![]() |
Gambar Paru-paru |
A. Lebih baik menghirup udara melalui hidung atau melalui mulut?
Setelah
mengetahui fungsi dari hidung, menurutmu lebih baik menghirup udara melewati
hidung ataukah melewati mulut? Jelaskan alasanmu!
Lebih
baik menghirup udara melalui hidung daripada melalui mulut karena di hidung
terdapat rambut-rambut hidung yang dapat menyaring kotoran
yang masuk bersama udara, selaput lendir yang berguna sebagai perangkap
terhadap benda asing (seperti debu, virus, dan bakteri), dan terdapat konka
yang dapat menyamakan suhu udara luar yang terhirup dengan suhu tubuh.
B. Gas apa yang tidak baik
untuk kesehatan?
Udara tersusun atas banyak sekali jenis gas. Gas
yang terdapat di udara dapat berupa gas NO2, CO2, CO, O2,
dan SO2. Tidak semua gas-gas tersebut baik untuk kesehatan manusia,
misalnya gas karbon monoksida (CO). Gas
CO dihasilkan dari proses pembakaran tidak sempurna dan terdapat pada asap
kendaraan bermotor. Apabila gas CO terhirup dalam jumlah besar dapat
menyebabkan kematian. Oleh karena itu, janganlah kamu menyalakan kendaraan
bermotor di dalam rumah, agar gas karbon monoksida tidak banyak terhirup olehmu
dan keluargamu.
C. Posisi tidur menghadap
kearah mana yang terbaik untuk kesehatan?
Tahukah
kamu bahwa tidur dengan posisi menghadap ke kanan, merupakan posisi tidur yang
terbaik untuk kesehatan tubuh, termasuk untuk kesehatan paru-paru. Coba kamu
cari tahu mengapa hal tersebut dapat terjadi!
Tidur
dengan posisi miring ke kanan memiliki beberapa manfaat terhadap kesehatan, di
antaranya memudahkan sekresi lendir pada bronkus sebelah kiri, dapat mengurangi
beban jantung dalam menahan paru-paru karena jumlah lobus paru-paru kiri lebih
sedikit daripada paruparu kanan, menjaga kondisi hati tetap stabil dan tidak
menggantung, serta menjaga lambung berada dalam kondisi yang nyaman sehingga
mempercepat proses pengosongan lambung dan merangsang buang air besar.
D. Adakah hubungan antara
tingkat stress dengan penyakit influenza?
Berdasarkan
hasil penelitian terbaru menunjukkan bahwa ada hubungan antara tingkat stress dengan
penyakit influenza. Semakin tinggi
tingkat stres seseorang, semakin sering dan lama pula seseorang mengalami influenza.
E. Apakah bahaya asap
rokok?
Perokok
pasif lebih berbahaya tiga kali lipat dibandingkan mengisap rokok sendiri
(perokok aktif) karena racun rokok terbesar dihasilkan oleh asap yang mengepul
dari ujung rokok yang sedang tak dihisap. Asap tersebut merupakan hasil dari
pembakaran tembakau yang tidak sempurna. Konsentrasi zat berbahaya di dalam tubuh
perokok pasif lebih besar, karena racun yang ia isap lewat hidungnya tidak
tersaring, sedangkan racun rokok dalam tubuh perokok aktif tersaring melalui
ujung rokok yang diisap.
F. Apakah Pengaruh Merokok
terhadap Sistem Respirasi?
Merokok dapat menyebabkan seseorang menjadi
mudah “terengah-engah” selama bahkan ketika melakukan olahraga ringan karena
beberapa faktor menurunkan efisiensi pernapasan pada perokok yakni
(1) nikotin mendesak pangkal bronkiolus,
sehingga menurunkan sirkulasi udara yang keluar dari paru-paru,
(2) karbon monoksida dalam asap, mengikat
hemoglobin sehingga mengurangi kemampuan hemoglobin membawa oksigen,
(3) iritan pada asap dapat menyebabkan
peningkatan sekresi lendir oleh lapisan mukosa batang tenggorok dan
pembengkakan lapisan mukosa, hal tersebut mengganggu sirkulasi udara yang masuk
dan keluar paru-paru,
(4) iritan pada asap juga menghambat
pergerakan silia dan merusak silia pada lapisan sistem respirasi. Dengan
demikian, kelebihan lendir dan zat-zat asing lainnya menjadi tidak mudah
dikeluarkan, apabila ini berlangsung terus menerus maka dapat menyebabkan
kesulitan bernapas.
(5) seiring dengan waktu, merokok dapat
menyebabkan kerusakan serat elastik paru-paru
dan merupakan penyebab utama emfisema. Perubahan ini menyebabkan
menyempitnya bronkiolus dan menjebak udara di alveolus pada saat akhir
ekspirasi. Hal tersebut menyebabkan pertukaran udara yang kurang efisien.
G. Adakah Pengaruh
Olahraga terhadap Sistem Respirasi?
Ketika
berolahraga jantung memompa darah ke paru-paru dan ke seluruh tubuh dengan
jumlah yang sama, dengan demikian
terjadi kenaikan aliran darah dari jantung ke paru-paru. Kapasitas difusi
oksigen dari udara alveolus ke dalam
darah meningkat tiga kali lipat selama melakukan olahraga maksimal karena
kapiler paru-paru menyebar maksimal sehingga tersedia area permukaan yang lebih
besar untuk difusi oksigen.
Ketika
otot berkontraksi selama berolahraga, otot menggunakan sejumlah besar oksigen
dan menghasilkan sejumlah besar karbon dioksida. Ketika berolahraga terlalu
keras, konsumsi oksigen dan pertukaran udara paru-paru keduanya meningkat
secara tajam. Pada permulaan olahraga, pertukaran udara pada paru-paru
meningkat secara tiba-tiba, kemudian diikuti oleh peningkatan berikutnya secara
perlahan-lahan. Ketika berolahraga dengan tingkat sedang, peningkatan lebih
terjadi pada kedalaman pertukaran udara paru-paru daripada peningkatan
kecepatan pernapasan. Ketika olahraga lebih kuat, maka frekuensi pernapasan
juga akan meningkat.
Peningkatan pertukaran udara secara tiba-tiba
saat olahraga dimulai, terjadi karena adanya
perubahan neural yang mengirim impuls ke area inspirasi di medula
oblongata. Perubahan yang terjadi meliputi
(1) antisipasi aktivitas, yang merangsang
sistem limbik;
(2) impuls sensorik dari proprioseptors pada
otot, tendon, dan sendi; dan
(3) impuls motorik dari motorik korteks
primer (precentral gyrus).
Peningkatan lebih bertahap dalam Pertukaran
udara selama olahraga ringan disebabkan oleh perubahan fisika dan kimia dalam
aliran darah yang meliputi
(1) sedikit penurunan PO2, karena
peningkatan konsumsi oksigen,
(2) sedikit peningkatan PCO2,
karena peningkatan produksi CO2 yang dihasilkan oleh kontraksi otot,
dan
(3) peningkatan suhu, karena pembebasan panas
yang seiring dengan banyaknya oksigen yang digunakan.
Selama
olahraga ringan, HCO3- buffer H+ dilepaskan
oleh asam laktat dalam reaksi yang melibatkan CO2, yang selanjutnya
meningkatkan PCO2.
Pada
akhir sesi olahraga, penurunan pertukaran udara pada paru-paru secara tiba-tiba
diikuti oleh penurunan yang lebih perlahan sampai tubuh istirahat. Penurunan
tersebut diinisiasi terutama oleh perubahan neural ketika pergerakan tubuh
berhenti atau melambat. Fase penurunan yang lebih bertahap tersebut menunjukkan
tingkat kimia darah dan suhu pada keadaan istirahat yang kembali melambat.
H. Bagaimanakah upaya
menjaga kesehatan sistem pernapasan?
Upaya
yang dapat dilakukan untuk menjaga sistem pernapasan diantaranya ialah dengan
menggunakan masker jika berada di jalan raya atau ketika sedang bersih-bersih,
tidak merokok, meningkatkan kekebalan tubuh agar tidak mudah tertular bakteri
atau virus penyebab penyakit sistem pernapasan dengan makan makanan bergizi,
dan rajin berolahraga.
I. Sudahkah kita bersyukur
memiliki organ pernafasan yang sehat?
Tahukah
kamu makhluk hidup tidak dapat hidup tanpa bernapas? Begitu pun tubuhmu, tidak
dapat melakukan aktivitas tanpa adanya O2, karena semua sel-sel
dalam tubuh memerlukan O2 untuk melakukan fungsinya. Apabila tubuh
kita kekurangan O2 maka semua organ yang ada dalam tubuh kita tidak
dapat berfungsi sebagaimana mestinya, dan berakibat timbulnya berbagai
penyakit.
Coba
pikirkan bagaimana jika organ pernapasanmu ada yang tidak berfungsi? Tentu
tubuhmu akan kesulitan untuk bernapas dan merasa tidak nyaman. Selain itu tentu
kamu harus mengeluarkan banyak uang untuk menyembuhkan organ pernapasan yang
tidak berfungsi tersebut.
Bersyukurlah
kepada Tuhan yang telah menciptakan tubuhmu dengan sempurna dengan adanya organ-organ
pernapasan yang sedemikian rumitnya
melakukan proses pernapasan, sehingga
dapat mencukupi kebutuhan O2 dalam sel dan udara yang bebas kita
hirup serta adanya tumbuh-tumbuhan yang menghasilkan O2. Tuhan telah
menciptakan organ pernapasan kita dengan begitu sempurna dan bermanfaat bagi
tubuh kita. Apakah kamu sudah bersyukur dan berupaya untuk menjaga kesehatan
organ pernapasanmu?
Referensi
Ilmu Pengetahuan Alam, untuk SMP/MTs Kelas VIII Semester 2,
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan, 2017.
Belajar IPA: membuka cakrawala alam sekitar 2 untuk kelas VIII/
SMP/MTs Saeful Karim – Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan
Nasional, 2008.
Baca juga:
Sistem Respirasi Manusia | |
01 | |
02 | |
03 | |
04 | |
05 | |
06 | |
07 | |
08 | |
09 | |
10 | |
11 |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar