Tampilkan postingan dengan label Ekosistem. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ekosistem. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Agustus 2012

Usaha-usaha Pelestarian


1.  Manfaat Keanekaragaman Hayati bagi Manusia
a. Sumber pangan, perumahan, dan kesehatan.
  1. Sumber pendapatan.
  2. Sumber plasma nuftah.
  3. Manfaat ekologi, mempertahankan kelanjutan ekosistem.
  4. Lahan penelitian dan pengembangan ilmu.
  5. Keindahan
2. Aktivitas manusia yang dapat menurunkan keanekaragaman hayati adalah: perusakan habitat, penggunaan pestisida, pencemaran, perubahan tipe tumbuhan, masuknya jenis tumbuhan dan hewan liar, penebangan, dan seleksi.

3. Aktivitas manusia yang meningkatkan keanekaragaman hayati adalah: penghijauan, pembuatan taman kota dan pemuliaan.

Pelestarian Komodo di P. Komoda
Pelestarian Komodo di P. Komoda

4.  Aktivitas manusia untuk melestarikan keanekaragaman hayati
  1. Pembiakan in situ adalah pembiakan di dalam habitat aslinya, misalnya pelestarian Komodo di P. Komodo.
  2. Pembiakan secara ex situ adalah pembiakan diluar habitat aslinya, namun suasana lingkungan dibuat mirip dengan aslinya, misalnya penangkaran Harimau dan Gajah di Kebun Binatang.               
Pelestarian Jerapah di Kebun Binatang
Pelestarian Jerapah di Kebun Binatang
 
5. Tehnik Reproduksi  pada hewan langka
  1. Fertilisasi in vivo adalah pembuahan yang terjadi didalam tubuh induk betina, alami ataupaun buatan, misalnya inseminasi buatan atau kawin suntik.
b. Fertilisasi in vitro adalah usaha mempertemukan sel telur dan sel sperma yang berlangsung di luar tubuh induk betina, yang dikenal dengan nama teknik bayi tabung, karena menggunakan  tabung/cawan petri untuk mempertemukannya.

Sumber: Istamar, dkk. 2004. Biologi untuk SMA kelas XII. Erlangga. Jakarta. Gambar dari Google Images

Selasa, 10 Juli 2012

Konservasi Keanekaragaman Hayati

Ragam Konservasi atau Perlindungan "Keanekaragaman Hayati" adalah sebagai berikut:

No
Nama Konservasi / Perlindungan
Penjelasan
1
Taman Nasional
Taman Nasional Gunung Leuser

kawasan konvervasi dengan ciri khas tertentu baik didarat maupun diperairan, seperti Taman Nasional Gunung Leuser di Propinsi Sumut dan NAD.

 Cagar Alam
Cagar Alam Ceding
kawasan suaka alam yang mempunyai ciri khas tumbuhan, satwa dan ekosistem, yang perkembangannya diserahkan pada alam.

3
Hutan Wisata
Hutan Wisata Pangandaran
kawasan hutan yang karena keadaan dan sifat wilayahnya perlu dibina dan dipertahankan sebagai hutan, yang dapat dimanfaatkan bagi kepentingan pendidikan, konservasi alam, dan rekreasi, misalnya Pangandaran.

4
Taman Hutan Raya
Taman Hutan Raya P. Sempu Malang
kawasan konservasi alam yang terutamam dimanfaatkan untuk koleksi tumbuhan dan hewan, yang berguna untuk ilmu pengetahuan, pendidikan, kebudayaan dan rekreasi, misalnya P. Sempu di Jawa Timur.

5
Taman Laut
Taman Laut Bunaken
wilayah lautan yang mempunyai ciri khas berupa keindahan alam untuk melindungi plasma nuftah lautan, misalnya Taman Laut Bunaken di Sulawesi Utara.

6
Wana Wisata
Wana Wisata Curug Cilember
 
kawasan hutan sebagai hutan produksi dan obyek wisata hutan.

7
Hutan Lindung
Hutan Lindung Timponang
 
hutan alam di daerah pegunungan untuk melindungi lahan agar tidak tererosi dan mengatur tata air.

8
Kebun Raya
Kebun Raya Bogor
kumpulan tumbuh-tumbuhan dari berbagai daerah,  misalnya Kebun Raya Bogor.

SumberIstamar, dkk. 2004. Biologi untuk SMA kelas X. Erlangga. Jakarta. Gambar dari Google Images

Senin, 17 Oktober 2011

Pengaruh Kepadatan Populasi terhadap Lingkungan


Kepadatan penduduk dapat mempengaruhi kualitas penduduknya. Pada daerah yang kepadatannya tinggi, usaha peningkatan kualitas penduduk lebih sulit dilaksanakan. Hal ini menimbulkan permasalahan social, ekonomi, keamanan, kesejahteraan, ketersediaan lahan, air bersih, kebutuhan pangan, dan dapat berdampak pada kerusakan lingkungan. Coba perhatikan tingkat pencemaran yang diakibatkan oleh kendaraan bermotor antara daerah pedesaan dengan daerah perkotaan. Tentu tingkat pencemaran udara di kota lebih tinggi. Kepadatan penduduk mempengaruhi beberapa aspek yang berkaitan dengan kehidupan penduduk berikut ini.

1. Ketersediaan Udara Bersih

aman Kota berfungsi untuk Rekreasi dan mengurangi Pencemaran Udara
Taman Kota berfungsi untuk Rekreasi dan mengurangi Pencemaran Udara

Udara bersih merupakan kebutuhan mutlak bagi kelangsungan hidup manusia. Udara bersih banyak mengandung oksigen. Semakin banyak jumlah penduduk berarti semakin banyak oksigen yang diperlukan. Bertambahnya pemukiman, alat transportasi, dan kawasan industri yang menggunakan bahan bakar fosil (minyak bumi, bensin, solar, dan batu bara) mengakibatkan kadar CO2 dan CO di udara semakin tinggi. Berbagai kegiatan industri juga menghasilkan gas-gas pencemar seperti oksida nitrogen (NOx) dan oksida belerang (SOx) di udara. Zat-zat sisa itu dihasilkan akibat dari pembakaran yang tidak sempurna.

Jadi dapat dipahami bahwa semakin tinggi kepadatan penduduk, maka kebutuhan oksigen semakin banyak. Oleh karena itu pemerintah kota di setiap wilayah gencar mengkampanyekan penanaman pepohonan. Selain sebagai penyejuk dan keindahan, pepohonan berfungsi sebagai hutan kota untuk menurunkan tingkat pencemaran udara.

2.  Ketersediaan Pangan

Sawah untuk menanam padi dan menghasilkan beras
Sawah untuk menanam padi dan menghasilkan beras

Untuk bertahan hidup, manusia membutuhkan makanan. Dengan bertambahnya jumlah populasi penduduk, maka jumlah makanan yang diperlukan juga semakin banyak. Ketidakseimbangan antara bertambahnya jumlah penduduk dengan bertambahnya produksi pangan sangat mempengaruhi kualitas hidup manusia. Akibatnya penduduk dapat kekurangan gizi atau bahkan kurang pangan. Sebagian besar lahan pertanian di kota digunakan untuk lahan pembangunan pabrik, perumahan, kantor, dan pusat perbelanjaan. Untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat kota sangat tergantung dengan tersedianya pangan dari desa. Jadi kenaikan jumlah penduduk akan meningkat pula kebutuhan pangan dan lahan.

Thomas Robert Maltus seorang sosiolog Inggris, mengemukakan teori yang berjudul Essay on The Principle of Population. Maltus menyimpulkan bahwa pertambahan penduduk mengikuti deret ukur, sedangkan pertambahan produksi pangan mengikuti deret hitung. Jadi semakin meningkat pertumbuhan penduduk, semakin tinggi pula kebutuhan pangan. Oleh karena itu peningkatan produksi pangan perlu digalakkan. Penduduk yang kekurangan makanan akan menyebabkan gangguan pada fungsi kerja tubuh dan dapat terjangkit penyakit seperti busung lapar, anemia, dan beri-beri.

3. Ketersediaan Lahan

Lahan Pertanian yang beralih fungsi menjadi Pabrik
Lahan Pertanian yang beralih fungsi menjadi Pabrik

Kepadatan penduduk mendorong peningkatan kebutuhan lahan, baik lahan untuk tempat tinggal, sarana penunjang kehidupan, industri, tempat pertanian, dan sebagainya. Untuk mengatasi kekurangan lahan, sering dilakukan dengan memanfaatkan lahan pertanian produktif untuk perumahan dan pembangunan sarana dan prasarana kehidupan. Selain itu pembukaan hutan juga sering dilakukan untuk membangun areal industri, perkebunan, dan pertanian. Meskipun hal ini dapat dianggap sebagai solusi, sesungguhnya kegiatan itu merusak lingkungan hidup yang dapat mengganggu keseimbangan lingkungan. Jadi peluang terjadinya kerusakan lingkungan akan meningkat seiring dengan bertambahnya kepadatan penduduk.

4.  Ketersediaan Air Bersih

Pada musim kemarau banyak warga yang kesulitan air bersih
Pada musim kemarau banyak warga yang kesulitan air bersih

Meskipun 2/3 dari luasan bumi berupa air, namun tidak semua jenis air dapat digunakan secara langsung. Oleh karena itu persediaan air bersih yang terbatas dapat menimbulkan masalah yang cukup serius. Air bersih dibutuhkan oleh berbagai macam industri, untuk memenuhi kebutuhan penduduk, irigasi, ternak, dan sebagainya. Jumlah penduduk yang meningkat juga berarti semakin banyak sampah atau limbah yang dihasilkan.

Pembuatan sumur artesis untuk keperluan industri dan kompleks perumahan mengakibatkan sumur-sumur tradisional mengering. Selain itu, kawasan pemukiman padat penduduk sering hanya menyediakan sedikit kawasan terbuka sebagai daerah serapan air hujan. Kawasan yang tertutup rapat oleh aspal dan beton membuat air tidak dapat meresap ke lapisan tanah, sehingga pada waktu hujan air hanya mengalir begitu saja melalui permukaan tanah. Akibatnya cadangan air di dalam tanah semakin lama semakin berkurang sehingga pada musim kemarau sering kekurangan air bersih.

5.  Pencemaran lingkungan

Di Kota Besar banyak dijumpai Pencemaran Lingkungan
Di Kota Besar banyak dijumpai Pencemaran Lingkungan

Aktivitas manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sering menimbulkan dampak buruk pada lingkungan. Misalnya untuk memenuhi kebutuhan bahan bangunan dan kertas, maka kayu di hutan ditebang. Untuk memenuhi kebutuhan lahan pertanian, maka hutan dibuka dan rawa/lahan gambut dikeringkan. Untuk memenuhi kebutuhan sandang, didirikan pabrik tekstil. Untuk mempercepat transportasi, diciptakan berbagai jenis kendaraan bermotor. Apabila tidak dilakukan dengan benar, aktivitas seperti contoh tersebut lambat laun dapat menimbulkan pencemaran lingkungan dan kerusakan ekosistem. Misalnya penebangan hutan yang tidak terkendali dapat mengakibatkan berbagai bencana seperti banjir dan tanah longsor, serta dapat melenyapkan kekayaan keanekaragaman hayati di hutan tersebut. Apabila daya dukung lingkungan terbatas, maka pemenuhan kebutuhan penduduk selanjutnya menjadi tidak terjamin.

Di daerah yang padat, karena terbatasnya tempat penampungan sampah, seringkali sampah dibuang di tempat yang tidak semestinya, misalnya di sungai. Akibatnya timbul pencemaran air dan tanah. kebutuhan transportasi juga bertambah sehingga jumlah kendaraan bermotor meningkat. Hal ini akan menimbulkan pencemaran udara dan suara. Jadi kepadatan penduduk yang tinggi dapat mengakibatkan timbulnya berbagai pencemaran lingkungan dan kerusakan ekosistem.


Penyusun: Nelatul Tafrika. IX D. SMP Negeri 1 Adiwerna. 2011.
Sumber: Wasis, dkk. 2008. BSE IPA klas 7. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional  dan Gambar dari Google Images

Sabtu, 15 Oktober 2011

Keanekaragaman hayati


1) Pengertian Keanekaragaman Hayati

Keanekaragaman hayati atau biodiversitas (Bahasa Inggris: biodiversity) adalah suatu istilah pembahasan yang mencakup semua bentuk kehidupan, yang secara ilmiah dapat dikelompokkan menurut skala organisasi biologisnya, yaitu mencakup gen, spesies tumbuhanhewan, mikroorganisme serta ekosistem dan proses-proses ekologi dimana bentuk kehidupan ini merupakan bagiannya. Dapat juga diartikan sebagai kondisi keanekaragaman bentuk kehidupan dalam ekosistem atau bioma tertentu. Keanekaragaman hayati seringkali digunakan sebagai ukuran kesehatan sistem biologis.

2)  Distribusi Keanekaragaman Hayati

Keanekaragaman hayati tidak terdistribusi secara merata di bumi; wilayah tropis memiliki keanekaragaman hayati yang lebih kaya, dan jumlah keanekaragaman hayati terus menurun jika semakin jauh dari ekuator.

Keanekaragaman hayati yang ditemukan di bumi adalah hasil dari miliaran tahun proses evolusi. Asal muasal kehidupan belum diketahui secara pasti dalam sains. Hingga sekitar 600 juta tahun yang lalu, kehidupan di bumi hanya berupa archaeabakteriprotozoa, dan organisme uniseluler lainnya sebelum organisme multiseluler muncul dan menyebabkan ledakan keanekaragaman hayati yang begitu cepat, namun secara periodik dan eventual juga terjadi kepunahan secara besar-besaran akibat aktivitas bumi, iklim, dan luar angkasa.

3) Jenis keanekaragaman hayati :
Keanekaragaman hayati gen pada bangsa kucing
Keanekaragaman hayati gen pada bangsa kucing

a) Keanekaragaman genetik (genetic diversity); Jumlah total informasi genetik yang terkandung di dalam individu tumbuhan, hewan dan mikroorganisme yang mendiami bumi.

Keanekaragaman Spesies
Keanekaragaman Spesies

b) Keanekaragaman spesies (species diversity); Keaneraragaman organisme hidup di bumi (diperkirakan berjumlah 5 - 50 juta), hanya 1,4 juta yang baru dipelajari.

Keanekaragaman hayati ekosistem
Keanekaragaman hayati ekosistem

c) Keanekaragaman ekosistem (ecosystem diversity); Keanekaragaman habitat, komunitas biotik dan proses ekologi di biosfer atau dunia laut.

Penyusun: M. Khandan Yuwafi. 9D. SMP Negeri 1 Adiwerna. 2011.
Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Keanekaragaman_hayati