Jumat, 21 Februari 2014

Gasing Mainan Yang Berputar Pada Poros


1) Deskripsi Gasing
Gasing atau Gangsing adalah mainan yang bisa berputar pada poros dan berkesetimbangan pada suatu titik. Gasing merupakan mainan tertua yang ditemukan di berbagai situs arkeologi dan masih bisa dikenali. Selain merupakan mainan anak-anak dan orang dewasa, gasing juga digunakan untuk berjudi dan ramalan nasib. Sebagian besar gasing dibuat dari kayu, walaupun sering dibuat dari plastik, atau bahan-bahan lain. Kayu diukir dan dibentuk hingga menjadi bagian badan gasing. Tali gasing umumnya dibuat dari nilon, sedangkan tali gasing tradisional dibuat dari kulit pohon. Panjang tali gasing berbeda-beda bergantung pada panjang lengan orang yang memainkan. Gerakan gasing berdasarkan efek giroskopik. Gasing biasanya berputar terhuyung-huyung untuk beberapa saat hingga interaksi bagian kaki (paksi) dengan permukaan tanah membuatnya tegak. Setelah gasing berputar tegak untuk sementara waktu, momentum sudut dan efek giroskopik berkurang sedikit demi sedikit hingga akhirnya bagian badan terjatuh secara kasar ke permukaan tanah.

2) Gasing di Indonesia

Gasing merupakan salah satu permainan tradisional Nusantara, walaupun sejarah penyebarannya belum diketahui secara pasti. Di wilayah Pulau Tujuh (Natuna), Kepulauan Riau, permainan gasing telah ada jauh sebelum penjajahan Belanda. Sedangkan di Sulawesi Utara, gasing mulai dikenal sejak 1930-an. Permainan ini dilakukan oleh anak-anak dan orang dewasa. Biasanya, dilakukan di pekarangan rumah yang kondisi tanahnya keras dan datar. Permainan gasing dapat dilakukan secara perorangan ataupun beregu dengan jumlah pemain yang bervariasi, menurut kebiasaan di daerah masing-masing. Hingga kini, gasing masih sangat populer dilakukan di sejumlah daerah di Indonesia. Bahkan warga di kepulauan Riau rutin menyelenggarakan kompetisi. Sementara di Demak, biasanya gasing dimainkan saat pergantian musim hujan ke musim kemarau. Masyarakat Bengkulu ramai-ramai memainkan gasing saat perayaan Tahun Baru Islam, 1 Muharram.

3) Beragam Nama Gasing

Sejumlah daerah memiliki istilah berbeda untuk menyebut gasing. Masyarakat Jawa Barat dan DKI Jakarta menyebutnya gangsing atau panggal. Masyarakat Lampung menamaninya pukang, warga Kalimantan Timur menyebutnya begasing, sedangkan di Maluku disebut Apiong dan di Nusatenggara Barat dinamai Maggasing. Hanya masyarakat Jambi, Bengkulu, Sumatera Barat, Tanjungpinang dan Kepulauan Riau yang menyebut gasing. Nama maggasing atau aggasing juga dikenal masyarakat Bugis di Sulawesi Selatan. Sedangkan masyarakat Bolaang Mongondow di daerah Sulawesi Utara mengenal gasing dengan nama Paki. Orang Jawa Timur menyebut gasing sebagai kekehan. Sedangkan di Yogyakarta, gasing disebut dengan dua nama berbeda. Jika terbuat dari bambu disebut gangsingan, dan jika terbuat dari kayu dinamai pathon.

4) Bentuk Gasing

Gasing memiliki beragam bentuk, tergantung daerahnya. Ada yang bulat lonjong, ada yang berbentuk seperti jantung, kerucut, silinder, juga ada yang berbentuk seperti piring terbang. Gasing terdiri dari bagian kepala, bagian badan dan bagian kaki (paksi). Namun, bentuk, ukuran dan bagian gasing berbeda-beda menurut daerah masing-masing. Gasing di Ambon (apiong) memiliki kepala dan leher. Namun umumnya, gasing di Jakarta dan Jawa Barat hanya memiliki bagian kepala dan paksi yang tampak jelas, terbuat dari paku atau logam. Sementara paksi gasing natuna, tidak nampak.

5) Permainan Gasing

Gasing dapat dibedakan menjadi gasing adu bunyi, adu putar dan adu pukul. Cara memainkan gasing, tidaklah sulit. Yang penting, pemain gasing tidak boleh ragu-ragu saat melempar gasing ke tanah. Cara memainkan gasing adalah: (1) Gasing di pegang di tangan kiri, sedangkan tangan kanan memegang tali. (2) Lilitkan tali pada gasing, mulai dari bagian paksi sampai bagian badan gasing. lilit kuat sambil berputar.

Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Aneka-gasing.jpg

Kamis, 20 Februari 2014

Terompet Kertas

1) Penggunaan Terompet
Pada malam pergantian tahun tentunya sangat identik dengan kembang api dan juga terompet kertas. Belajar untuk membuat terompet  kertas sendiri bisa menghasilkan banyak uang. Kita membeli bahan untuk modalnya tidak terlalu mahal, namun bisa menghasilkan untung yang lumayan. Pada kesempatan ini saya akan menjelaskan tentang cara membuat terompet kertas dengan menggunakan kertas karton. Silahkan dicoba jika ingin menjual terompet pada tahun baru ataupun digunakan sendiri untuk memeriahkan malam tersebut. Cara membuat terompet ini sangat mudah sekali dan bisa dibilang gampang. Ayo kita membuatnya untuk memberikan rasa bangga.

2) Alat dan Bahan Terompet Kertas
Kertas karton, Bambu kecil untuk peluit, Kertas 3d atau kertas mas yang mengkilat warna-warni, Isolatif bening, Alat pemotong/cutter, Lem takol/lem kertas, Steples/stapler dan isinya.

3) Cara Membuat Terompet Kertas
a) Potong bambu kecil sekitar 5-6 cm dengan bentuk ujungnya serong, lalu sedikit dibelah agar dapat menyelipkan kertas kecil sehingga jika ditiup akan berbunyi. Namun suaranya masih kecil dan tidak kuat sebelum ada corongnya.
b) Lalu bentuk kertas karton menjadi seperti corong yang membesar didepan agar suara yang ditimbulkan lebih keras setelah dipasangkan bambu peluit tadi.
c) Kemudian apabila corong dan pluit sudah dipadukan, rekatkan dengan menggunakan isolatif pada ujungnya dengan benar. Cobalah tiup kembali berbunyi atau tidaknya, jika menjadi tidak berbunyi berarti memasangnya kurang pas.
d) Langkah terakhirnya adalah menghiasi terompet tersebut menggunakan kertas mas semenarik mungkin. Gunakanlah kertas mas atau kertas 3d yang warna-warni sehingga terlihat cantik.

Itulah cara membuat terompet kertas. Mudah bukan? Tinggal dipraktekkan saja dirumah anda masing-masing. Demikianlah cara membuat terompet kertas.

4) Mengapa Terompet Kertas Bila Ditiup Berbunyi ?

Bunyi adalah suatu bentuk gelombang longitudinal yang merambat secara perapatan dan perenggangan terbentuk oleh partikel zat perantara serta ditimbulkan oleh sumber bunyi yang mengalami getaran. Energi bunyi adalah energi yang dihasilkan oleh getaran udara dari sumber bunyi. Benda atau alat yang dapat menimbulkan bunyi disebut sumber bunyi, misalnya, gong yang dipukul dan gitar yang dipetik, serta terompet yang ditiup.

Pada saat terompet kertas ditiup, maka udara yang bergetar dapat menghasilkan bunyi. Getaran ini menyebar di udara sebagai gelombang. Gelombang tersebut diterima oleh telinga sebagai bunyi.

Sumber:
Gambar: http://kstv.co.id/wp-content/uploads/2012/12/6-pengrajin-terompet.jpg