Minggu, 24 Juli 2011

Ekosistem

1. Arti Ekosistem
Ilustrasi Ekosistem
Ekosistem adalah hubungan saling memengaruhi antara makhluk hidup dengan makhluk tidak hidup. Ekosistem dibentuk oleh satuan - satuan makhluk hidup (biotik) dan makhluk tidak hidup (abiotik).










2. Satuan-Satuan Makhluk Hidup Penyusun Ekosistem
a. Individu
Seekor antelope merupakan Individu
Istilah individu berasal dari bahasa Latin, yaitu in yang berarti tidak dan dividuus yang berarti dapat dibagi. Jadi, individu adalah makhluk hidup yang berdiri sendiri. Individu juga dapat disebut satuan makhluk hidup tunggal.







b. Populasi
Kumpulan Kecoa merupakan Populasi
Istilah populasi berasal dari bahasa Latin, yaitu populus yang berarti semua orang yang bertempat tinggal di suatu tempat. Dalam ekosistem, populasi berarti kelompok makhluk hidup sejenis yang menempati daerah tertentu pada waktu tertentu. Makhluk hidup dikatakan sejenis apabila makhluk hidup itu mempunyai persamaan bentuk tubuh, dapat melakukan perkawinan, dan mampu menghasilkan keturunan yang fertil. Misalnya populasi manusia di Jakarta atau populasi badak di Ujungkulon.





c. Komunitas
Seluruh Makhluk Hidup merupakan Komunitas
Populasi dari berbagai makhluk hidup di suatu wilayah saling berinteraksi membentuk suatu komunitas. Istilah komunitas diambil dari bahasa latin commune yang berarti umum atau biasa. Individu-individu dalam komunitas saling berinteraksi. interaksi antarindividu dalam komunitas dapat berupa kompetisi, simbiosis, kanibalisme, kerja sama, dan predasi. Di suatu komunitas biasanya terdapat kecenderungan adanya dominasi oleh salah satu populasi. Populasi dominan inilah yang menentukan sifat suatu komunitas. Misalnya pada komunitas hutan pinus. Pinus mendominasi komunitas tersebut sehingga besar kecilnya komunitas tergantung pada populasi pohon pinus.

d. Ekosistem
Satuan-satuan makhluk hidup dalam komunitas bersama dengan makhluk tidak hidup di lingkungannya saling berinteraksi membentuk suatu ekosistem. Ekosistem ini tersebar luas di seluruh belahan bumi.

e. Bioma
Bioma Tundra
Beberapa ekosistem yang terdapat di wilayah geografis yang sama dengan iklim dan kondisi yang sama akan membentuk bioma. Di bumi, terdapat beberapa bioma. Bioma tersebut di antaranya adalah bioma tundra, hutan hujan tropis, dan savana.








f. Biosfer
Ilustrasi Biosfer
Semua bioma di permukaan bumi akan membentuk biosfer.









3. Komponen-Komponen Ekosistem
a. Komponen Biotik
Komponen biotik terdiri atas semua makhluk hidup. Manusia, hewan, dan tumbuhan termasuk komponen biotik yang terdapat dalam suatu ekosistem. Komponen biotik dibedakan menjadi tiga golongan, yaitu produsen, konsumen, dan dekomposer.

1) Produsen
Tumbuhan Hijau merupakan Produsen
Semua produsen dapat menghasilkan makanannya sendiri sehingga disebut organisme autotrof. Mereka mampu membentuk zat-zat organik dari zat anorganik sederhana. Pembentukan makanan (karbohidrat) ini dapat melalui proses fotosintesis dengan bantuan energi cahaya dan klorofil atau zat hijau daun. Pembentukan makanan juga dapat dilakukan dengan proses kemosintesis. Kemosintesis adalah pembentukan bahan organik (karbohidrat) dengan bantuan energi dari reaksi kimia. Makhluk hidup yang berperan sebagai produsen yaitu tumbuhan hijau. Sebagai produsen, tumbuhan hijau menghasilkan makanan (karbohidrat) dan Oksigen (O2) melalui proses fotosintesis. Makanan ini dimanfaatkan oleh tumbuhan sendiri maupun makhluk hidup lainnya. Jadi, produsen merupakan sumber energi utama bagi organisme lain, yaitu konsumen. Sementara itu, produsen menggunakan sumber energi matahari dalam proses fotosintesis. Dengan demikian, matahari merupakan sumber energi utama bagi kehidupan (sistem biologi).

2) Konsumen
Hewan termasuk Konsumen
Semua konsumen tidak dapat membuat makanan sendiri di dalam tubuhnya sehingga disebut heterotrof. Mereka mendapatkan zat organik yang telah dibentuk oleh produsen atau dari konsumen lain yang menjadi mangsanya. Berdasarkan jenis makanannya, konsumen dikelompokkan: (a) Pemakan tumbuhan (herbivora), misalnya kambing, kerbau, kelinci, dan sapi. (b) Pemakan daging (karnivora), misalnya harimau, burung elang, dan serigala. Dalam ekosistem, karnivora disebut predator atau pemangsa. (c) Pemakan tumbuhan dan daging (omnivora), misalnya ayam, itik, kera, dan orang utan.



3) Pengurai (Dekomposer)
Jamur berperan sebagai Pengurai
Dekomposer berperan sebagai pengurai yang menguraikan zat-zat organik (dari organisme yang telah mati) menjadi zat-zat anorganik penyusunnya. Zat-zat inilah yang sangat diperlukan oleh tumbuhan. Dengan demikian, aktivitas pengurai sangat penting dalam menjaga ketersediaan zat hara bagi produsen. Makhluk hidup yang termasuk pengurai yaitu jamur dan bakteri.







b. Komponen Abiotik
Tanah, air, udara, adalah contoh Abiotik
1) Tanah
Sifat-sifat fisik tanah yang berperan dalam ekosistem meliputi susunan dan kemampuan menahan air. Sifat-sifat kimia tanah juga berperan dalam ekosistem, yaitu keasaman dan kandungan unsur hara. Sifat fisik dan kimia tanah dapat memengaruhi kehidupan makhluk hidup.

2) Air
Hal-hal penting pada air yang memengaruhi kehidupan makhluk hidup yaitu suhu air, kadar mineral air, salinitas, arus air, penguapan, dan kedalaman air.

3) Udara
Udara merupakan lingkungan abiotik yang berupa gas. Gas membentuk atmosfer yang melingkupi makhluk hidup. Oksigen, karbon dioksida, dan nitrogen merupakan gas yang paling penting bagi kehidupan makhluk hidup

4) Cahaya Matahari
Cahaya matahari merupakan sumber energi utama bagi kehidupan di bumi.

5) Suhu atau Temperatur
Setiap makhluk hidup memerlukan suhu optimum untuk kegiatan metabolisme dan perkembangbiakannya.

Penyusun            : Dwijo M.Panis
Kelas                  : 9H
Tahun Ajaran        : 2011/2012

SUMBER:
Sudjino,dkk. 2008. IPA Terpadu: untuk SMP/MTs kelas VII. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional dan Gambar dari Google images

Artikel Ekosistem

No
EKOSISTEM
Penulis
01
Dwijo M.Panis
02
Minati Ulya A.
03
Bhakti Raga P
04
Yusuf Agung P
05
Minati Ulya A.
06
M. Khandan Y
07
Nelatul Tafrika
08
Semiyanto
09
Semiyanto

Tidak ada komentar: