A. Fungsi Ginjal
Apakah
kamu mengetahui fungsi ginjal? Ginjal berfungsi untuk menyaring darah yang
mengandung zat sisa metabolisme dari sel di seluruh tubuh. Ginjal terletak di
kanan dan kiri tulang pinggang, yaitu di dalam rongga perut pada dinding tubuh
bagian belakang (dorsal) (Gambar 9.2 a). Ginjal sebelah kiri letaknya lebih
tinggi daripada ginjal sebelah kanan. Ginjal memiliki bentuk seperti biji
kacang merah (Gambar 9.2b). Ginjal berwarna merah karena banyak darah yang masuk
ke dalam ginjal. Darah akan masuk ke dalam ginjal melalui pembuluh arteri besar
dan akan keluar dari ginjal melalui pembuluh vena besar.
Apabila
sebuah ginjal dipotong melintang, maka akan tampak tiga lapisan, seperti pada
Gambar 9.2 c. Bagian luar disebut korteks renalis atau kulit ginjal, di
bawahnya terdapat medula renalis, dan di bagian dalam terdapat rongga yang
disebut rongga ginjal atau pelvis renalis. Ginjal tersusun atas lebih kurang 1
juta alat penyaring yang disebut dengan nefron. Perhatikan Gambar 9.2 d !
Nefron
merupakan satuan struktural dan fungsional ginjal karena nefron merupakan unit
penyusun utama ginjal dan unit yang berperan penting dalam proses penyaringan
darah. Sebuah nefron terdiri atas sebuah komponen penyaring atau badan Malpighi
yang dilanjutkan oleh saluran-saluran (tubulus). Setiap badan Malpighi
mengandung gulungan kapiler darah yang disebut glomerulus yang berada dalam
kapsula Bowman. Pada bagian inilah proses penyaringan darah dimulai. Perhatikan
Gambar 9.3 agar kamu dapat melihat struktur badan Malpighi dengan lebih jelas.
![]() |
Gambar Struktur Badan Malpighi |
Medula renalis (bagian tengah ginjal) tersusun atas saluran-saluran yang merupakan kelanjutan dari badan Malpighi dan saluran yang ada di bagian korteks renalis. Saluran-saluran itu adalah tubulus proksimal, lengkung Henle, tubulus distal, dan tubulus kolektivus (pengumpul) yang terdapat pada medula. Lengkung Henle adalah saluran ginjal yang melengkung pada daerah medula yang menghubungkan tubulus proksimal dengan tubulus distal. Pelvis renalis atau rongga ginjal berfungsi sebagai penampung urine sementara sebelum dikeluarkan melalui ureter.
Tahukah
kamu, bahwa proses pembentukan urine di dalam ginjal melalui tiga tahapan?
Ketiga tahapan tersebut adalah tahap filtrasi, tahap reabsorpsi, dan tahap
augmentasi.
B. Proses Pembentukan
Urine dalam Ginjal
1. Tahap Filtrasi
![]() |
Gambar Struktur Badan Malpighi dan Proses Filtrasi |
Pembentukan
urine dimulai dari darah mengalir melalui arteri aferen ginjal
masuk ke dalam glomerulus yang tersusun atas kapiler-kapiler darah.
Ketika darah masuk ke glomerulus, tekanan darah menjadi tinggi sehingga
mendorong air dan zat-zat yang memiliki ukuran kecil keluar melalui pori-pori
kapiler, dan menghasilkan filtrat. Cairan hasil penyaringan tersebut (filtrat),
tersusun atas urobilin, urea, glukosa, air, asam amino, dan ion-ion seperti
natrium, kalium, kalsium, dan klor. Filtrat selanjutnya disimpan sementara di dalam kapsula Bowman (Gambar
9.5). Darah dan protein tetap tinggal di dalam kapiler darah karena tidak dapat
menembus pori-pori glomerulus. Filtrat yang tertampung di kapsula Bowman
disebut urine primer. Tahapan pembentukan urine primer ini disebut tahap
filtrasi.
2. Tahap Reabsorpsi
![]() |
Gambar Proses Reabsorpsi |
Urine
primer yang terbentuk pada tahap filtrasi masuk ke tubulus proksimal. Di dalam
tubulus proksimal terjadi proses penyerapan kembali zat-zat yang masih
diperlukan oleh tubuh yang disebut dengan tahap reabsorpsi. Glukosa, asam
amino, ion kalium, dan zat-zat yang masih diperlukan oleh tubuh juga diangkut
ke dalam sel dan kemudian ke dalam kapiler darah di dalam ginjal. Sedangkan
urea hanya sedikit yang diserap kembali (Gambar 9.6).
Cairan
yang dihasilkan dari proses reabsorpsi disebut urine sekunder. Urine sekunder
mengandung air, garam, urea, dan urobilin. Urobilin inilah yang memberikan
warna kuning pada urine, sedangkan urea yang menimbulkan bau pada urine. Urine
sekunder yang terbentuk dari proses reabsorpsi selanjutnya mengalir ke lengkung
Henle kemudian menuju tubulus distal. Selama mengalir dalam lengkung Henle air
dalam urine sekunder juga terus direabsorpsi.
3. Tahap Augmentasi
![]() |
Gambar Sistem dalam Pembentukan Urine |
Setelah
melalui lengkung Henle, urine sekunder sampai pada tubulus distal. Pada bagian
tubulus distal masih ada proses penyerapan
air, ion natrium, klor, dan urea. Pada tubulus distal terjadi proses
augmentasi, yaitu pengeluaran zat-zat yang tidak diperlukan tubuh ke dalam
urine sekunder. Urine sekunder yang telah bercampur dengan zat-zat sisa yang
tidak diperlukan tubuh inilah yang merupakan urine sesungguhnya. Urine tersebut
kemudian disalurkan ke pelvis renalis (rongga ginjal). Urine yang terbentuk
selanjutnya keluar dari ginjal melalui ureter, kemudian menuju kandung kemih
yang merupakan tempat menyimpan urine sementara (Gambar 9.7). Kandung kemih
memiliki dinding yang elastis. Kandung kemih mampu meregang untuk dapat
menampung sekitar 0,5 L urine.
Proses
pengeluaran urine dari dalam kandung kemih disebabkan oleh adanya tekanan di
dalam kandung kemih. Tekanan pada kandung kemih disebabkan oleh adanya sinyal
yang menunjukkan bahwa kandung kemih sudah penuh. Sinyal penuhnya kandung kemih
memicu adanya kontraksi otot perut dan otot-otot kandung kemih. Akibat
kontraksi ini urine dapat keluar dari tubuh melalui uretra.
Referensi
Ilmu Pengetahuan Alam, untuk SMP/MTs Kelas VIII Semester 2, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2017.
Baca juga:
Sistem Pengeluaran Manusia | |
01 | |
02 | |
03 | |
04 | |
05 | |
06 | |
07 | |
08 | |
09 | |
10 | |
11 |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar