Cobalah
untuk menahan napas selama ± 15 detik! Bagaimana rasanya? Tentu kamu akan
merasa sesak dan ingin segera mengambil napas. Hal ini menunjukkan bahwa
manusia tidak dapat hidup tanpa udara (oksigen). Bayangkan bila ada seseorang
yang menderita gangguan pernapasan, pasti orang tersebut akan sangat kesulitan
untuk bernapas. Ada banyak sekali gangguan yang terjadi pada sistem pernapasan.
Tahukah kamu apa saja gangguan yang dapat terjadi pada sistem pernapasan?
“Infeksi
Saluran Pernapasan Atas” atau “Infeksi Saluran Pernapasan Akut” (ISPA) sebagai
gangguan pada sistem pernapasan dalam bahasa Inggris disebut dengan Upper
Respiratory Tract Infection (URI) merupakan penyakit yang diakibatkan adanya
infeksi virus, bakteri, atau jamur pada sistem pernapasan bagian atas yaitu
meliputi infeksi pada hidung, sinus, faring, dan laring. Beberapa jenis ISPA antara
lain influenza, tosilitis, faringitis, laringitis, rhinitis, dan sinusitis.
Virus,
bakteri, atau jamur tersebut juga dapat menginfeksi sistem pernapasan bagian
bawah yaitu meliputi trakea, brokus, dan alveolus atau dalam bahasa Inggris
dikenal dengan istilah Lower Respiratory Tract Infection. Infeksi saluran
pernapasan bagian bawah paling umum terjadi yaitu pneumonia, tuberculosis,
asma, kanker paru-paru, dan bronkitis.
1.Influenza
![]() |
Gambar Virus Influenza |
Influenza merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi Influenza virus. Gejala umum influenza yaitu, demam dengan suhu lebih dari 390C, pilek, bersin-bersin, batuk, sakit kepala, sakit otot, dan rongga hidung terasa gatal. Dengan kondisi hidung tersumbat, penderita influenza akan kesulitan untuk bernapas.
Virus influenza keluar dari tubuh seseorang bersamaan
dengan batuk dan pilek, kemudian disebarkan melalui udara. Selain itu, virus juga
dapat menular ketika seseorang menyentuh permukaan yang terkontaminasi virus,
kemudian orang tersebut menyentuh mulut dan mata. Agar kamu tidak mudah
tertular virus influenza, sebaiknya kamu selalu menggunakan masker ketika berkendaraan
dan rajin mencuci tangan dengan menggunakan sabun sebelum makan.
2. Tonsilitis
![]() |
Gambar Tonsilitis |
Secara normal, tonsil (amandel) akan menyaring virus dan bakteri yang akan masuk ke dalam tubuh bersamaan dengan makanan atau udara. Apabila daya tahan tubuh dalam kondisi lemah, virus dan bakteri akan menginfeksi tonsil sehingga dapat menyebabkan penyakit tonsilitis. Perhatikan Gambar! Gejala tonsilitis yaitu sakit tenggorokan, tonsil mengalami peradangan, batuk, sakit kepala, sakit pada bagian leher atau telinga, dan demam. Virus yang dapat menyebabkan tonsilitis yaitu Adenovirus, Rhinovirus, Influenza, dan Corona virus. Golongan bakteri yang menyebabkan tonsilitis pada umumnya bakteri Streptococcus.
3. Faringitis
Faringitis
adalah infeksi pada faring oleh kuman penyakit, seperti virus, bakteri, maupun
jamur. Virus yang dapat menyebabkan faringitis misalnya, Adenovirus,
Orthomyxovirus, Rhinovirus, dan Coronavirus. Banyak bakteri yang dapat
menginfeksi faring, salah satunya yaitu Streptococcus pyogenes. Perhatikan
Gambar! Selain disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, dan jamur, faringitis
juga dapat disebabkan oleh zat kimia yang dapat mengiritasi jaringan pada
faring.
![]() |
Gambar (a) Faringitis, (b) Salah Satu Bakteri Penyebab Faringitis, Streptococcus pyogenes |
Faringitis merupakan penyebab umum sakit tenggorokan. Orang yang menderita faringitis biasanya disertai dengan radang tonsil (amandel), yang menyebabkan rasa nyeri saat menelan makanan. Penanganan faringitis yaitu dengan memberi antibiotik dan anti-fungi untuk membunuh bakteri serta jamur yang menginfeksi faring. Selain itu, tentu harus ditambah dengan mengonsumsi makanan yang bergizi, agar sistem pertahanan tubuh menjadi lebih kuat.
4. Pneumonia
![]() |
Gambar (a) Paru-paru Normal (b) Paru-paru Penderita Pneumonia |
Pneumonia merupakan infeksi pada bronkiolus dan alveolus. Penyebab terjadinya pneumonia, antara lain karena infeksi dari virus, bakteri, jamur, dan parasit lainnya. Namun, umumnya disebabkan oleh bakteri Streptococcus pneumoniae. Pada paru-paru penderita pneumonia terdapat cairan yang kental. Cairan tersebut dapat mengganggu pertukaran gas pada paru-paru. Hal ini menyebabkan oksigen yang diserap oleh darah menjadi kurang. Perhatikan Gambar di atas!
Gejala
dari penyakit pneumonia yaitu demam, batuk berdahak, tidak enak badan, sakit pada bagian dada, dan
terkadang mengalami kesulitan bernapas. Penyakit pneumonia dapat ditularkan
melalui udara ketika penderita pneumonia batuk maupun bersin. Oleh karena itu,
ketika kamu pergi ke rumah sakit untuk menjenguk teman atau saudara yang
dirawat di rumah sakit, sebaiknya kamu menggunakan masker. Penanganan pneumonia
dapat dilakukan dengan memberikan antibiotik, obat pembuat saluran napas menjadi
lebar (bronkodilator), terapi oksigen,
dan penyedotan cairan dalam paru-paru. Gambar di bawah ini merupakan
perbandingan antara alveolus orang sehat dengan alveolus penderita pneumonia.
![]() |
Gambar Kondisi Alveolus Normal dan Alveolus Penderita Pneumonia |
5. Tuberculosis (TBC)
Penyakit
TBC disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Selain
menginfeksi paru-paru, bakteri ini juga dapat menginfeksi bagian lain dari
tubuh. Perhatikan Gambar!
![]() |
Gambar (a) Paru-paru Penderita TBC, (b) Bakteri Penyebab Penyakit TBC, Mycobacterium tuberculosis |
Ketika bakteri tersebut masuk ke dalam paru-paru, bakteri akan menyebabkan infeksi sehingga memicu sistem imun untuk bergerak menuju area yang terinfeksi dan segera “memakan” bakteri tersebut agar tidak menyebar luas. Jika sistem imun lemah, maka bakteri dapat masuk ke dalam peredaran darah dan sistem limfa untuk menginfeksi organ lain.
Gejala
dari penyakit TBC yaitu mudah lelah, berat badan turun drastis, lesu, hilang
nafsu makan, demam, berkeringat di malam hari, sulit bernapas, sakit pada
bagian dada, dan batuk berdarah.
6. Asma
![]() |
Gambar Kondisi Bronkus Normal dan Penderita Asma |
Asma merupakan salah satu kelainan yang menyerang saluran pernapasan. Asma dapat disebabkan oleh faktor lingkungan. Faktor lingkungan yang dapat menyebabkan asma diantaranya masuknya zat pemicu alergi (alergen) dalam tubuh, misalnya asap rokok, debu, bulu hewan peliharaan, dan lain-lain. Masuknya alergen, akan memicu tubuh untuk menghasilkan senyawa kimia seperti prostaglandin dan histamin. Senyawa kimia tersebutlah yang dapat memicu penyempitan saluran pernapasan. Perhatikan Gambar.
Penyempitan
yang terjadi pada saluran pernapasan menyebabkan penderita kesulitan untuk
menghirup cukup oksigen. Penderita asma akan mengalami batuk, napas berbunyi,
napas pendek, dan sesak napas. Oleh karena itu, penderita asma harus
berhati-hati, dan menghindari keadaan atau benda-benda yang dapat memicu asma.
7. Kanker Paru-paru
![]() |
Gambar (a) Paru-paru Normal (b) Kanker Paru-paru |
Kanker paru-paru terjadi karena pertumbuhan sel-sel yang tidak terkendali pada jaringan dalam paru-paru. Jika sel-sel tersebut tidak segera ditangani, dapat menyebar ke seluruh paru-paru bahkan jaringan di sekitar paru-paru. Gejala orang yang menderita kanker paru-paru yaitu batuk disertai darah, berat badan berkurang drastis, napas menjadi pendek, dan sakit pada bagian dada.
Sekitar 85% kasus kanker paru-paru disebabkan oleh merokok dalam jangka waktu yang lama, sedangkan 10-15% kasus terjadi pada orang yang tidak pernah merokok. Kanker paru-paru pada orang yang tidak merokok dapat diakibatkan karena kombinasi faktor keturunan dan faktor lingkungan, misalnya menghirup debu asbes dan udara yang terpolusi, termasuk akibat menjadi perokok pasif.
Referensi
Ilmu Pengetahuan Alam, untuk SMP/MTs Kelas VIII Semester 2, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2017.
Baca juga:
Sistem Respirasi Manusia | |
01 | |
02 | |
03 | |
04 | |
05 | |
06 | |
07 | |
08 | |
09 | |
10 | |
11 |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar