Sabtu, 26 Februari 2022

Interaksi dalam Ekosistem Membentuk Suatu Pola

 

Gambar Ekosistem Padang Rumput Afrika
Gambar Ekosistem Padang Rumput Afrika 


Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk dari hubungan timbal balik antara mahkluk hidup dengan lingkungannya. Ekosistem dapat dikatakan juga suatu tatanan kesatuan secara utuh dan menyeluruh antara segenap unsur lingkungan hidup yang saling memengaruhi. Ekosistem merupakan suatu interaksi yang kompleks dan memiliki penyusun yang beragam.


1. Komponen-komponen pembentuk ekosistem

Komponen-komponen pembentuk ekosistem meliputi komponen hidup (biotik) dan komponen tak hidup (abiotik). Kedua komponen tersebut berada pada suatu tempat dan berinteraksi membentuk suatu kesatuan yang teratur. Misalnya, pada suatu ekosistem akuarium, ekosistem ini terdiri atas ikan, tumbuhan air, plankton yang terapung di air sebagai komponen biotik. Adapun yang termasuk komponen abiotik adalah air, pasir, batu, mineral, dan oksigen yang terlarut dalam air.

Berdasarkan fungsinya di dalam ekosistem, komponen biotik (makhluk hidup) dibedakan menjadi tiga golongan, yaitu Produsen, Konsumen, dan Pengurai.

Tumbuhan hijau mampu memanfaatkan cahaya matahari untuk menghasilkan zat makanan melalui proses fotosintesis, sehingga disebut sebagai produsen. Manusia dan hewan termasuk dalam golongan konsumen karena keduanya tidak dapat membuat makanan sendiri. Dekomposer atau pengurai dalam ekosisten berperan menguraikan zat organik yang terdapat pada makhluk hidup yang sudah mati menjadi zat yang lebih sederhana, seperti mineral atau zat organik lain.

 

2. Peran Organisme Berdasarkan Kemampuan Menyusun Makanan

Organisme yang dapat membuat makanan sendiri disebut organisme autotrof, sedangkan organisme yang tidak dapat membuat makanan sendiri disebut organisme heterotrof.

Berdasarkan jenis makanannya, organisme heterotrof dibagi menjadi (1) Herbivora:  hewan pemakan tumbuhan Contoh: kuda,  kerbau, kambing, belalang. (2) Karnivora:  Hewan pemakan daging Contoh: komodo, anjing, elang, harimau. (3) Omnivora:  hewan pemakan segalanya Contoh: beruang, tikus, ayam, luwak.

 

3. Interaksi antar makhluk hidup melalui peristiwa makan dan dimakan

Interaksi antara makhluk hidup dengan makhluk hidup yang lain dapat terjadi melalui rangkaian peristiwa makan dan dimakan. Seperti rantai makanan, jaring-jaring makanan, dan piramida makanan.

Rantai makanan adalah peristiwa makan dan dimakan. Jaring-jaring makanan ialah kumpulan rantai makanan yang saling berhubungan satu sama lain. Piramida makanan ialah perbandingan antara komposisi massa produsen dan konsumen.


4. Interaksi antar makhluk hidup membentuk simbiosis

Simbiosis merupakan bentuk hidup bersama antara dua individu yang berbeda jenis. Ada tiga macam simbiosis, yaitu simbiosis mutualisme, simbiosis komensalisme, dan simbiosis parasitisme.

Simbiosis mutualisme merupakan suatu hubungan dua jenis individu yang saling memberikan keuntungan satu  sama lain. Simbiosis komensalisme adalah hubungan interaksi dua jenis individu yang memberikan keuntungan kepada salah satu pihak, tetapi pihak lain tidak mendapatkan kerugian. Simbiosis parasitisme merupakan hubungan dua jenis individu yang memberikan keuntungan kepada salah satu pihak dan kerugian pada pihak yang lain.


5. Satuan-satuan dalam Ekosistem 

Dalam ekosistem dikenal satuan-satuan ekosistem yang terdiri dari individu, populasi, dan komunitas. Tahukah kamu, apa perbedaannya? 

Seekor kuda Zebra yang berdiri sendiri mampu memenuhi kebutuhannya secara mandiri, disebut dengan individu. Jadi, individu adalah satuan makhluk hidup tunggal. Sekumpulan makhluk hidup yang sejenis yang menempati suatu daerah tertentu dan dapat saling mengadakan interaksi disebut dengan populasi. Contoh polulasi adalah sekumpulan kuda Zebra yang hidup bersama dalam suatu daerah tertentu.

Komunitas adalah kumpulan dari populasi-polulasi yang berbeda dan hidup bersama di suatu tempat atau daerah tertentu. Contoh komunitas adalah kumpulan populasi rumput, populasi pohon, populasi kuda Zebra, populasi semut, dan jerapah yang hidup bersama di padang rumput. Kesatuan komunitas dengan lingkungannya di mana terjadi hubungan timbal balik disebut ekosistem. Kesatuan  seluruh eksosistem dari berbagai bagian bumi dinamakan biosfer.

 

6. Arus Perpindahan Energi

Arus perpindahan energi berlangsung dari matahari ke tumbuhan hijau melalui proses fotosintesis  (energi cahaya diubah menjadi energi kimia). Sewaktu tumbuhan hijau dimakan herbivora, energi kimia yang tersimpan dalam tumbuhan berpindah ke dalam tubuh herbivora dan sebagian energi hilang berupa panas. Sewaktu herbivora dimakan karnivora terjadi terjadi perpindahan energy dari herbivore ke karnivora.

 

Referensi:

Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Alam. SMP/MTs Kelas VII Semester 2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Edisi Revisi Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2017.

IPA TERPADU: SMP/MTs Kelas VII oleh Anny Winarsih, Agung Nugroho, Sulityoso HP, M Zajuri,    Supliyadi, Slamet Suyanto. — Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2008.

Ilmu pengetahuan alam 1 : untuk SMP/MTs/ kelas VII Teguh Sugiyarto, Eny Ismawati — Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2008.

Gambar Padang Rumput Afrika oleh Lafesta dari Pixabay

Baca juga:

Interaksi Makhluk Hidup dengan Lingkungan

01

Interaksi Makhluk Hidup dengan Lingkungan

02

Kegiatan Mengamati Lingkungan

03

Kegiatan Mengamati Ekosistem

04

Interaksi dalam Ekosistem Membentuk Suatu Pola

05

Interaksi antar Makhluk Hidup melalui Peristiwa Makan dan Dimakan

06

Interaksi Antar Makhluk Hidup membentuk Simbiosis

07

Peran Organisme Berdasarkan Kemampuan Menyusun Makanan

08

Komponen-komponen Ekosistem

09

Satuan-satuan dalam Ekosistem

10

Aliran Energi dalam Ekosistem

11

Pola Interaksi Manusia Mempengaruhi Ekosistem



Tidak ada komentar: