intoleransi laktosa merupakan kelainan pada usus halus yang tidak dapat memproduksi enzim laktase, sehingga penderitanya tidak dapat mencerna laktosa. Laktosa merupakan jenis gula yang ditemukan pada susu. Penderita kelainan ini tidak dapat mencerna produk-produk berbahan susu yang mengandung laktosa seperti keju, yoghurt, mentega. Apabila penderita mengonsumsi makanan yang mengandung laktosa maka akan menyebabkan diare. Diare terjadi karena laktosa yang tidak tercerna menyebabkan penyimpanan cairan pada usus halus. Selain itu juga akan menimbulkan  gas, kembung, dan nyeri perut karena bakteri memecah laktosa secara anaerob.

Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menghindari makanan yang mengandung laktosa, atau dapat juga mengganti susu hewani dengan susu nabati seperti susu kedelai atau susu almond, dapat juga mengonsumsi makanan yang banyak mengandung vitamin D dan tinggi kalsium selain susu agar kebutuhan kalsium tubuh tetap terpenuhi.


4. Gingivitis

Gingivitis atau lebih dikenal dengan pembengkakan gusi, merupakan penyakit yang terjadi akibat infeksi bakteri. Hal ini dapat terjadi karena kurangnya kebersihan mulut.


5. Sirosis Hati

Sirosis hati merupakan penyakit hati kronis akibat rusaknya jaringan-jaringan pada hati, sehingga dalam jangka panjang hati tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Jaringan yang rusak akan menghambat aliran darah yang melewati hati, sehingga terjadi pembengkakan. Sirosis hati juga akan menghambat fungsi hati dalam proses nutrisi, penghasil hormon dan penawar racun serta produksi protein dan unsur lain dalam hati.

Sirosis hati disebabkan oleh virus hepatitis B, virus hepatitis C, dan mengonsumsi minuman beralkohol. Jaringan hati yang rusak tidak dapat kembali pulih, oleh karena itu pengobatan penyakit sirosis ini hanya dapat dilakukan untuk memperlambat kerusakan jaringan hati dan menangani gejala komplikasi yang muncul akibat sirosis hati seperti mengonsumsi obat antivirus hepatitis C yang akan membantu mencegah sirosis bertambah parah.


6. Disentri

Disentri adalah penyakit radang usus dengan gejala buang air besar dengan tinja berdarah, demam, sakit bagian perut, buang air besar dengan tinja bercampur lendir, dan nyeri saat buang air besar. Ada dua tipe disentri, yaitu disentri baksiler dan disentri amebik. Disentri baksiler disebabkan oleh bakteri dari jenis Shigella, sedangkan disentri amebik disebabkan oleh protozoa jenis Amoeba misalnya Entamoeba histolytica .

  

Referensi:

Buku Guru dan Buku Siswa. Ilmu Pengetahuan Alam. SMP/MTs Kelas VIII Semester 1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Edisi Revisi Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2017

Lawan Obesitas dari freeddieconway.org

Baca juga:

Sistem Pencernaan Manusia

01

 Sistem Pencernaan Manusia

02

 Nutrisi

03

 Mengidentifikasi Bahan Makanan pada Produk Kemasan

04

 Kebutuhan Energi

05

 Kalorimeter

06

 Jenis Nutrisi

07

 Mengidentifikasi Bahan Makanan yang Mengandung Lemak

08

Menguji Kandungan Lemak pada Camilan

09

 Uji Bahan Makanan

10

 Uji Kandungan Vitamin C pada Buah

11

 Diet Cokelat

12

 Organ Pencernaan Utama Manusia

13

 Model Penyerapan di Usus Halus

14

 Tekanan dalam Saluran Pencernaan

15

 Organ Pencernaan Tambahan pada Manusia

16

 Percobaan Pencernaan Kimiawi di Rongga Mulut

17

 Organ Pencernaan Enzim yang dihasilkan dan Fungsinya

18

 Gangguan Sistem Pencernaan

19

 Penyakit Mag


Tidak ada komentar: