Minggu, 04 September 2011

Platipus “Fosil Hidup” Mamalia Bertelur


1) Platipus Hewan Berparuh Bebek

Platipus keluar dari sarang
Platipus adalah hewan semi-akuatik yang banyak ditemui di bagian timur benua Australia. Walaupun Platipus bertelur tapi ia tergolong ke dalam kelas Mammalia karena ia menyusui anaknya. Platipus juga sering dikenal dengan nama duck-billed Platypus atau Platypus berparuh bebek disebabkan bentuk paruhnya yang menyerupai bebek. Platipus termasuk binatang yang aneh dari kerajaan Animalia. Binatang ini Mammalia tapi bertelur, padahal mayoritas Mammalia beranak seperti anjing, kucing, beruang, dan sebagainya. Platipus memiliki paruh yang seperti bebek dan kaki berselaput. Seperti halnya kangguru dan koala, platipus menjadi simbol fauna Australia dan dapat ditemui di koin 20 sen Australia.
Penampilan aneh Platipus adalah bertelur, berbisa, paruh bebek, ekor berang-berang, berkaki berang-berang, posisi kaki seperti reptile, kaki berselaput, termasuk mamalia karena menyusui anaknya, membuat bingung naturalis Eropa ketika mereka pertama kali melihat Platipus. Awalnya dikira suatu penipuan yang rumit. Ini adalah salah satu dari sedikit mamalia berbisa, platypus jantan memiliki taji pada kaki belakangnya yang memberikan racun dapat menyebabkan sakit parah bagi manusia. Fitur-fitur unik dari platypus menjadikannya sebuah subjek penting dalam studi biologi evolusioner dan menjadi ikon Australia, telah muncul sebagai maskot di acara-acara nasional dan fitur di balik dari koin 20 sen Australia . Platypus adalah lambang hewan dari negara bagian New South Wales. Sampai awal abad 20 itu diburu untuk bulu, tetapi sekarang dilindungi. Meskipun program penangkaran hanya memiliki keberhasilan terbatas dan platipus rentan terhadap efek pencemaran.  

 

2) Fisiologi

Temperatur tubuh platipus kira-kira 32oC. Temperatur ini lebih rendah dari kebanyakan Mammalia (sekitar 38oC). Tubuh platipus ditutupi bulu berwarna coklat yang menjaga agar tubuhnya tetap hangat. Kaki platipus berselaput seperti bebek. Platipus juga memiliki paruh seperti bebek. Paruh ini digunakan sebagai organ sensor. Berat platipus berkisar antara di bawah 1 kg sampai dengan lebih dari 2 kg. Panjang tubuhnya sekitar 30-40 cm dan panjang ekornya sekitar 10-15 cm (jantan) dan 8-13 cm (betina). Platipus jantan lebih besar hingga 3x betinanya. Platipus juga adalah hewan berbisa. Bisa ini digunakan dalam pertarungan perebutan wilayah atau pertempuran antar teman.

 

3) Ekologi dan tabiat

Platipus mencari makanan
Platipus adalah hewan malam dan semi-akuatik. Platipus adalah perenang yang baik dan menghabiskan banyak waktunya di dalam air untuk mencari makanan. Ketika berenang, platipus menutup matanya rapat-rapat dan menyerahkan sisanya kepada indra lainnya. Keempat kaki platipus berselaput. Ketika ia berenang, ia mengayuh dengan menggunakan kedua kaki depannya. Dan untuk menjaga keseimbangan tubuhnya digunakan ekornya dan kedua kaki belakangnya. Platipus memakan cacing, larva serangga, dan yabbie yang digalinya atau ia tangkap pada saat berenang.

 

4) Reproduksi

Platipus menelurkan telur yang mirip dengan telur reptil, dan sedikit lebih bundar daripada telur burung. Platipus betina biasanya menelurkan dua telur pada saat yang bersamaan. Walaupun kadang-kadang memungkinkan platipus betina menelurkan satu atau tiga telur. Periode inkubasi-nya terbagi menjadi tiga bagian. Tahap pertama: embrio tidak memiliki satupun organ fungsional dan bergantung pada kantung merah telur untuk bernafas. Tahap kedua: jari-jari kaki mulai muncul. Tahap ketiga: gigi muncul.
Telur menetas seusai periode inkubasi yang berlangsung sekitar 10 hari. Setelah telur menetas, keluarlah bayi platipus tidak berambut yang langsung melekat pada induknya. Sang induk kemudian akan menyusui anaknya yang buta dan peka. Bayi platipus akan meninggalkan sarangnya setelah berusia 17 minggu (kurang lebih 4 bulan lewat). Organ reproduksi platipus mirip dengan burung (aves). Platipus betina memiliki sebuah ovarium yang terdiri dari ovarium kanan dan ovarium kiri dimana ovarium kanan tidak tumbuh sempurna (sama dengan burung).

5) Klasifikasi Ilmiah

Kerajaan: Animalia, Filum: Chordata, Kelas: Monotremata, Famili: Ornithorhynchidae, Genus:  Ornithorhynchu, Spesies: Ornithorhynchus anatinus

Tidak ada komentar: