Selasa, 27 Desember 2022

Cermin Cekung dan Sifatnya

 

Reflektor Lampu Senter termasuk cermin cekung

A. Pengertian Cermin Cekung

Cermin Cekung ialah cermin yang permukaannya seperti bagian bola sebelah dalam, atau melengkung ke dalam. Contoh Cermin Cekung adalah pemantul pada lampu senter dan lampu mobil.

 

B. Pembentukan Bayangan pada Cermin Cekung

Gambar Pemantulan pada Cermin Cekung

Hukum pemantulan yang menyatakan besar sudut datang  sama  dengan  sudut pantul,  berlaku  pula  untuk cermin cekung. Pada cermin cekung, garis normal adalah garis yang menghubungkan titik pusat lengkung cermin M dengan titik jatuhnya sinar. Garis normal pada cermin lengkung berubah-ubah, bergantung pada titik jatuh sinar. Misalnya, jika sinar datang dari K mengenai cermin cekung di B, maka garis normalnya adalah garis MB dan sudut datangnya adalah sudut KBM = α. Sesuai hukum pemantulan, maka sudut   pantulnya, adalah sudut MBC = α dan sinar pantulnya adalah sinar BC.

Sinar datang dari K mengenai cermin cekung di D, maka garis normalnya adalah garis MD dan sudut datangnya adalah sudut  KDM =  β. Sesuai hokum pemantulan, maka sudut pantulnya, adalah            sudut MDC = β, sedangkan sinar pantulnya adalah sinar DC. Hal yang sama berlaku juga pada cermin cembung.

 

C. Sinar-sinar Istimewa pada Cermin Cekung

Agar dapat mengetahui pembentukan bayangan pada cermin cekung, kamu dapat menggunakan diagram sinar dan tiga sinar istimewa, seperti pada Tabel 11.2.

Sinar Istimewa pada Cermin Cekung 1
Sinar Istimewa pada Cermin Cekung 2
Sinar Istimewa pada Cermin Cekung 3

Untuk melukis bayangan pada cermin cekung diperlukan minimal dua buah sinar istimewa. Akan tetapi, hasil akan lebih baik dan meyakinkan jika dilukis dengan tiga sinar istimewa sekaligus dengan langkah-langkah sebagai berikut.

1. Pilih sebuah titik pada bagian ujung atas benda dan lukis dua sinar datang melalui titik tersebut menuju cermin.

2. Setelah sinar-sinar datang tersebut mengenai cermin, pantulkan kedua sinar tersebut sesuai kaidah sinar istimewa cermin cekung.

3. Tandai titik potong sinar pantul sebagai tempat bayangan benda.

4. Lukis perpotongan sinar-sinar pantul tersebut.

 

D. Melukis Pembentukan Bayangan oleh Cermin Cekung

1. Benda berada pada jarak lebih dari R

Bagaimana sifat-sifat bayangan yang terbentuk? Berdasarkan gambar tersebut, bayangan yang terbentuk bersifat nyata, terbalik, dan diperkecil.

Gambar Pembentukan Bayangan jika Benda Berada pada Jarak Lebih dari R pada Cermin Cekung


2. Benda di titik fokus F


Gambar Pembentukan Bayangan jika Benda Berada pada Titik Fokus pada Cermin Cekung

Dimanakah letak bayangan yang terbentuk? Berdasarkan gambar tersebut, tidak terbentuk bayangan atau bayangan terletak di tempat yang jauh tak terhingga.


3. Benda di antara cermin dan F

Gambar Pembentukan Bayangan jika Benda Berada di Antara Titik Fokus dan Cermin Cekung

Bagaimana sifat-sifat bayangan yang terbentuk? Berdasarkan gambar tersebut bayangan yang terbentuk bersifat maya, tegak, dan diperbesar.

Selain penggunaan diagram sinar dan tiga sinar istimewa, agar lebih mudah memahami letak benda dan letak bayangan, kamu dapat memahami pembagian nomor ruang pada cermin lengkung (Dalil Esbach). Pembagian nomor ruang pada cermin cekung, dapat dilihat pada Gambar berikut.

Gambar Pembagian Ruang pada Cermin Cekung menurut Dalil Esbach

Misalnya benda diletakkan pada jarak lebih dari M (ruang III), bayangan yang terbentuk akan berada pada jarak antara F dan M (ruang II). Hal ini disebabkan menurut dalil Esbach jumlah ruang benda dengan ruang bayangan adalah sama dengan 5 (Rbenda + Rbayangan = 5).

 

E. Persamaan Cermin Cekung

Persamaan cermin cekung menyatakan hubungan kuantitatif antara jarak benda ke cermin (s), jarak bayangan ke cermin (s'), dan panjang fokus (f).

Persamaan Cermin Cekung

dengan : f  = Jarak fokus (cm), s  = Jarak benda ke cermin (cm), s' = Jarak bayangan (layar) ke cermin (cm).

Selain persamaan tersebut kamu juga harus mengetahui perbesaran bayangan yang dihasilkan oleh cermin cekung. Rumus perbesaran pada cermin cekung adalah:

Rumus perbesaran pada cermin cekung

dengan : M = Perbesaran, s = Jarak benda ke cermin, h = Tinggi benda, s' = Jarak bayangan (layar) ke cermin, h' = Tinggi bayangan.

Catatan: h' positif (+) menyatakan bayangan adalah tegak (dan maya), h' negatif (-) menyatakan bayangan adalah terbalik (dan nyata).

 

E. Contoh Soal Cermin Cekung

1. Sebuah benda diletakkan 10 cm di depan cermin cekung. Jika jarak fokus cermin tersebut 6 cm, tentukan jarak bayangan yang dibentuk, nyatakan sifat-sifatnya dan buatlah gambar diagram sinarnya!

Diketahui:

Jarak benda (s) = 10 cm (di ruang II)

Jarak fokus cermin = 6 cm

Ditanyakan: jarak bayangan (s'), sifat bayangan, dan gambar diagram

Jawab:

Jawab latihan soal cermin cekung 1

Gambar Diagram Sinar pada Cermin Cekung

Berdasarkan hasil perhitungan dan diagram sinar, bayangan yang diperoleh bersifat nyata (bayangan berada di depan cermin cekung), terbalik (perhatikan hasil diagram sinar), dan diperbesar (perhatikan hasil gambar diagram sinar dan hasil perhitungan M).


2. Sebuah benda diletakkan di depan cermin cekung pada jarak 4 cm. Jika titik fokus cermin tersebut adalah 8 cm, berapa jarak bayangan terhadap benda? Gambar dan sebutkan sifat bayangan yang terbentuk!

Jawab: Jarak bayangan ke cermin

Penyelesaian Soal cermin cekung

Perbesaran bayangan

Jawab soal cermin cekung 2


Jadi, jarak bayangan ke cermin adalah −8 cm dan bayangan    yang terbentuk diperbesar 2×

 

Referensi

Buku Guru dan Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Alam, untuk SMP/MTs Kelas VIII Semester 2, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2017.

Gambar Reflektor Lampu Senter dari pakmono.com

Baca juga:

Bab 4 Getaran, Gelombang, dan Cahaya

01

Benda Bergetar

02

Ayo Ayunkan Bandul

03

Uji Getaran

04

Bagaimana Terbentuknya Gelombang?

05

Jenis Gelombang

06

Sinar Rontgen

07

Simulasi Percobaan Gelombang Tali 

08

Ayo Tiup Pluitnya

09

Bunyi Bagi Mahkluk Hidup

10

Hewan Ecolocation

11

Uji Gelombang

12

Penerapan Getaran dan Gelombang dalam Teknologi

13

Cahaya dan Sifat-sifatnya

14

Ayo intip bintangnya

15

Ayo lakukan Sulap Mematahkan sendok

16

Cermin

17

Cermin Cekung dan Sifatnya

18

Cermin Cembung dan Sifatnya

19

Lensa dan Sifatnya

20

Indera Penglihatan

21

Gangguan Penglihatan

22

Alat-alat Optik

23

Teleskop Luar Angkasa James Webb

24

Uji Cahaya dan Alat Optik

25

Sejarah dan Cara Pembuatan Kamera Obscura


Tidak ada komentar: