![]() |
Sistem Pernafasan Manusia |
A. Pengantar
Setiap
saat manusia menghirup dan mengembuskan udara. Tahukah kamu apa fungsi udara
bagi manusia? Apakah semua jenis gas yang terdapat di udara diperlukan oleh
manusia? Bagaimanakah mekanisme pertukaran udara di dalam tubuh manusia? Untuk
mengetahui jawabannya, ayo kita pelajari bab ini dengan bersemangat!
Sebagai
generasi penerus bangsa Indonesia, kita wajib bersyukur kepada Tuhan Yang Maha
Esa atas karunia kesuburan tanah dan adanya musim hujan, sehingga banyak tumbuh-tumbuhan yang dapat
hidup untuk menyediakan oksigen (O2) bagi kita dan menyerap karbon
dioksida (CO2). Gas oksigen
(O2) dan gas karbon dioksida (CO2) merupakan gas-gas
utama yang terlibat dalam proses pernapasan.
Pada
umumnya, manusia dapat bernapas sekitar 17 ribu kali dalam sehari. Selama
bernapas, udara terus keluar dan masuk melalui organ-organ pernapasan. Apa
sajakah organ pernapasan yang kamu ketahui? Hidung dan paru-paru merupakan
contoh dari organ pernapasan. Tahukah kamu organ apa sajakah yang menghubungkan
hidung dengan paru-paru? Proses apa sajakah yang terjadi di antara hidung dan
paru-paru? Pernahkah kamu mengamati bahwa di dalam hidungmu terdapat
rambut-rambut halus? Tahukah kamu apa fungsi dari rambut halus yang ada di
hidung?
Tuhan
yang Maha Kuasa menciptakan segala sesuatu di bumi ini dengan tugas dan
fungsinya masing-masing. Manusia memiliki organ pernapasan yang dilengkapi
dengan berbagai komponen yang dapat membantu manusia untuk dapat memasukkan
udara yang bersih dan suhu yang sesuai dengan keadaan di dalam paru-paru.
B. Ringkasan Sistem Pernafasan Manusia sebagai berikut:
1.
Respirasi adalah proses pertukaran gas yang terjadi di dalam tubuh. Ada tiga
proses dasar dalam respirasi, yaitu bernapas, respirasi eksternal, dan respirasi
internal.
2.
Sistem pernapasan manusia tersusun atas hidung, faring (tenggorokan), laring (ruang suara), trakea (batang
tenggorokan), bronkus, bronkiolus, dan paru-paru.
3.
Organ penyusun sistem pernapasan tersebut dapat dikelompokkan berdasarkan
struktur maupun fungsinya.
4.
Secara struktural, sistem pernapasan tersusun atas dua bagian utama.
a)
Sistem pernapasan bagian atas, meliputi hidung dan faring.
b)
Sistem pernapasan bagian bawah, meliputi laring, trakea, bronkus, dan
paru-paru.
5. Secara
fungsional, sistem pernapasan tersusun atas dua bagian utama.
a)
Zona penghubung, tersusun atas serangkaian rongga dan saluran yang saling
terhubung baik di luar maupun di dalam paru-paru. Bagian penghubung, meliputi
hidung, faring, laring, trakea, bronkus, dan bronkiolus. Fungsi dari bagian
penghubung yaitu menyaring, menghangatkan, dan melembapkan udara serta
menyalurkan udara menuju paru-paru.
b)
Zona respirasi, tersusun atas jaringan dalam paru-paru yang berperan dalam
pertukaran gas yaitu alveolus.
6.
Hidung merupakan organ pernapasan yang langsung berhubungan dengan udara luar.
Hidung dilengkapi dengan rambut-rambut hidung, selaput lendir, konka, dan
reseptor olfaktori. Rambut-rambut hidung berfungsi untuk menyaring partikel
debu atau kotoran yang masuk bersama udara. Selaput lendir sebagai perangkap
benda asing yang masuk terhirup saat bernapas, misalnya debu, virus, dan
bakteri. Konka mempunyai banyak kapiler darah yang berfungsi menyamakan suhu
udara yang terhirup dari luar dengan suhu tubuh atau menghangatkan udara yang
masuk ke paru-paru.
7.
Faring merupakan organ pernapasan yang terletak di belakang (posterior) rongga
hidung hingga rongga mulut dan di atas laring (superior).
8.
Faring berfungsi sebagai jalur masuk udara dan makanan, ruang resonansi suara,
serta tempat tonsil yang berpartisipasi pada reaksi kekebalan tubuh dalam
melawan benda asing.
9.
Laring atau ruang suara merupakan organ pernapasan yang menghubungkan faring
dengan trakea. Di dalam laring terdapat epiglotis dan pita suara.
10.
Trakea merupakan saluran yang menghubungkan laring dengan bronkus. Dinding
trakea tersusun dari cincin-cincin tulang rawan dan selaput lendir yang terdiri
atas jaringan epitelium bersilia. Fungsi silia pada dinding trakea untuk
menyaring benda-benda asing
yang masuk ke dalam saluran pernapasan.
11.
Bronkus menghubungkan trakea dengan bronkiolus. Bronkiolus merupakan
cabang-cabang kecil dari bronkus yang memiliki ukuran 0,5 - 1 mm.
12.
Paru-paru dibungkus oleh selaput rangkap dua yang disebut pleura. Pleura
berfungsi melindungi paru-paru dari gesekan saat mengembang dan mengempis. Di
dalam paru-paru terdapat jaringan yang berperan dalam pertukaran gas oksigen
dan gas karbon dioksida yaitu alveolus. Dinding alveolus tersusun dari satu
lapis sel epitel pipih.
13.
Mekanisme pernapasan dapat dibedakan menjadi pernapasan dada dan pernapasan
perut. Pada pernapasan dada melibatkan kontraksi dan relaksasi otot-otot
antartulang rusuk bagian luar (otot
eksternal interkostalis). Pada pernapasan perut melibatkan kontraksi dan
relaksasi otot diafragma.
14.
Frekuensi pernapasan dipengaruhi oleh jenis kelamin, posisi tubuh, kegiatan
tubuh, umur, dan suhu tubuh.
15.
Volume udara yang digunakan dalam proses pernapasan dikelompokkan menjadi
beberapa macam, yaitu volume tidal (500 mL),
volume cadangan ekspirasi (1.500 mL), volume cadangan inspirasi (1.500
mL), volume residu (1.000 mL).
16.
Ada banyak gangguan, kelainan, atau penyakit pada sistem pernapasan, antara
lain asma, pneumonia, tuberculosis (TBC), faringitis, tonsilitis, influenza atau flu, dan kanker paru-paru.
Referensi
Ilmu Pengetahuan Alam, untuk SMP/MTs Kelas VIII Semester 2, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2017.
Baca juga:
Sistem Respirasi Manusia |
|
01 |
|
02 |
|
03 |
|
04 |
|
05 |
|
06 |
|
07 |
|
08 |
|
09 |
|
10 |
|
11 |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar