Senin, 20 Agustus 2012

Jaringan Pada Hewan

 1.      Jaringan Epitelium: yaitu jaringan penutup permukaan tubuh 

     a.      Epitelium Sederhana 
        1)      Pipih ( squamous ): pada kapiler darah, alveolus. 
        2)      Kubus ( cuboidal ) : pada kelenjar tiroid dan ginjal. 
        3)      Batang ( silindris ) : pada usus dan kandung empedu 

     b.      Epitelium Berlapis 
        1)      Pipih Berlapis : pada vagina dan esovagus. 
        2)      Kubus Berlapis : pada kelenjar keringat, ovarium. 
        3)      Batang Berlapis: pada uretra pria 
        4)      Transisional: pada kandung kemih

Jaringan Epitel pada Hewan
2.      Jaringan Ikat: yaitu jaringan penghubung atau penyambung 

 a.    Jaringan Ikat Sejati 
     1)   Jaringan Ikat Padat: pada dermis dan tendon. 
     2)  Jaringan Ikat Longgar: pada epithelium kapiler

  b.    Jaringan Ikat Khusus 
     1)   Tulang 
        a)  Tulang Rawan: pada daun telinga dan cuping hidung. 
        b)  Tulang Sejati  : pada rangka 
     2)   Jaringan Pengangkut 
        a)    Darah: plasma darah (cair), eritrosit, leukosit, trombosit. 
        b)   Cairan limfa atau getah bening

Jaringan Ikat pada Hewan
 3.     Jaringan Otot 
     a.       Otot Polos: pada alat dalam seperti lambung, usus, dan pembuluh darah
     b.   Otot Rangka: pada bisep, trisep, lidah, bibir, kelopak mata.
     c.   Otot Jantung : terdapat pada jantung. 

Jaringan Otot pada Hewan
4.     Jaringan Saraf
     a.   Neuron Sensori: membawa rangsang dari indra ke saraf pusat
     b.   Neuron Motorik: rangsang dari saraf pusat ke organ efektor
     c.   Neuron Asosiasi / Penghubung / Konektor: penghubung 2 neuron


A. Sel saraf Motoris, B. Sel Saraf Sensoris, dan C. Sel Saraf Penghubung

Sumber:
Istamar, dkk. 2004. Biologi untuk SMA kelas XI. Erlangga. Jakarta.
gambar dari Google Images

Artikel Organisasi Kehidupan

No
ORGANISASI KEHIDUPAN
Penulis
01
M. Alif R
02
Nur Afni Mafi L
03
Semiyanto
04
Semiyanto
05
Semiyanto
06
Semiyanto

Jumat, 10 Agustus 2012

Usaha-usaha Pelestarian


1.  Manfaat Keanekaragaman Hayati bagi Manusia
a.       Sumber pangan, perumahan, dan kesehatan.
  1. Sumber pendapatan.
  2. Sumber plasma nuftah.
  3. Manfaat ekologi, mempertahankan kelanjutan ekosistem.
  4. Lahan penelitian dan pengembangan ilmu.
  5. Keindahan
2.  Aktivitas manusia yang dapat menurunkan keanekaragaman hayati adalah: perusakan habitat, penggunaan pestisida, pencemaran, perubahan tipe tumbuhan, masuknya jenis tumbuhan dan hewan liar, penebangan, dan seleksi.

3.  Aktivitas manusia yang meningkatkan keanekaragaman hayati adalah: penghijauan, pembuatan taman kota dan pemuliaan.
Pelestarian Komodo di P. Komoda
 4.  Aktivitas manusia untuk melestarikan keanekaragaman hayati
  1. Pembiakan in situ adalah pembiakan di dalam habitat aslinya, misalnya pelestarian Komodo di P. Komodo.
  2. Pembiakan secara ex situ adalah pembiakan diluar habitat aslinya, namun suasana lingkungan dibuat mirip dengan aslinya, misalnya penangkaran Harimau dan Gajah di Kebun Binatang.               
Pelestarian Jerapah di Kebun Binatang
 5. Tehnik Reproduksi  pada hewan langka
  1. Fertilisasi in vivo adalah pembuahan yang terjadi didalam tubuh induk betina, alami ataupaun buatan, misalnya inseminasi buatan atau kawin suntik.
b.      Fertilisasi in vitro adalah usaha mempertemukan sel telur dan sel sperma yang berlangsung di luar tubuh induk betina, yang dikenal dengan nama teknik bayi tabung, karena menggunakan  tabung/cawan petri untuk mempertemukannya.

Sumber:
Istamar, dkk. 2004. Biologi untuk SMA kelas XII. Erlangga. Jakarta.
Gambar dari Google Images

Artikel Ekosistem

No
EKOSISTEM
Penulis
01
Dwijo M.Panis
02
Minati Ulya A.
03
Bhakti Raga P
04
Yusuf Agung P
05
Minati Ulya A.
06
M. Khandan Y
07
Nelatul Tafrika
08
Semiyanto
09
Semiyanto