Jumat, 15 Januari 2021

Besaran Turunan


Besaran-besaran yang dapat diukur selain 7 (tujuh) besaran pokok, juga termasuk besaran turunan. Disebut besaran turunan karena besaran-besaran tersebut dapat diturunkan dari besaran-besaran pokoknya. Misalnya, luas ruang kelasmu. Jika ruang kelasmu berbentuk persegi, maka luasnya merupakan hasil perkalian  panjang dengan lebar. Perhatikan, bahwa panjang dan lebar merupakan besaran  pokok panjang. Dalam SI, panjang diukur dengan satuan meter (m). Luas dalam SI memiliki satuan meter x meter,  atau  meter  persegi  (m2). Contoh besaran turunan yang lainnya adalah volume, konsentrasi larutan, dan laju pertumbuhan.


a. Luas


Untuk benda yang berbentuk persegi, contohnya papan tulis, luas benda  dapat  ditentukan dengan mengalikan  hasil pengukuran panjang  dengan lebarnya.

luas persegi dihitung dengan mengalikan panjang dan lebar
Luas persegi dihitung dengan mengalikan panjang dan lebar


b. Volume

Misalnya, kamu mempunyai  dua  wadah,  yakni kaleng besar  dan kaleng  kecil. Jika dipergunakan untuk  menampung air, kaleng besar  pasti  dapat  menampung air lebih  banyak. Hal tersebut terkait dengan besarnya ruangan yang terisi oleh materi, biasanya disebut  volume. Jika volume suatu benda  lebih besar, maka benda  itu dapat menampung materi lebih banyak dibandingkan benda lain yang volumenya lebih kecil. Volume merupakan besaran turunan yang berasal dari besaran pokok panjang.

Volume benda berbentuk balok ditentukan dengan mengalikan panjang, lebar, dan tinggi
Volume benda berbentuk balok ditentukan dengan mengalikan panjang, lebar, dan tinggi

Volume benda padat yang bentuknya teratur,  contohnya  balok,  dapat   ditentukan dengan mengukur terlebih dahulu panjang, lebar, dan tingginya, kemudian mengalikannya. Jika kamu mengukur panjang, lebar, dan tinggi balok  menggunakan satuan sentimeter (cm), maka volume  balok yang diperoleh dalam satuan  sentimeter  kubik (cm3). Jika, panjang, lebar, dan tinggi diukur dalam satuan meter (m), maka volume yang diperoleh satuannya meter kubik (m3).

Mengukur volume zat cair dengan gelas ukur
Mengukur volume zat cair dengan gelas ukur

Bagaimana cara menentukan volume suatu zat cair? Zat cair tidak memiliki bentuk yang tetap. Bentuk zat cair selalu mengikuti bentuk  wadahnya.  Oleh karena  itu, jika zat cair dituangkan  ke dalam gelas ukur, seperti ditunjukkan  Gambar, ruang gelas ukur yang terisi zat cair sama dengan volume zat cair tersebut. Volume zat cair dapat  dibaca pada skala sesuai ketinggian permukaan zat cair di dalam gelas ukur tersebut.

Seperti  yang  kamu  lihat pada  Gambar, hasil pembacaan volume  air dengan gelas ukur di atas memiliki satuan  mL, kependekan dari mililiter.

Dalam kehidupan  sehari-hari, volume zat cair biasanya dinyatakan dalam satuan mililiter (mL) atau liter (L).

1 L  = 1 dm3               

1 L  = 1.000 mL               

1 mL = 1 cm3


c. Konsentrasi Larutan

Misalnya, kamu membuat larutan gula dengan memasukkan gula ke dalam  air, kemudian  kamu cicipi. Jika kurang manis, kamu dapat  menambahkan gula lagi. Makin banyak gula yang ditambahkan, makin manis rasa larutan itu.

Contoh Larutan
Contoh Larutan

Selain rasa manis yang bersifat kualitatif (hasil indra pengecap),  adakah besaran yang dapat digunakan untuk menggambarkan banyaknya gula dan air di dalam larutan tersebut? Salah satu besaran  yang dapat digunakan adalah konsentrasi larutan (K). Ada banyak cara untuk merumuskan konsentrasi larutan. Pada contoh larutan tersebut, konsentrasi dapat dirumuskan sebagai massa gula (zat terlarut) dibagi volume air (zat pelarut), yaitu:

konsentrasi dapat dirumuskan sebagai massa gula (zat terlarut) dibagi volume air (zat pelarut)


d. Laju Pertumbuhan

Besaran panjang dan waktu dapat digunakan untuk menentukan pertumbuhan tanaman. Misalkan, kamu  menanam jagung. Pada pengukuran awal, diperoleh tinggi tanaman 20 cm. Dalam waktu 10 hari, tingginya menjadi 60 cm.

laju pertumbuhan tanaman jagung
Laju pertumbuhan tanaman jagung

Kamu dapat menentukan laju pertumbuhan jagung tersebut dengan perhitungan sebagai berikut:

Rumus laju pertumbuhan

Sumber:

Ilmu Pengetahuan Alam. SMP/MTs Kelas VII Semester 1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Edisi Revisi Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2017.

Baca juga

OBJEK IPA DAN PENGAMATANNYA

01

Penyelidikan IPA

02

Pengukuran sebagai Bagian dari Pengamatan

03

Sistem Satuan Internasional

04

Besaran Pokok

05

Besaran Turunan

06

Massa Jenis Suatu Zat

07

Membaca Alat Ukur


Tidak ada komentar: