Kamis, 17 Februari 2022

Aktivitas Membuat Alat Pemurnian Air Sederhana

Apa yang kamu perlukan?

1. air minum ukuran besar (1 liter atau lebih) 1 buah botol

2. pasir 2 gelas

3. kerikil 2 gelas

4. batu 1 gelas

5. Arang

6. Ijuk atau sabut kelapa

7. Kapas/kain

8. Tongkat bambu

9. Kawat

10. Baskom/wadah air

11. Karet gelang/tali

12. Air kotor

 

Perhatikan Gambar di bawah untuk membuat alat pemurnian air sederhana.

Skema Teknologi Pemurnian Air Sederhana
Skema Teknologi Pemurnian Air Sederhana

Apa yang harus kamu lakukan?

1. Potonglah satu botol air mineral seperti pada Gambar.

2. Buatlah lapisan-lapisan bahan penyaring dengan cara memasukkan bahan-bahan ke dalam botol dengan urutan: batu → kerikil → arang tempurung kelapa → pasir halus → ijuk → pasir halus → ijuk. Agar lebih jelas coba  perhatikan kembali Gambar!

3. Kamu dapat mengganti urutan-urutan lapisan bahan sesuai dengan kesepakatan kelompok.

4. Catatlah urutan-urutan lapisan yang kamu buat jika memang berbeda dengan petunjuk.

5. Pasang kapas atau kain pada bagian ujung botol, lalu ikat dengan karet atau tali.

6. Letakkan botol pada suatu penyangga.

7. Tuangkan air kotor ke alat yang sudah kamu siapkan. Amati air yang keluar dari alat tersebut.

8. Bandingkan kejernihan air yang keluar dengan air yang masuk.

9. Catatlah  juga kecepatan dalam proses penyaringan. Kecepatan proses penyaringan dapat dihitung dengan membandingkan volume air yang tertampung dengan waktu tertentu (misalnya dalam waktu 15 menit).

10. Bandingkan kualitas air hasil saringan kelompokmu dengan kelompok yang lain.

 

Apa yang perlu kamu diskusikan?

1. Bagaimana keadaan air pada saat dimasukkan ke dalam alat yang kamu buat dan pada saat ke luar dari alat tersebut? Coba kamu bandingkan! Gunakan data hasil pengamatan untuk memeroleh jawabannya!

2. Apakah kualitas air hasil kelompokmu berbeda dengan kelompok yang lain? Mengapa demikian?

3. Setelah membandingkan hasil percobaan kelompokmu dengan hasil percobaan kelompok lain, bagaimanakah hubungan kecepatan pemurnian air dengan kejernihan air yang dihasilkan?

4. Berdasarkan percobaan dan diskusi yang telah kamu lakukan, apa yang dapat kamu simpulkan?

 

Perbedaan Kejernihan Air pada awal dan akhir Percobaan

Hasil Penjernihan air Sederhana (a) awal percobaan (b) akhir percobaan
Hasil Penjernihan air Sederhana (a) awal percobaan (b) akhir percobaan


Tabel Hasil Pengamatan

No

Awal Percobaan

Akhir Percobaan

1

Air Keruh

Air Jernih

 

Jawaban Hasil Diskusi

1. Air yang semula kotor apabila dimasukkan alat pemurnian air berubah menjadi jernih karena partikel-partikel yang terlarut dalam air yang kotor tersebut akan tersaring oleh pasir, ijuk, dan kapas. Arang akan membantu mengurangi kuman dan menyerap kotoran yang ada dalam air sehingga air menjadi jernih.

2. Kualitas air dapat dilihat dari kejernihannya. Apabila kelompok-kelompok peserta didik memperoleh air dengan tingkat kejernihan yang berbeda-beda, hal ini karena pengaruh susunan bahan dalam alat penjernihnya. Apabila pada bagian paling atas diisi pasir atau kerikil, air yang kotor tidak dapat tersaring dengan baik karena bahan tersebut memiliki porositas yang tinggi. Bahan-bahan seperti kerikil, batu, dan pasir yang memiliki porositas yang cukup tinggi akan membantu mengalirkan air ke lapisan di bawahnya. Sementara itu, bahan seperti ijuk atau kapas akan membantu menahan air yang kotor agar tidak terlalu cepat mengalir sehingga kotoran yang ada di dalamnya akan tersaring dengan baik.

3. Alat penjernih yang tersusun dengan komposisi pasir atau kerikil yang lebih banyak, maka akan cepat menyaring air, tetapi hasilnya kurang jernih. Apabila susunan bahannya terdiri atas bahan yang mampu menahan air, seperti arang atau ijuk yang cukup banyak, air hasil penyaringan akan lebih jernih. Tetapi kecepatan penyaringannya lebih lambat. Jadi, hubungan antara kecepatan pemurnian air dengan air yang dihasilkan adalah semakin cepat air yang mengalir maka air yang dihasilkan kurang jernih. Sebaliknya, semakin lambat air mengalir melalui alat penjernih, air yang dihasilkan semakin jernih.

4. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah air yang kotor dapat dijernihkan dengan menggunakan penyaring yang tersusun atas beberapa bahan. Bahan-bahan tersebut akan mengendapkan kotoran dalam air sehingga dapat menghasilkan air yang jernih. Komposisi bahan penyaring  yang tepat akan membantu kecepatan penjernihan air dan kejernihan air yang dihasilkan.

 

Referensi:

Ilmu Pengetahuan Alam. SMP/MTs Kelas IX Semester 2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Edisi Revisi Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2017.

Gambar Penjernihan Air dari https://sdn200gresik.sch.id.jpg  

Baca berikutnya:

Teknologi Ramah Lingkungan

01

Teknologi Ramah Lingkungan

02

Pengertian dan Prinsip Teknologi Ramah Lingkungan

03

Teknologi Ramah Lingkungan Bidang Energi

04

Teknologi Ramah Lingkungan Bidang Transportasi

05

Teknologi Ramah Lingkungan Bidang Lingkungan

06

Aktivitas Membuat Alat Pemurnian Air Sederhana

07

Teknologi Ramah Lingkungan Bidang Industri

08

Perilaku Hemat Energi dalam Keseharian

09

Pengolahan Minyak Bumi

10

Pengolahan Batu Bara

11

Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN)

Tidak ada komentar: