Senin, 29 Agustus 2011

Ikan “fosil hidup” Coelacanth


Latimeria chalumnae

1) Arti Coelacanth
Coelacanth, artinya "duri yang berongga", dari perkataan Yunani coelia, "κοιλιά" (berongga) dan acanthos, "άκανθος" (duri), merujuk pada duri siripnya yang berongga).  Coelacanth adalah nama ordo (bangsa) ikan yang antara lain terdiri dari sebuah cabang evolusi tertua yang masih hidup dari ikan berahang.

Latimeria menadoensis

2) Penemuan "fosil hidup" Coelacanth
Coelacanth diperkirakan sudah punah sejak akhir masa Cretaceous 65 juta tahun yang lalu, sampai sebuah spesimen ditemukan di timur Afrika Selatan, di perairan sungai Chalumna tahun 1938. Sejak itu Coelacanth telah ditemukan di Komoro, perairan pulau Manado Tua di Sulawesi, Kenya, Tanzania, Mozambik, Madagaskar dan taman laut St. Lucia di Afrika Selatan. Di Indonesia, khususnya di sekitar Manado, Sulawesi Utara, spesies ini oleh masyarakat lokal dinamai ikan raja laut. Coelacanth terdiri dari sekitar 120 spesies yang diketahui berdasarkan penemuan fosil.

lokasi tempat tinggal Coelacanth
3)  Pencairan lokasi tempat tinggal Coelacanth
Sampai saat ini, telah ada 2 spesies hidup Coelacanth yang ditemukan yaitu Coelacanth Komoro, Latimeria chalumnae dan Coelacanth Sulawesi (manado), Latimeria menadoensis. Hingga tahun 1938, ikan yang berkerabat dekat dengan ikan paru-paru ini dianggap telah punah semenjak akhir Zaman Cretaceous, sekitar 65 juta tahun yang silam. Sampai ketika seekor coelacanth hidup tertangkap oleh jaring hiu di muka kuala Sungai Chalumna, Afrika Selatan pada bulan Desember tahun tersebut. Kapten kapal pukat yang tertarik melihat ikan aneh tersebut, mengirimkannya ke museum di kota East London, yang ketika itu dipimpin oleh Nn. Marjorie Courtney-Latimer. Seorang iktiologis (ahli ikan) setempat, Dr. J.L.B. Smith kemudian mendeskripsi ikan tersebut dan menerbitkan artikelnya di jurnal Nature pada tahun 1939. Ia memberi nama Latimeria chalumnae kepada ikan jenis baru tersebut, untuk mengenang sang kurator museum dan lokasi penemuan ikan itu.
Pencarian lokasi tempat tinggal ikan purba itu selama belasan tahun berikutnya kemudian mendapatkan perairan Kepulauan Komoro di Samudera Hindia sebelah barat sebagai habitatnya, di mana beberapa ratus individu diperkirakan hidup pada kedalaman laut lebih dari 150 m. Di luar kepulauan itu, sampai tahun 1990an beberapa individu juga tertangkap di perairan Mozambique, Madagaskar, dan juga Afrika Selatan. Namun semuanya masih dianggap sebagai bagian dari populasi yang kurang lebih sama.
Pada tahun 1998, enampuluh tahun setelah ditemukannya fosil hidup coelacanth Komoro, seekor ikan raja laut tertangkap jaring nelayan di perairan Pulau Manado Tua, Sulawesi Utara. Ikan ini sudah dikenal lama oleh para nelayan setempat, namun belum diketahui keberadaannya di sana oleh dunia ilmu pengetahuan. Ikan raja laut secara fisik mirip coelacanth Komoro, dengan perbedaan pada warnanya. Yakni raja laut berwarna coklat, sementara coelacanth Komoro berwarna biru baja.
Ikan raja laut tersebut kemudian dikirimkan kepada seorang peneliti Amerika yang tinggal di Manado, Mark Erdmann, bersama dua koleganya, R.L. Caldwell dan Moh. Kasim Moosa dari LIPI. Penemuan ini kemudian dipublikasikan di jurnal ilmiah Nature. Maka kini orang mengetahui bahwa ada populasi coelacanth yang kedua, yang terpisah menyeberangi Samudera Hindia dan pulau-pulau di Indonesia barat sejauh kurang-lebih 10.000 km. Belakangan, berdasarkan analisis DNA-mitokondria dan isolasi populasi, beberapa peneliti Indonesia dan Prancis mengusulkan ikan raja laut sebagai spesies baru Latimeria menadoensis.
Dua tahun kemudian ditemukan pula sekelompok coelacanth yang hidup di perairan Kawasan Lindung Laut (Marine Protected Areas) St. Lucia di Afrika Selatan. Orang kemudian menyadari bahwa kemungkinan masih terdapat populasi-populasi coelacanth yang lain di dunia, termasuk pula di bagian lain Nusantara, mengingat bahwa ikan ini hidup terisolir di kedalaman laut, terutama di sekitar pulau-pulau vulkanik. Hingga saat ini status taksonomi coelacanth yang baru ini masih diperdebatkan.
Pada bulan Mei 2007, seorang nelayan Indonesia menangkap seekor coelacanth di lepas pantai Provinsi Sulawesi Utara. Ikan ini memiliki ukuran sepanjang 131 centimeter dengan berat 51 kg ketika ditangkap.
Coelacanth memiliki ciri khas ikan-ikan purba, ekornya berbentuk seperti sebuah kipas, matanya yang besar, dan sisiknya yang terlihat tidak sempurna (seperti batu). Di Bunaken pernah ditemukan seekor coelacanth hidup berenang dengan bebasnya. Ukurannya kira-kira 2/3 tubuh orang dewasa dan tubuhnya berwarna ungu gelap ,.

4) Klasifikasi Ilmiah
Kerajaan: Animalia, Filum: Chordata, Kelas: Sarcopterygii, Upakelas: Actinistia, Infrakelas: Coelacanthimorpha, Ordo: Coelacanthiformes

Sumber:

Minggu, 28 Agustus 2011

Organisme “Fosil Hidup”

1) Definisi Fosil
Fosil T-Rex
Fosil (bahasa Latin: fossa yang berarti "menggali keluar dari dalam tanah") adalah sisa-sisa atau bekas-bekas makhluk hidup yang menjadi batu atau mineral. Untuk menjadi fosil, sisa-sisa hewan atau tanaman ini harus segera tertutup sedimen. Oleh para pakar dibedakan beberapa macam fosil. Ada fosil batu biasa, fosil yang terbentuk dalam batu ambar, fosil ter, seperti yang terbentuk di sumur ter La Brea di Kalifornia. Hewan atau tumbuhan yang dikira sudah punah tetapi ternyata masih ada disebut fosil hidup. Fosil yang paling umum adalah kerangka yang tersisa seperti cangkang, gigi dan tulang. Fosil jaringan lunak sangat jarang ditemukan.Ilmu yang mempelajari fosil adalah paleontologi, yang juga merupakan cabang ilmu yang direngkuh arkeologi. Secara singkat definisi dari fosil harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: (a) Sisa-sisa organisme. (b) Terawetkan secara alamiah. (c) Pada umumnya padat/kompak/keras. (d) Berumur lebih dari 11.000 tahun.
Contoh organisme yang pernah hidup di bumi pada masa lalu, dan hanya diketahui pernah hidup dari fosilnya adalah Dinosaurus.  Fosilisasi merupakan proses penimbunan sisa-sisa hewan atau tumbuhan yang terakumulasi dalam sedimen atau endapan-endapan baik yang mengalami pengawetan secara menyeluruh, sebagian ataupun jejaknya saja. Terdapat beberapa syarat terjadinya pemfosilan yaitu antara lain: (a) Organisme mempunyai bagian tubuh yang keras. (b) Mengalami pengawetan. (c) Terbebas dari bakteri pembusuk. (d) Terjadi secara alamiah. (e) Mengandung kadar oksigen dalam jumlah yang sedikit. (f) Umurnya lebih dari 10.000 tahun yang lalu.

2) Definisi Fosil Hidup
Ikan Coelacanth
Istilah "fosil hidup" adalah istilah yang digunakan suatu spesies hidup yang menyerupai sebuah spesies yang hanya diketahui dari fosil. Beberapa fosil hidup antara lain ikan coelacanth, dan pohon ginkgo. Fosil hidup juga dapat mengacu kepada sebuah spesies hidup yang tidak memiliki spesies dekat lainnya atau sebuah kelompok kecil spesies dekat yang tidak memiliki spesies dekat lainnya. Contoh dari kriteria terakhir ini adalah nautilus.

3) Contoh beberapa Organisme yang dikenal sebagai "fosil hidup".

B) Tanaman: (1) Amborellaceae - tanaman dari Kaledonia Baru, mungkin paling dekat dengan tanaman berbunga. (2) Araucaria araucana - pohon Puzzle Monyet. (3) Sikas. (4) pohon Ginkgo (Ginkgoaceae). (5) Equisetum Horsetails - (Equisetaceae). (6) Metasequoia - Dawn Redwood (Cupressaceae; berkaitan dengan Sequoia dan Sequoiadendron ). (7) pohon Sciadopitys (Sciadopityaceae). (8) pohon Liquidambar (Altingiaceae). (9) Psilotum Kocok pakis (Psilotaceae). (10) Welwitschia (Welwitschiaceae). (11) pohon Wollemia ( Araucariaceae, berkaitan dengan Agathis dan Araucaria )

C) Jamur: Neolecta

D) Hewan Mamalia: (1) Aardvark (Orycteropus afer). (2) Kelinci Amami (Pentalagus furnessi. (3) Chevrotain (Tragulidae). (4) Siprus Mouse (Mus cypriacus). (5) Gajah pemarah (Macroscelidea). (6) Koala (Phascolarctos cinereus). (7) Tikus Batu Laos  (meneliti Laonastes aenigmamus. (8) Macan Kumbang ( Singa , Macan tutul , dan kerabat lainnya). (9) kucing Iriomote  (Prionailurus iriomotensis. . (10) Lynx kuno. (11) Monito del Monte (Dromiciops gliroides). (12) monotremes ( platipus ). (13) Okapi (Okapia johnstoni). (14) Panda Merah (Ailurus fulgens). (15) Panda raksasa (Ailuropoda melanoleuca). (16) Badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis)

E) Hewan Burung : (1) Acanthisittidae keturunan Passeriformes. (2) Sapayoa (Sapayoa aenigma) keturunan Tyranni. (3) Bearded Reedling (Panurus biarmicus) keturunan Passerida atau Sylvioidea. (4) Coliiformes (mousebirds) keturunan Neoaves. (5) Hoatzin (Ophisthocomus hoazin) keturunan Neoaves. (6) Magpie Goose (Anseranas semipalmata) keturunan Anseriformes. (7) Seriema (Cariamidae) keturunan Cariamae.  (8) Condor Andes (Vultur gryphus) dan Condor California (Gymnogyps californianus) keturunan Vultures Dunia Baru. (9) Osprey (Pandion haliaetus) dan Northern Crested Caracara (Caracara plancus) keturunan dari Raptor.

F) Reptil:  (1) Alligator Snapping Penyu (Macrochelys temminckii ). (2) Crocodilia (buaya). (3) Komodo (Varanus komodoensis). (4) penyu berhidung Babi  (Carettochelys insculpta). (5) Penyu Snapping (Chelydra serpentina). (6) Tuatara (sphenodon punctatus dan sphenodon guntheri )

G) Amfibi: (1) Salamander raksasa (Cryptobranchus, dan Andrias). (2) katak Ungu  (Nasikabatrachus sahyadrensis)

H) Ikan tanpa rahang(1) Hagfish (Myxinidae). (2) lamprey Brook Utara  (Ichthyomyzon fossor)

I) Ikan Bertulang Sejati: (1)  Arowana dan Arapaima (Osteoglossidae. (2) Bowfin (AMIA calva). (3) Coelacanth (terdiri dari Latimeria menadoensis dan Latimeria chalumnae). (4) Gar (Lepisosteidae. (5) lungfish Queensland  (Neoceratodus fosteri). (6) Ikan sturgeon dan Paddlefish (Acipenseriformes). (7) Bichir (Polypteridae) . (8) Protoanguilla Palau

J) Ikan Bertulang Rawan (Hiu):  (1) hiu Blind  (Brachaelurus waddi). (2) hiu Bullhead  (Heterodontus sp.). (3) hiu Gajah  (Callorhinchus milii). (4) Hiu berjumbai (Chlamydoselachus sp.). (5) Goblin Shark (Mitsukurina owstoni. (6) Gulper Shark (Centrophorus sp.)

L) Crustacea: (1) Glypheoidea (Neoglyphea inopinata dan Laurentaeglyphea neocaledonica). (2) Stomatopods (belalang udang). (3) Triops cancriformis).

N) Invertebrata Lain: (1) crinoid. (2) Kepiting Horseshoe. (3) Lingula anatina (4) Liphistiidae (laba-laba pintu jebakan). (5) Onychophorans. (6) Valdiviathyris quenstedti. (7) Paleodictyon.

Sumber: