Tampilkan postingan dengan label Objek IPA dan Pengamatannya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Objek IPA dan Pengamatannya. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 Januari 2021

Besaran Turunan


Besaran-besaran yang dapat diukur selain 7 (tujuh) besaran pokok, juga termasuk besaran turunan. Disebut besaran turunan karena besaran-besaran tersebut dapat diturunkan dari besaran-besaran pokoknya. Misalnya, luas ruang kelasmu. Jika ruang kelasmu berbentuk persegi, maka luasnya merupakan hasil perkalian  panjang dengan lebar. Perhatikan, bahwa panjang dan lebar merupakan besaran  pokok panjang. Dalam SI, panjang diukur dengan satuan meter (m). Luas dalam SI memiliki satuan meter x meter,  atau  meter  persegi  (m2). Contoh besaran turunan yang lainnya adalah volume, konsentrasi larutan, dan laju pertumbuhan.


a. Luas


Untuk benda yang berbentuk persegi, contohnya papan tulis, luas benda  dapat  ditentukan dengan mengalikan  hasil pengukuran panjang  dengan lebarnya.

luas persegi dihitung dengan mengalikan panjang dan lebar
Luas persegi dihitung dengan mengalikan panjang dan lebar


b. Volume

Misalnya, kamu mempunyai  dua  wadah,  yakni kaleng besar  dan kaleng  kecil. Jika dipergunakan untuk  menampung air, kaleng besar  pasti  dapat  menampung air lebih  banyak. Hal tersebut terkait dengan besarnya ruangan yang terisi oleh materi, biasanya disebut  volume. Jika volume suatu benda  lebih besar, maka benda  itu dapat menampung materi lebih banyak dibandingkan benda lain yang volumenya lebih kecil. Volume merupakan besaran turunan yang berasal dari besaran pokok panjang.

Volume benda berbentuk balok ditentukan dengan mengalikan panjang, lebar, dan tinggi
Volume benda berbentuk balok ditentukan dengan mengalikan panjang, lebar, dan tinggi

Volume benda padat yang bentuknya teratur,  contohnya  balok,  dapat   ditentukan dengan mengukur terlebih dahulu panjang, lebar, dan tingginya, kemudian mengalikannya. Jika kamu mengukur panjang, lebar, dan tinggi balok  menggunakan satuan sentimeter (cm), maka volume  balok yang diperoleh dalam satuan  sentimeter  kubik (cm3). Jika, panjang, lebar, dan tinggi diukur dalam satuan meter (m), maka volume yang diperoleh satuannya meter kubik (m3).

Mengukur volume zat cair dengan gelas ukur
Mengukur volume zat cair dengan gelas ukur

Bagaimana cara menentukan volume suatu zat cair? Zat cair tidak memiliki bentuk yang tetap. Bentuk zat cair selalu mengikuti bentuk  wadahnya.  Oleh karena  itu, jika zat cair dituangkan  ke dalam gelas ukur, seperti ditunjukkan  Gambar, ruang gelas ukur yang terisi zat cair sama dengan volume zat cair tersebut. Volume zat cair dapat  dibaca pada skala sesuai ketinggian permukaan zat cair di dalam gelas ukur tersebut.

Seperti  yang  kamu  lihat pada  Gambar, hasil pembacaan volume  air dengan gelas ukur di atas memiliki satuan  mL, kependekan dari mililiter.

Dalam kehidupan  sehari-hari, volume zat cair biasanya dinyatakan dalam satuan mililiter (mL) atau liter (L).

1 L  = 1 dm3               

1 L  = 1.000 mL               

1 mL = 1 cm3


c. Konsentrasi Larutan

Misalnya, kamu membuat larutan gula dengan memasukkan gula ke dalam  air, kemudian  kamu cicipi. Jika kurang manis, kamu dapat  menambahkan gula lagi. Makin banyak gula yang ditambahkan, makin manis rasa larutan itu.

Contoh Larutan
Contoh Larutan

Selain rasa manis yang bersifat kualitatif (hasil indra pengecap),  adakah besaran yang dapat digunakan untuk menggambarkan banyaknya gula dan air di dalam larutan tersebut? Salah satu besaran  yang dapat digunakan adalah konsentrasi larutan (K). Ada banyak cara untuk merumuskan konsentrasi larutan. Pada contoh larutan tersebut, konsentrasi dapat dirumuskan sebagai massa gula (zat terlarut) dibagi volume air (zat pelarut), yaitu:

konsentrasi dapat dirumuskan sebagai massa gula (zat terlarut) dibagi volume air (zat pelarut)


d. Laju Pertumbuhan

Besaran panjang dan waktu dapat digunakan untuk menentukan pertumbuhan tanaman. Misalkan, kamu  menanam jagung. Pada pengukuran awal, diperoleh tinggi tanaman 20 cm. Dalam waktu 10 hari, tingginya menjadi 60 cm.

laju pertumbuhan tanaman jagung
Laju pertumbuhan tanaman jagung

Kamu dapat menentukan laju pertumbuhan jagung tersebut dengan perhitungan sebagai berikut:

Rumus laju pertumbuhan

Sumber:

Ilmu Pengetahuan Alam. SMP/MTs Kelas VII Semester 1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Edisi Revisi Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2017.

Baca juga

OBJEK IPA DAN PENGAMATANNYA

01

Penyelidikan IPA

02

Pengukuran sebagai Bagian dari Pengamatan

03

Sistem Satuan Internasional

04

Besaran Pokok

05

Besaran Turunan

06

Massa Jenis Suatu Zat

07

Membaca Alat Ukur


Minggu, 10 Januari 2021

Besaran Pokok

 

Pada kegiatan sebelumnya, kamu telah menyimpulkan bahwa dalam kegiatan pengukuran perlu menggunakan satuan baku, yaitu satuan yang disepakati bersama. Besaran yang satuannya didefinisikan disebut besaran pokok. Besaran pokok ada 3, yaitu panjang, massa, dan waktu.


a. Panjang

Dalam IPA, panjang menyatakan jarak antara dua titik. Misalnya, panjang papan  tulis adalah jarak antara titik pada ujung-ujung  papan  tulis, panjang  bayi yang baru lahir adalah jarak dari ujung kaki sampai ujung kepala bayi itu.

Panjang menggunakan satuan dasar (SI) meter (m). Satu meter standar (baku) sama  dengan jarak yang ditempuh cahaya dalam ruang hampa selama 1/299.792.458 sekon. Untuk keperluan sehari-hari telah dibuat alat-alat pengukur panjang tiruan dari meter standar, seperti terlihat pada Gambar di bawah ini. 

 

Alat ukur panjang (a) pita ukur; (b) meteran gulung; (c) mistar; (d) jangka sorong
Alat ukur panjang (a) pita ukur; (b) meteran gulung; (c) mistar; (d) jangka sorong

Selain meter, panjang juga dinyatakan dalam satuan-satuan yang lebih besar atau lebih kecil dari meter dengan cara menambahkan awalan-awalan seperti tercantum dalam Tabel dibawah ini. 

Awalan Satuan SI dan Kelipatannya
Awalan Satuan SI dan Kelipatannya

Berdasarkan Tabel tersebut di atas, maka dapat dikatakan bahwa:

1 kilometer (km) = 1.000 meter (m)

1 sentimeter (cm) = 1/100 meter (m) atau 0,01 m

Sebaliknya, diperoleh

1 m = 1/1.000 km = 0,001 km

1 m = 100 cm

Perhatikan Gambar beberapa alat pengukur panjang, misalnya pita ukur atau metlin, penggaris atau mistar, jangka sorong, dan meteran gulung. Meteran gulung dan penggaris mampu mengukur paling kecil hingga 1 mm, tetapi jangka sorong mampu mengukur sampai 0,1 mm.

Dalam melakukan pengukuran, perhatikan posisi nol alat ukur. Untuk pengukuran panjang, ujung awal benda berimpit dengan angka nol pada alat ukur. Selain itu, posisi mata harus tegak lurus dengan skala yang ditunjuk. Hal ini untuk menghindari kesalahan hasil pembacaan pengukuran. 

Dalam pembacaan skala, posisi mata harus tegak lurus dengan skala
Dalam pembacaan skala, posisi mata harus tegak lurus dengan skala


b. Massa

Setiap benda tersusun dari materi. Jumlah materi yang terkandung dalam suatu benda disebut massa benda. Dalam SI, massa diukur dalam satuan kilogram (kg). Misalnya, massa tubuhmu 52 kg, massa seekor kelinci 3 kg, massa sekantong gula 1 kg.

Dalam kehidupan sehari-hari, orang menggunakan istilah “berat” untuk massa. Namun sesungguhnya, massa tidak sama dengan berat. Massa suatu benda  ditentukan oleh kandungan materinya  dan tidak mengalami  perubahan meskipun kedudukannya berubah. Sebaliknya, berat  sangat  bergantung pada kedudukan di mana benda tersebut berada. Mengapa? Karena benda akan memiliki gravitasi yang berbeda di tempat yang berbeda. Sebagai contoh, saat astronot berada di bulan, beratnya tinggal 1/6 dari berat dia saat di bumi.

Dalam SI, massa menggunakan satuan dasar kilogram (kg), sedangkan berat menggunakan satuan  Newton  (N). Satu kilogram standar  (baku) sama  dengan massa   sebuah   silinder  yang  terbuat  dari  campuran   platinumiridium   yang disimpan di Sevres, Paris, Prancis. Massa 1 kg setara dengan 1 liter air pada suhu 40C.

Satu kilogram standar
Satu kilogram standar

Massa suatu benda dapat diukur dengan  neraca lengan, sedangkan berat diukur dengan neraca pegas. Neraca lengan dan neraca pegas termasuk jenis neraca mekanik. Sekarang banyak digunakan jenis neraca lain yang lebih praktis, yaitu neraca digital.

Pada neraca digital, hasil pengukuran massa langsung dapat diketahui, karena muncul dalam bentuk angka dan satuannya. Selain kilogram (kg), massa benda   juga dinyatakan dalam satuan-satuan lain. Misalnya, gram (g) dan miligram (mg) untuk massa-massa yang kecil; ton (t) dan kuintal (kw) untuk massa-massa yang besar.      

1 ton = 10 kw = 1.000 kg     

1 kg = 1.000 g     

1 g = 1.000 mg

Untuk menimbang massa benda dengan neraca Ohauss, ikutilah langkah-langkah pada gambar di bawah ini

Cara mengukur massa benda dengan neraca Ohauss
Cara mengukur massa benda dengan neraca Ohauss

Contoh hasil pengukuran massa benda adalah sebagai berikut:

Hasil pengukuran benda dengan neraca OHaus
Hasil pengukuran benda dengan neraca OHaus

Massa benda = 100 g + 90 g + 7,5 g = 197,5 g


c. Waktu

Waktu adalah selang antara dua kejadian atau dua peristiwa. Misalnya, waktu hidup seseorang  dimulai sejak ia dilahirkan hingga meninggal, waktu perjalanan diukur  sejak mulai bergerak  sampai  dengan akhir gerak (berhenti). Waktu dapat  diukur dengan jam tangan  atau stopwatch seperti terlihat pada Gambar berikut.

Alat pengukur waktu (a) Jam tangan; (b) Stopwatch
Alat pengukur waktu (a) Jam tangan; (b) Stopwatch


Satuan SI untuk waktu adalah detik atau sekon (s). Satu sekon standar (baku) adalah waktu yang dibutuhkan atom Cesium untuk bergetar 9.192.631.770 kali. Berdasarkan jam atom  ini, hasil pengukuran waktu dalam selang waktu 300 tahun tidak akan bergeser lebih dari satu sekon. Untuk peristiwa-peristiwa yang selang terjadinya cukup lama, waktu dinyatakan  dalam  satuan-satuan yang  lebih  besar, misalnya  menit, jam, hari, bulan, tahun, dan abad.

1 hari = 24 jam

1 jam = 60 menit

1 menit = 60 sekon

Untuk kejadian-kejadian yang cepat sekali, dapat digunakan satuan milisekon (ms) dan mikrosekon (µs).

Berdasarkan uraian di atas, dapat  disimpulkan bahwa  panjang, massa, dan waktu merupakan  besaran pokok. Berdasarkan hasil Konferensi Umum mengenai Berat dan Ukuran ke-14 tahun 1971, Sistem Internasional disusun mengacu  pada tujuh  besaran  pokok  seperti tercantum pada Tabel dibawah ini. Empat  besaran  pokok  yang  lain akan dipelajari pada bab-bab berikutnya.

Besaran Pokok dan Satuannya dalam SI
Besaran Pokok dan Satuannya dalam SI


Penerapan Penggunaan Alat Ukur dalam Kehidupan Sehari-hari

Alat-alat ukur yang sudah kamu pelajari hanya dapat digunakan untuk mengukur benda berukuran kecil. Kamu mengetahui, betapa besar dan luasnya alam semesta ciptaan Tuhan Yang Maha Esa ini. Benda-benda ciptaan-Nya ada yang berukuran sangat kecil (mikroskopis), tetapi ada juga yang berukuran sangat besar (makroskopis).

Sebagai makhluk ciptaan-Nya yang paling sempurna, kamu harus mampu menjelajah alam mikroskopis maupun makroskopis. Keterbatasan indra yang dimiliki manusia disempurnakan dengan akal  pikiran, sehingga manusia  mampu menemukan cara mengamati dan mengukur benda-benda yang tidak terlihat dengan mata dan benda-benda yang sangat  jauh.

Kamu mungkin pernah diajak orangtuamu pergi ke pasar. Di sana, orangtuamu membeli beberapa barang, misalnya gula pasir, buah- buahan atau kacang-kacangan. Dalam hal ini, pedagang akan menimbang barangbarang yang dibeli. Tidak semua pedagang jujur. Misalnya, tidak  semua pedagang menera (mengkalibrasi) secara rutin timbangannya. Akibatnya, dapat terjadi barang yang ditimbang tidak sesuai dengan nilai yang  seharusnya.  Contohnya, gula yang seharusnya 1 kg, ternyata gula yang ada hanya 950 gram.

Berdasarkan hasil pembelajaran, berbagai besaran pada benda-benda, baik benda hidup maupun benda tak hidup jika diukur ternyata  memiliki nilai beragam. Sebagai contoh,  ada pohon  yang tinggi dan ada  pohon  yang  pendek, ada  kucing  yang ekornya panjang dan ada yang berekor pendek. 

Sumber:

Ilmu Pengetahuan Alam. SMP/MTs Kelas VII Semester 1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Edisi Revisi Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2017.

Baca juga

OBJEK IPA DAN PENGAMATANNYA

01

Penyelidikan IPA

02

Pengukuran sebagai Bagian dari Pengamatan

03

Sistem Satuan Internasional

04

Besaran Pokok

05

Besaran Turunan

06

Massa Jenis Suatu Zat

07

Membaca Alat Ukur

Selasa, 05 Januari 2021

Pengukuran sebagai Bagian dari Pengamatan


Pengamatan objek dengan menggunakan indra merupakan kegiatan yang penting untuk menghasilkan deskripsi suatu benda. Akan tetapi, seringkali pengamatan seperti itu tidak cukup. Kamu memerlukan pengamatan yang memberikan hasil yang pasti ketika dikomunikasikan kepada orang lain. Contoh, pernahkah kamu pergi ke penjahit untuk minta dibuatkan baju? Bagaimana penjahit  dapat membuatkan baju dengan ukuran yang tepat? Atau, pernahkah kamu melihat orang berjual beli buah, misalnya duku? Bagaimanakah menentukan banyaknya duku secara akurat? Semua peristiwa di atas terkait dengan kegiatan pengukuran. Pada bagian  ini, kamu akan mendiskusikan  dan  melakukan  berbagai  kegiatan pengukuran dengan menggunakan alat ukur yang sesuai.


A. Pengukuran dengan Satuan Tidak Baku

Mengukur merupakan kegiatan penting dalam kehidupan dan kegiatan  utama di dalam IPA. Contoh, kamu hendak mendeskripsikan suatu benda, misalnya mendeskripsikan dirimu. Kemungkinan besar kamu akan menyertakan tinggi badan, umur, massa tubuh, dan lain-lain. Tinggi badan, umur, dan massa tubuh merupakan sesuatu yang dapat diukur. Segala sesuatu yang dapat diukur disebut besaran.

Seperti yang telah kamu lakukan, mengukur merupakan kegiatan membandingkan suatu besaran yang diukur dengan besaran sejenis yang dipakai sebagai satuan. Misalnya, kamu melakukan pengukuran panjang meja dengan jengkalmu. Dengan demikian, kamu harus membandingkan panjang meja dengan panjang jengkalmu. Jengkalmu digunakan sebagai satuan pengukuran. Misalnya, hasil pengukurannya yaitu panjang meja sama dengan 6 jengkal.

Misalnya, ada 3 temanmu melakukan  pengukuran panjang  meja yang sama, tetapi dengan jengkal masing-masing. Hasilnya, sebagai berikut: (a) Panjang meja = 6 jengkal Andrian; (b) Panjang meja = 5,5 jengkal Edo; (c) Panjang meja = 7 jengkal Emi.

Mengapa hasil ketiga pengukuran itu berbeda? Jelaskan. Sekarang bayangkan, apa yang terjadi jika setiap pengukuran di dunia ini menggunakan satuan yang berbeda-beda, misalnya jengkal? Ketika kamu memesan baju ke penjahit dengan panjang lengan 3 jengkal, kemungkinan besar hasilnya tidak akan sesuai dengan keinginanmu. Mengapa? Karena penjahit itu menggunakan jengkalnya. 

Depa adalah contoh Pengukuran tidak baku
Depa adalah contoh Pengukuran tidak baku

Demikian juga, jika satuan yang digunakan adalah  depa, seperti Gambar di atas. Oleh karena itu, diperlukan satuan yang disepakati  bersama untuk semua orang. Satuan yang disepakati ini disebut satuan baku.


B. Pengukuran dengan Satuan Baku

Mungkin kamu pernah mendengar satuan sentimeter, kilogram, dan detik. Satuan-satuan tersebut adalah contoh satuan baku dalam Sistem Internasional (SI). Setelah tahun 1700, sekelompok ilmuwan menggunakan sistem ukuran yang dikenal dengan nama Sistem Metrik. Pada tahun 1960, Sistem Metrik dipergunakan dan diresmikan sebagai Sistem Internasional. Penamaan ini berasal dari bahasa Prancis, Le Systeme Internationale d’Unites. 

Mistar adalah contoh Pengukuran Baku
Mistar adalah contoh Pengukuran Baku

Dalam satuan SI, setiap jenis ukuran memiliki satuan dasar, contohnya panjang memiliki satuan dasar meter. Untuk hasil pengukuran yang lebih besar atau lebih  kecil dari meter, dapat digunakan  awalan-awalan, seperti ditunjukkan dalam Tabel Awalan Satuan berikut: 

Awalan Satuan SI dan Kelipatannya
Awalan Satuan SI dan Kelipatannya

Penggunaan awalan ini untuk memudahkan dalam berkomunikasi karena angkanya menjadi lebih sederhana. Misalnya, untuk menyebutkan 20.000 meter dapat dipermudah menjadi 20 kilometer. Nilai kelipatan awalan tersebut menjangkau objek yang sangat  kecil hingga objek yang sangat besar. Contoh objek yang sangat kecil adalah atom, molekul, dan virus. Contoh objek yang sangat besar adalah galaksi.

Sistem Internasional lebih mudah digunakan karena disusun berdasarkan kelipatan bilangan 10, seperti ditunjukkan pada Tabel Penggunaan awalan  di depan satuan dasar SI menunjukkan bilangan 10 berpangkat yang dipilih. Misalnya, awalan kilo berarti 103 atau 1.000. Berarti, 1 kilometer sama dengan 1.000 meter. Contoh lain, pembangkit listrik menghasilkan daya 500 Mega watt yang berarti sama dengan 500.000.000 watt. Jadi, penulisan  awalan menyederhanakan angka hasil pengukuran, sehingga mudah dikomunikasikan ke pihak lain. Pengukuran  yang baik dan tepat memerlukan  alat ukur yang sesuai.


Besaran dan Satuan pada Mikroorganisme

Bakteri memiliki panjang sampai dengan 10 µm. Virus memiliki panjang sampai dengan 100 nm. Berdasarkan data tersebut, manakah yang berukuran lebih panjang, bakteri atau virus?

Jawab: 1 mikro meter = 10-6 meter, dan 1 nano meter = 10-9 meter.

Jadi Bakteri 10 µm = 10-5 m

Ukuran virus 100 nm = 10-7 m


Pengukuran Jarak pada Benda Langit

Benda-benda langit terletak berjauhan satu dengan yang lain. Satuan yang digunakan untuk menyatakan jarak benda-benda langit adalah Satuan Astronomi (SA) dan tahun cahaya.

1 SA = jarak Bumi dan Matahari = 150 juta km

1 tahun cahaya = jarak tempuh cahaya selama satu tahun = 9,5 trilyun km

Satuan Astronomi Jarak Bumi dan Pluto adalah 5.900 juta km. Berapakah jarak tersebut dalam satuan astronomi?

Jawab: jarak Pluto adalah 5.900.000.000 km : 150.000.000 km =  39 SA

Sumber:

Ilmu Pengetahuan Alam. SMP/MTs Kelas VII Semester 1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Edisi Revisi Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2017.

Baca juga

OBJEK IPA DAN PENGAMATANNYA

01

Penyelidikan IPA

02

Pengukuran sebagai Bagian dari Pengamatan

03

Sistem Satuan Internasional

04

Besaran Pokok

05

Besaran Turunan

06

Massa Jenis Suatu Zat

07

Membaca Alat Ukur


Jumat, 01 Januari 2021

Penyelidikan IPA


Para ilmuwan atau scientist mempelajari hal-hal yang terjadi di sekitarmu dengan cara melakukan serangkaian penelitian dengan sangat cermat dan hati-hati. Dengan cara seperti itu, para ilmuwan dapat menjelaskan apa dan mengapa sesuatu yang ada di alam sekitar dapat terjadi, serta memperkirakan sesuatu  yang terjadi saat ini maupun saat yang akan datang. Hasil temuan mereka dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan hidup manusia. 

Hasil temuan dalam bidang teknologi yang ada di alam sekitar seperti komputer, televisi, biji jagung hibrida, pupuk, dan sebagainya. Pada bagian ini, kamu akan mempelajari apa yang diselidiki dalam IPA, bagaimana melakukan pengamatan dan mempelajari pengukuran sebagai bagian dari pengamatan. Langkah awal untuk mempelajari benda-benda di sekitar kita dapat dilakukan melalui pengamatan (observasi). 

Penyelidikan ilmiah IPA melibatkan sejumlah proses yang harus dikuasai, antara lain seperti berikut:

  1. Pengamatan. Menggunakan pancaindra, termasuk melakukan pengukuran dengan alat ukur yang sesuai. Pengamatan dilakukan untuk mengumpulkan data dan informasi.
  2. Membuat Inferensi. Merumuskan penjelasan berdasarkan pengamatan. Penjelasan ini digunakan untuk menemukan pola-pola atau hubungan antaraspek yang diamati dan membuat perkiraan.
  3. Mengomunikasikan. Mengomunikasikan hasil penyelidikan baik lisan maupun tulisan. Hal yang dikomunikasikan termasuk data yang disajikan dalam bentuk tabel, grafik, bagan, dan gambar yang relevan.

Keterampilan melakukan pengamatan dan mencoba menemukan hubungan- hubungan yang diamati secara sistematis seperti yang telah kamu lakukan sangatlah  penting. Dengan  keterampilan ini, kamu dapat mengetahui bagaimana mengumpulkan fakta dan  menghubungkan fakta-fakta untuk  membuat suatu penafsiran  atau  kesimpulan.  Keterampilan  ini  juga  merupakan   keterampilan belajar sepanjang hayat  yang dapat  digunakan  bukan  saja untuk  mempelajari berbagai macam ilmu, tetapi juga dapat digunakan  dalam kehidupan  sehari-hari.

Gambar model atom dan gambar galaksi
Gambar model atom dan gambar galaksi

Perhatikan gambar model atom yang diperbesar dan gambar galaksi yang diperkecil di atas. Keduanya terdapat kemiripan sistem (fenomena). Objek yang dipelajari dalam IPA meliputi seluruh benda di alam dengan segala interaksinya untuk dipelajari pola-pola keteraturannya.

Objek pengamatan IPA dapat berupa benda yang sangat kecil (renik), misalnya bakteri, virus, bahkan partikel-partikel penyusun atom, juga dapat berupa benda-benda  yang berukuran sangat besar, misalnya lautan, bumi, matahari hingga jagat raya ini. Gambar berikut menunjukkan berbagai benda hidup dan lingkungannya yang dapat dijadikan objek pengamatan di dalam IPA.

(a) Virus, (b)  Akar Pohon, (c) Ekosistem Laut
(a) Virus, (b)  Akar Pohon, (c) Ekosistem Laut 

Pada saat ini, penyelidikan tentang alam telah menghasilkan kumpulan pengetahuan yang demikian kompleks. Untuk memudahkan, pengetahuan-pengetahuan tersebut digolongkan menjadi empat (4), yaitu sebagai berikut. 

  1. Fisika, mempelajari  tentang aspek  mendasar alam,  misalnya  materi, energi, gaya, gerak, panas, cahaya, dan berbagai gejala alam fisik lainnya. 
  2. Kimia, meliputi penyelidikan tentang penyusun  dan perubahan zat. 
  3. Biologi, mempelajari  tentang sistem kehidupan  mulai dari ukuran renik sampai dengan lingkungan yang sangat luas. 
  4. Ilmu Bumi dan Antariksa, mempelajari  asal mula bumi, perkembangan dan keadaan saat ini, bintang-bintang,  planet-planet,  dan  berbagai benda langit lainnya.


Sumber:

Ilmu Pengetahuan Alam. SMP/MTs Kelas VII Semester 1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Edisi Revisi Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2017.


Baca juga

OBJEK IPA DAN PENGAMATANNYA

01

Penyelidikan IPA

02

Pengukuran sebagai Bagian dari Pengamatan

03

Sistem Satuan Internasional

04

Besaran Pokok

05

Besaran Turunan

06

Massa Jenis Suatu Zat

07

Membaca Alat Ukur