Tampilkan postingan dengan label Mengenal Alam Semesta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mengenal Alam Semesta. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 Agustus 2011

Kelahiran dan Kematian Sebuah Bintang

A. Kelahiran Bintang

Bintang terlahir di awan debu dan gas angkasa yang kemudian di sebut NEBULA. Awan-awan ini dapat di lihat oleh para Ilmuwan sebagai noda-noda yang bersinar di langit malam. Awan ini kemudian tertarik oleh gravitasi menyebabkan debu dan gas menyatu. Gas ini lama-kelamaan memanas dan akhirnya sebuah bintang pun lahir.

B. Bintang

Bintang mulai menghasilkan energi di awal kelahirannya. Energi ini terjadi karena debu dan gas saling menarik dengan sangat kuat dan menyebabkan keduanya memanas.

C. Macam-macam bintang

Evolusi Bintang
Evolusi Bintang

(1) Bintang Putih Besar, merupakan bintang yang paling panas karena mampu menghasilkan energi yang jauh lebih cepat. Namun  umurnya pendek, karena menghabiskan banyak gas untuk energinya.

(2) Bintang Sedang, merupakan bintang yang tidak terlalu panas dan tidak dingin. Contoh:matahari.

(3) Bintang Merah Kecil, merupakan bintang yang lebih dingin karena energi yang di hasilkan lebih sedikit namun umurnya panjang di karenakan gas yang di habiskan lebih sedikit.
   
D. Energi Bintang

Bintang dapat menghasilkan energi dengan menghabiskan gasnya, bintang besar lebih cepat mati daripada bintang kecil, karena gas yang di habiskan lebih cepat daripada bintang kecil.

E. Matahari sebagai Bintang

Matahari telah menghabiskan separuh hidupnya yaitu 5 miliar tahun dan akan mati pada 5 miliar tahun yang akan datang.

Penulis: M. Arbanu. 9 i. SMP Negeri 1 ADIWERNA. 2011

Rabu, 08 Juni 2011

Lokasi Bumi di dalam Alam Semesta

Planet Bumi bergabung dengan benda-benda langit membentuk Tata Surya, matahari sebagai pusatnya. Kemudian  Matahari bersama jutaan bintang lain bergabung membentuk Galaksi Bima Sakti. 

Selanjutnya  Galaksi Bima Sakti dengan galaksi tetangganya membentu Group Lokal Galaksi. Terus  Group Lokal Galaksi bersama Group Galaksi Lainnya membentuk Virgo Superkluster. Berlanjut Virgo Superkluster bergabung dengan banyak superkluster lainnya akan membentuk filamen galaksi. Gabungan  banyak filamen galaksi akan membentuk alam semesta yang dapat diamati oleh manusia.

Sekarang marilah kita pelajari “Lokasi Bumi di Alam Semesta” dimulai dari bumi.

1. Planet Bumi

Planet Bumi
Planet Bumi

Bumi adalah planet ketiga dari delapan planet dalam Tata Surya. Diperkirakan usianya mencapai 4,6 miliar tahun. Jarak antara Bumi dengan matahari adalah 149.6 juta kilometer atau 1 AU (Inggris: astronomical unit). 

Bumi mempunyai lapisan udara (atmosfer) dan medan magnet yang disebut (magnetosfer) yang melindung permukaan Bumi dari angin matahari, sinar ultraviolet dan radiasi dari luar angkasa. Berat jenis Bumi (sekitar 5.500 kilogram per meter kubik) digunakan sebagai unit perbandingan berat jenis planet yang lain, dengan berat jenis Bumi dipatok sebagai 1.

Bumi mempunyai diameter sepanjang 12.756 kilometer. Gravitasi Bumi diukur sebagai 10 N kg-1 dijadikan unit ukuran gravitasi planet lain, dengan gravitasi Bumi dipatok sebagai 1. Bumi mempunyai 1 satelit alami yaitu Bulan. 70,8% permukaan bumi diliputi air. Udara Bumi terdiri dari 78% nitrogen, 21% oksigen dan 1% uap air, karbondioksida dan gas lain.

2. Tata Surya

Tata Surya
Tata Surya

Tata Surya adalah kumpulan benda langit yang terdiri atas sebuah bintang yang disebut Matahari dan semua objek yang terikat oleh gaya gravitasinya. Objek-objek tersebut termasuk delapan buah planet yang sudah diketahui dengan orbit berbentuk elips, lima planet kerdil/katai, 173 satelit alami yang telah diidentifikasi, dan jutaan benda langit (meteor, asteroid, komet) lainnya.

Tata Surya terbagi menjadi Matahari, empat planet bagian dalam, sabuk asteroid, empat planet bagian luar, dan di bagian terluar adalah Sabuk Kuiper dan piringan tersebar. Awan Oort diperkirakan terletak di daerah terjauh yang berjarak sekitar seribu kali di luar bagian yang terluar.

Berdasarkan jaraknya dari matahari, kedelapan planet Tata Surya ialah Merkurius (57,9 juta km), Venus (108 juta km), Bumi (150 juta km), Mars (228 juta km), Yupiter (779 juta km), Saturnus (1.430 juta km), Uranus (2.880 juta km), dan Neptunus (4.500 juta km). 

Sejak pertengahan 2008, ada lima objek angkasa yang diklasifikasikan sebagai planet kerdil. Orbit planet-planet kerdil, kecuali Ceres, berada lebih jauh dari Neptunus. Kelima planet kerdil tersebut ialah Ceres (415 juta km. di sabuk asteroid; dulunya diklasifikasikan sebagai planet kelima), Pluto (5.906 juta km.; dulunya diklasifikasikan sebagai planet kesembilan), Haumea (6.450 juta km), Makemake (6.850 juta km), dan Eris (10.100 juta km).

Enam dari kedelapan planet dan tiga dari kelima planet kerdil itu dikelilingi oleh satelit alami, yang biasa disebut dengan "bulan" sesuai dengan Bulan atau satelit alami Bumi. Masing-masing planet bagian luar dikelilingi oleh cincin planet yang terdiri dari debu dan partikel lain.

3. Lingkungan Antar Bintang Sekitar Matahari

Lingkungan Antar Bintang Sekitar Matahari
Lingkungan Antar Bintang Sekitar Matahari

Lingkungan galaksi terdekat dari Tata Surya adalah sesuatu yang dinamai Awan Antarbintang Lokal (Local Interstellar Cloud, atau Local Fluff), yaitu wilayah berawan tebal yang dikenal dengan nama Gelembung Lokal (Local Bubble), yang terletak di tengah-tengah wilayah yang jarang. Gelembung Lokal ini berbentuk rongga mirip jam pasir yang terdapat pada medium antarbintang, dan berukuran sekitar 300 tahun cahaya. Gelembung ini penuh ditebari plasma bersuhu tinggi yang mungkin berasal dari beberapa supernova yang belum lama terjadi.

Di dalam jarak sepuluh tahun cahaya (95 triliun km) dari matahari, jumlah bintang relatif sedikit. Bintang yang terdekat adalah sistem kembar tiga Alpha Centauri, yang berjarak 4,4 tahun cahaya. Alpha Centauri A dan B merupakan bintang ganda mirip dengan matahari, sedangkan Centauri C adalah kerdil merah (disebut juga Proxima Centauri) yang mengedari kembaran ganda pertama pada jarak 0,2 tahun cahaya.

Bintang-bintang terdekat berikutnya adalah sebuah kerdil merah yang dinamai Bintang Barnard (5,9 tahun cahaya), Wolf 359 (7,8 tahun cahaya) dan Lalande 21185 (8,3 tahun cahaya). Bintang terbesar dalam jarak sepuluh tahun cahaya adalah Sirius, sebuah bintang cemerlang dikategori 'urutan utama' kira-kira bermassa dua kali massa matahari, dan dikelilingi oleh sebuah kerdil putih bernama Sirius B. Keduanya berjarak 8,6 tahun cahaya. Sisa sistem selebihnya yang terletak di dalam jarak 10 tahun cahaya adalah sistem bintang ganda kerdil merah Luyten 726-8 (8,7 tahun cahaya) dan sebuah kerdial merah bernama Ross 154 (9,7 tahun cahaya). 

Bintang tunggal terdekat yang mirip matahari adalah Tau Ceti, yang terletak 11,9 tahun cahaya. Bintang ini kira-kira berukuran 80% berat matahari, tetapi kecemerlangannya (luminositas) hanya 60%. Planet luar Tata Surya terdekat dari matahari, yang diketahui sejauh ini adalah di bintang Epsilon Eridani, sebuah bintang yang sedikit lebih pudar dan lebih merah dibandingkan matahari. Letaknya sekitar 10,5 tahun cahaya. Planet bintang ini yang sudah dipastikan, bernama Epsilon Eridani b, kurang lebih berukuran 1,5 kali massa Yupiter dan mengelilingi induk bintangnya dengan jarak 6,9 tahun cahaya.

4. Galaksi Bima Sakti

Galaksi Bima Sakti
Galaksi Bima Sakti

Di dalam galaksi bima sakti terdapat sistem Tata Surya, yang didalamnya terdapat planet Bumi tempat kita tinggal. Tata Surya terletak pada lengan Orion atau Lengan Lokal. Tata surya kita memerlukan waktu 225–250 juta tahun untuk menyelesaikan satu orbit, jadi telah 20–25 kali mengitari pusat galaksi dari sejak saat terbentuknya. Kecepatan orbit tata surya adalah 217 km/detik. Jarak antara matahari dan pusat galaksi diperkirakan 27.700 tahun cahaya

Cakram bintang Bima Sakti kira kira berdiameter 100.000 tahun cahaya (9.5×1017 km), dan diperkirakan rata rata mempunyai ketebalan 1000 tahun cahaya (9.5×1015 km). Bima Sakti diestimasikan mempunyai setidaknya 200 miliar bintang dan mungkin hingga 400 miliar bintang. Angka pastinya tergantung dari jumlah bintang bermassa rendah, yang sangat sulit dipastikan. 

Melebihi bagian cakram bintang, terletak piringan gas yang lebih tebal. Observasi terakhir mengindikasikan bahwa piringan gas Bima Sakti mempunyai ketebalan sekitar 12.000 tahun cahaya (1.1×1017 km) - sebesar dua kali nilai yang diterima sebelumnya. Sebagai panduan ukuran fisik Bima Sakti, sebagai misal kalau diameternya dijadikan 100 m, Tata Surya, termasuk awan oort, akan berukuran tidak lebih dari 1 mm.

Perhitungan terakhir oleh teleskop Very Long Baseline Array (VLBA) menunjukkan bahwa ukuran Bima Saki adalah lebih besar dari yang diketahui sebelumnya. Ukuran Bima Sakti terakhir sekarang dipercaya adalah mirip seperti tetangga galaksi terdekat, galaksi Andromeda. 

Dengan menggunakan VLBA untuk mengukur geseran daerah formasi bintang-bintang yang terletak jauh ketika bumi sedang mengorbit di posisi yang berlawanan dari matahari, para ilmuwan dapat mengukur jarak dari berbagai daerah itu dengan assumsi yang lebih sedikit dari usaha pengukuran sebelumnya. 

Estimasi kecepatan rotasi terbaru dan lebih akurat (yang kemudian menunjukan dark matter yang terkandung di dalam galaksi) adalah 914,000 km/jam. Nilai ini jauh lebih tinggi dari nilai umum sebelumnya 792,000 km/jam. Hasil ini memberi kesimpulan bahwa total masa Bima Sakti adalah sekitar 3 trillion bintang, atau kira kira 50% lebih besar dari perkiraan sebelumnya.

5. Group Lokal Galaksi

Group Lokal Galaksi
Group Lokal Galaksi

Grup Lokal Galaksi atau kluster lokal, adalah kelompok dari galaksi yang mencakup galaksi tempat Bumi, yaitu Bima Sakti.  Kelompok ini terdiri lebih dari 30 galaksi (termasuk galaksi kerdil ), dengan pusat gravitasi yang terletak di suatu tempat antara Bima Sakti dan Galaksi Andromeda. 

Diameter  Galaksi dari Grup Lokal mencakup 10 juta tahun cahaya. Kelompok ini diperkirakan memiliki massa total (1,29 ± 0,14) × 10 12 Ms . Kelompok itu sendiri merupakan bagian dari Supercluster Virgo (yaitu Supercluster Lokal).  Dua Galaksi besar anggota kelompok Group Lokal Galaksi adalah Galaksi Bima Sakti dan Galaksi Andromeda .  Kedua Spiral Galaksi masing-masing memiliki sistem galaksi satelit.

System  satelit Galaksi Bima Sakti terdiri dari Sagittarius Dwarf Galaxy , Large Magellanic Cloud , Small Magellanic Cloud , Canis Major Dwarf , Ursa Minor Dwarf , Draco Dwarf , Carina Dwarf , Sextans Dwarf , Pematung Dwarf , Fornax Dwarf , Leo I , Leo II , dan Ursa Mayor Aku Dwarf dan Ursa Major Dwarf II .

System  satelit Galaksi Andromeda terdiri dari M32 , M110 , NGC 147 , NGC 185 , Dan aku , Dan II , dan III , dan IV , Dan V , Pegasus dSph (alias Dan VI) , Cassiopeia Dwarf (alias Dan VII) , dan VIII , dan IX , dan Dan X .

Galaxy Triangulum, urutan ketiga terbesar, termasuk galaksi spiral, masuk dalam Grup Lokal Galaksi, memiliki  satelit galaksi Pisces Dwarf.

6. Virgo Supercluster

Virgo Supercluster
Virgo Supercluster

Supercluster Virgo (Virgo SC) atau Lokal Supercluster (LSC atau LS) adalah supercluster yang tidak teratur berisi Cluster Virgo di samping Grup Lokal , yang pada gilirannya berisi galaksi Bima Sakti dan Andromeda

Setidaknya 100 kelompok galaksi dan cluster terletak di dalam diameter dari 33 megaparsec (110 juta tahun cahaya ). Ini adalah salah satu dari jutaan superkluster di alam semesta yang dapat diamati.

Kepadatan jumlah galaksi di Supercluster Virgo terutama berada di pusatnya, dekat cluster Virgo, hal ini menunjukkan bahwa di cluster ini tidak merata adanya galaksi. Secara keseluruhan, sebagian besar galaksi bercahaya, lebih besar dari magnitudo absolut -13, terkonsentrasi di sejumlah kecil awan (kelompok gugus galaksi). Sembilan puluh delapan persen dapat ditemukan di awan berikut ini  (diberikan dalam urutan penurunan jumlah galaksi bercahaya): Canes Venatici, cluster Virgo , Virgo II (ekstensi selatan), Leo II, Virgo III, Crater (NGC 3672), Leo Aku, Leo Minor (NGC 2841), Draco (NGC 5907), Antlia (NGC 2997) dan NGC 5643.

Dari sejumlah galaksi bercahaya, sepertiga berada di cluster Virgo , sementara sisanya ditemukan di Canes Venatici Awan dan Virgo II Cloud, ditambah agak signifikan di bagian NGC 5643 Group. Galaksi-galaksi bercahaya juga terkonsentrasi di sejumlah kecil dari awan (94% dalam 7 awan).

7. Filamen Galaksi

Filamen Galaksi, kumpulan Superkluster
Filamen Galaksi, kumpulan Superkluster

Keberadaan superkluster menunjukkan bahwa keberadaan galaksi di alam semesta tidak merata, sebagian besar dari mereka ditarik bersama-sama dalam kelompok-kelompok, dengan kelompok-kelompok yang mengandung hingga 50 galaksi dan cluster hingga beberapa ribu galaksi. Kelompok-kelompok galaksi membentuk cluster galaksi yang terisolasi, tiap cluster galaksi pada gilirannya membentuk struktur yang lebih besar yang disebut superkluster.

Superkluster-superkluster kemudian membentuk gabungan menjadi  struktur besar galaksi yang disebut "filamen galaksi", atau "kompleks supercluster", atau "dinding" atau "lembaran", yang mungkin terletak pada rentangan antara beberapa ratus juta tahun cahaya sampai satu miliar -tahun cahaya, mencakup lebih dari 5% dari  alam semesta yang bisa diamati.

Pengamatan superkluster mungkin memberitahu kita sesuatu tentang kondisi awal alam semesta saat superkluster diciptakan. Arah dari sumbu rotasi galaksi dalam superkluster mungkin juga memberi kita wawasan ke dalam proses pembentukan galaksi awal dalam sejarah alam semesta.

Antara superkluster yang satu dengan superkluster yang lain diselingi rongga ruang yang besar, di mana ada beberapa galaksi.

8. Alam Semesta Teramati

Alam Semesta Teramati
Alam Semesta Teramati

Kata Alam semesta digunakan untuk menjelaskan seluruh ruang waktu kontinu di mana kita berada, dengan energi dan materi yang dimilikinya. Alam semesta yang belum teramati sangat luas sekali dan belum dapat diamati dari ujung tepi sampai  ke ujung tepi pada arah berlawanan. 

Sedangkan untuk   alam semesta teramati diperkirakan memiliki diameter sekitar 28 milyar parsec (93 miliar tahun cahaya ), menempatkan tepi alam semesta teramati sekitar 46 - 47 miliar tahun cahaya. usia alam semesta diperkirakan 13,7 miliar tahun.

Menurut kosmologi Big Bang , alam semesta teramati terdiri dari galaksi dan materi lainnya yang dapat kita amati pada prinsipnya dari bumi pada hari ini, karena cahaya (atau sinyal lain) dari objek tersebut memiliki waktu untuk menghubungi kami sejak awal kosmologi ekspansi. 

Dengan asumsi alam semesta adalah isotropik, jarak ke tepi alam semesta teramati adalah kira-kira sama di setiap arah, alam semesta teramati adalah volume bola berpusat pada pengamat, terlepas dari bentuk alam semesta sebagai keseluruhan. Setiap lokasi di alam semesta memiliki alam semesta teramati sendiri yang mungkin atau tidak tumpang tindih dengan yang berpusat di Bumi.

Perhatikan visualisasi “alam semesta teramati tiga dimensi” dari 93 miliar tahun cahaya, atau 28 milyar parsec. Skala ini sedemikian rupa sehingga butiran halus cahaya merupakan koleksi dari sejumlah besar superkluster dan   Supercluster Virgo - rumah Milky Way (Bima Sakti) - ditandai di pusat, tetapi terlalu kecil untuk dilihat pada gambar.

Struktur Organisasi muncul untuk mengikuti model hirarki dengan organisasi dimulai dari Puncak Terbesar sampai Galaksi, kemudian dari Galaksi sampai Planet Bumi urutannya adalah:  Alam Semesta Belum Teramati  =>  Alam semesta teramati => Filamen galaksi => Superkluster Galaksi => Group Galaksi => Galaksi => Kelompok Bintang => Bintang => Planet Bumi.

Sumber
http://id.wikipedia.org/wiki/Bumi
http://id.wikipedia.org/wiki/Tata_Surya
http://en.wikipedia.org/wiki/Local_Group
http://en.wikipedia.org/wiki/Virgo_Cluster

Minggu, 05 Juni 2011

Galaksi Andromeda, tetangga galaksi kita


1. Galaksi Andromeda dapat dilihat dengan mata telanjang

Galaksi Andromeda
Galaksi Andromeda

Galaksi Andromeda dengan nama lain Messier 31, M31, atau NGC 224 adalah salah satu galaksi di luar galaksi Bima Sakti yang dapat dilihat dengan mata telanjang, asalkan dilihat pada malam yang cerah, tanpa bulan dan tanpa polusi cahaya. Strukturnya mirip dengan galaksi Bima Sakti yaitu berbentuk spiral. Dengan mata telanjang, galaksi ini nampak seperti kabut tipis kecil di langit utara, tapi jika diamati dengan teropong yang dapat menampakkan bintang bintang redup di tepian galaksi Andromeda, ternyata ukuran Andromeda bisa lebih dari 7 kali diameter sudut bulan

2. Letak Galaksi Andromeda
Letaknya di langit adalah di belahan langit utara, sekitar 41 derajat di sebelah utara khatulistiwa langit, baik diamati sekitar bulan September, Oktober, November.

3. Jarak dan Jumlah Bintang
Jaraknya sekitar 2,5 juta tahun cahaya. Galaksi ini berisi sekitar 1 triliun bintang, dan bergerak mendekati Bima Sakti dengan kecepatan sekitar 300 km/detik.

4. Deskripsi Galaksi Andromeda

Kelompok Galaksi pada Lokal Group Galaksi
Kelompok Galaksi pada Lokal Group Galaksi

Galaxy Andromeda adalah galaksi spiral berjarak sekitar 2,5 juta tahun cahaya dari Bumi  dalam konstelasi Andromeda. Hal ini juga dikenal sebagai Messier 31 (M31) atau NGC 224, dan sering disebut sebagai Great Andromeda Nebula dalam teks-teks yang lebih tua. Andromeda adalah galaksi spiral terdekat dengan Bima Sakti, tetapi bukan galaksi terdekat secara keseluruhan. Ia mendapat namanya dari daerah langit di mana ia muncul, konstelasi Andromeda, yang diberi nama menurut mitologis putri Andromeda

Andromeda adalah galaksi terbesar dari Lokal Group, yang terdiri dari Galaksi Andromeda, Galaksi Bima Sakti, Galaksi Triangulum, dan sekitar 30 galaksi kecil lainnya. Meskipun terbesar, Andromeda mungkin bukan yang paling besar, seperti temuan terakhir menunjukkan bahwa Bima Sakti lebih banyak berisi materi gelap dan mungkin yang paling besar di kelompok ini. Pengamatan tahun 2006 oleh Spitzer Space Telescope mengungkapkan bahwa M31 berisi satu triliun (10 12) bintang-bintang, lebih dari jumlah bintang di galaksi kita sendiri. Andromeda diperkirakan memiliki 7,1 × 10 11 massa matahari, Dalam studi perbandingan tahun 2009 diperkirakan bahwa Bima Sakti dan Andromeda memiliki massa sama, sementara studi tahun 2006 menempatkan massa Bima Sakti  80% dari massa Andromeda. 

Galaxy Andromeda dan Bimasakti akan bertrabakan sekitar  4,5 miliar tahun yang akan datang. Magnitudo  tampak Galaksi Andromeda sebesar 3,4  menjadi salah satu objek Messier, karena dapat dilihat dengan mata telanjang di malam berbulan bahkan ketika dilihat dari daerah yang sedang polusi cahaya. Meskipun muncul lebih dari enam kali selebar bulan penuh ketika difoto melalui teleskop yang lebih besar, hanya kawasan pusat yang cerah dapat terlihat dengan mata telanjang atau ketika dilihat menggunakan teropong atau kecil teleskop

Andromeda memainkan peran penting dalam studi galaksi, karena merupakan galaksi spiral terdekat, walaupun bukan galaksi terdekat. Pada tahun 1943, Walter Baade adalah orang pertama untuk menyelesaikan bintang di wilayah pusat Galaxy Andromeda. Berdasarkan pengamatannya di galaksi ini, ia mampu membedakan dua populasi yang berbeda bintang berdasarkan metallicity mereka, penamaan bintang muda kecepatan tinggi, di piringan Tipe I dan, yang lebih tua bintang merah di tonjolan Tipe II. Tata  nama ini kemudian diadopsi untuk bintang di dalam Bima Sakti, dan di tempat lain. Keberadaan dua populasi yang berbeda telah dicatat sebelumnya oleh Jan Oort.  Dr Baade juga menemukan bahwa ada dua jenis variabel Cepheid, yang mengakibatkan dua kali lipat  perkiraan jarak ke M31, serta Alam Semesta. Menurut laporan tim astronom tahun 2010, Andromeda terbentuk dari tubrukan dua galaksi yang lebih kecil antara 5 dan 9 miliar tahun yang lalu. Seperti Bima Sakti, Andromeda Galasi memiliki galaksi satelit , terdiri dari 14 dikenal galaksi kerdil. Yang paling dikenal dan paling mudah diamati galaksi satelit yang M32 dan M110 .

5. Pusat Galaksi Andromeda

Pusat Galaksi Andromeda
Pusat Galaksi Andromeda

Konsep artis ini menunjukkan pemandangan di piringan muda misterius, bintang biru yang mengelilingi lubang hitam supermasif di inti dari Galaksi tetangga Andromeda (M31). Daerah sekitar lubang hitam nyaris tak terlihat di pusat lingkaran. Penduduk  bintang-bintang latar belakang yang lebih tua, lebih merah khas bintang yang menghuni inti galaksi yang paling tua. Pengamatan spektroskopi oleh Teleskop luar angkasa Hubble menunjukkan bahwa cahaya biru terdiri dari lebih 400 bintang yang terbentuk dalam aktivitas ledakan sekitar 200 juta tahun lalu. Bintang-bintang rapat dikemas dalam lingkaran  hanya beberapa cahaya. Di bawah cengkeraman gravitasi lubang hitam, bintang-bintang bergerak sangat cepat: 2,2 juta mil per jam (3,6 juta kilometer per jam, atau 1.000 kilometer per detik). Nama Obyek Galaksi Andromeda: M31, Andromeda Galaxy, NGC 224.

Sumber
http://id.wikipedia.org/wiki/Galaksi_Andromeda
http://en.wikipedia.org/wiki/Andromeda_Galaxy

Sabtu, 04 Juni 2011

Galaksi Bima Sakti tempat tinggal Matahari dan Bumi

1. Istilah Galaksi Bima Sakti

Bayangan hitam yang menjadi asal usul nama "Bima Sakti".
Bayangan hitam yang menjadi asal usul nama "Bima Sakti".

Bima Sakti dalam bahasa Inggris Milky Way, yang berasal dari bahasa Latin Via Lactea, diambil lagi dari bahasa Yunani Galaxias yang berarti "susu", adalah galaksi spiral yang besar termasuk dalam tipe Hubble SBbc.

Di dalam bahasa Indonesia, istilah "Bima Sakti" berasal dari tokoh berkulit hitam dalam pewayangan, yaitu Bima. Istilah ini muncul karena orang Jawa kuno melihatnya sebagai bayangan hitam yang dikelilingi semacam "aura" cemerlang. Sementara itu, masyarakat Barat menyebutnya "milky way" sebab mereka melihatnya sebagai pita kabut bercahaya putih yang membentang pada bola langit. Pita kabut atau "aura" cemerlang ini sebenarnya adalah kumpulan jutaan bintang dan juga volume besar debu dan gas yang terletak di piringan/bidang galaksi.


2. Pusat Galaksi Bima Sakti

Black Hole (lubang hitam) di pusat Galaksi Bimasakti
Black Hole (lubang hitam) di pusat Galaksi Bimasakti

Pusat galaksi diyakini berada di sekitar rasi Sagitarius, karena lokasi tersebut memang tampak seperti pita yang tampak paling terang. Diduga di pusat galaksi bersemayam lubang hitam supermasif (black hole). Sagitarius A dianggap sebagai lokasi lubang hitam supermasif ini.

  
3. Lengan Spiral Galaksi

Lengan Spiral Galaksi Bima Sakti
Lengan Spiral Galaksi Bima Sakti

Diperkirakan ada 4 spiral utama dan 2 yang lebih kecil yang bermula dari tengah galaksi. Dan dinamakan sebagai berikut: (1) Lengan Norma, (2) Lengan Scutum-Crux, (3) Lengan Sagitarius, (4) Lengan Orion atau Lengan Lokal, (5) Lengan Perseus  (6) Lengan Cygnus atau Lengan Luar.

 
4. Lokasi Tata Surya

Lokasi Tata Surya pada Galaksi Bima Sakti
Lokasi Tata Surya pada Galaksi Bima Sakti

Di dalam galaksi bima sakti terdapat sistem Tata Surya, yang didalamnya terdapat planet Bumi tempat kita tinggal. Tata Surya terletak pada lengan Orion atau Lengan Lokal. Tata surya kita memerlukan waktu 225–250 juta tahun untuk menyelesaikan satu orbit, jadi telah 20–25 kali mengitari pusat galaksi dari sejak saat terbentuknya. Kecepatan orbit tata surya adalah 217 km/detik. Jarak antara matahari dan pusat galaksi diperkirakan 27.700 tahun cahaya.


5. Pancaran Cahaya Galaksi

Cahaya galaksi memancar lebih jauh, tapi ini dibatasi oleh orbit dari dua satelit Bima Sakti yaitu Awan Magellan Besar dan Kecil (the Large and the Small Magellanic Clouds), yang memiliki perigalacticon kurang lebih 180.000 tahun cahaya (1.7×1018 km). Pada jarak ini dan lebih jauh selanjutnya, orbit-orbit dari obyek sekitar akan didisrupsi oleh awan magelan, dan obyek obyek itu kemungkinan besar akan terhempas keluar dari Bima Sakti.


6. Ukuran Galaksi Bima Sakti

Galaksi Bima Sakti
Galaksi Bima Sakti

Cakram bintang Bima Sakti kira kira berdiameter 100.000 tahun cahaya (9.5×1017 km), dan diperkirakan rata rata mempunyai ketebalan 1000 tahun cahaya (9.5×1015 km). Bima Sakti diestimasikan mempunyai setidaknya 200 miliar bintang dan mungkin hingga 400 miliar bintang. Angka pastinya tergantung dari jumlah bintang bermassa rendah, yang sangat sulit dipastikan. Melebihi bagian cakram bintang, terletak piringan gas yang lebih tebal. Observasi terakhir mengindikasikan bahwa piringan gas Bima Sakti mempunyai ketebalan sekitar 12.000 tahun cahaya (1.1×1017 km) - sebesar dua kali nilai yang diterima sebelumnya. Sebagai panduan ukuran fisik Bima Sakti, sebagai misal kalau diameternya dijadikan 100 m, Tata Surya, termasuk awan oort, akan berukuran tidak lebih dari 1 mm.

Perhitungan terakhir oleh teleskop Very Long Baseline Array (VLBA) menunjukkan bahwa ukuran Bima Saki adalah lebih besar dari yang diketahui sebelumnya. Ukuran Bima Sakti terakhir sekarang dipercaya adalah mirip seperti tetangga galaksi terdekat, galaksi Andromeda. Dengan menggunakan VLBA untuk mengukur geseran daerah formasi bintang-bintang yang terletak jauh ketika bumi sedang mengorbit di posisi yang berlawanan dari matahari, para ilmuwan dapat mengukur jarak dari berbagai daerah itu dengan assumsi yang lebih sedikit dari usaha pengukuran sebelumnya. Estimasi kecepatan rotasi terbaru dan lebih akurat (yang kemudian menunjukan dark matter yang terkandung di dalam galaksi) adalah 914,000 km/jam. Nilai ini jauh lebih tinggi dari nilai umum sebelumnya 792,000 km/jam. Hasil ini memberi kesimpulan bahwa total masa Bima Sakti adalah sekitar 3 trillion bintang, atau kira kira 50% lebih besar dari perkiraan sebelumnya.


Sumberhttp://id.wikipedia.org/wiki/Galaksi-Bima-Sakti