Jumat, 03 Juni 2011

Kingdom A n ima l i a

Kingdom Animalia meliputi berbagai jenis hewan. Ciri khas hewan adalah tidak mempunyai klorofil, mempunyai alat gerak aktif, eukariotik, dan bersel banyak. Kingdom Animalia dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan ada atau tidak adanya tulang belakang (vertebrae), yaitu:

a. Avertebrata
Avertebrata, yaitu kelompok hewan yang tidak memiliki ruas tulang belakang. Avertebrata memiliki beberapa filum sebagai berikut:

1. Porifera (hewan berpori–pori)
Euspongia
Hidup di air, seluruh permukaan tubuh berpori-pori, mempunyai rangka dari zat tanduk, zat spons yang sering digunakan untuk alat gosok pada waktu mandi. Contoh Euspongia, poterion, dan scypha.








2. Colenterata (hewan berongga)
Aurellia aurita
Hidup di air, tubuhnya berongga, mempunyai tentakel untuk menangkap makanan dan sebagai alat peraba, mempunyai dua bentuk tubuh yaitu polip menempel pada tempat hidup dan medusa seperti payung melayang-layang di air. Contoh Coelenterata antara lain Hydra, Obelia, Aurellia aurita, Acropora, berbagai jenis binatang karang, dan anemon laut.






3. Vermes (cacing)
Berdasarkan bentuk tubuh dibedakan menjadi tiga kelompok, yaitu:

a) Platyhelminthes (cacing pipih)
Taenia saginata
Tidak mempunyai rongga tubuh dan anus, tetapi hanya memiliki satu lubang yaitu mulut untuk memasukkan makanan dan mengeluarakan sisa makanan. Cacing pipih dibagi menjadi 3 kelas, yaitu :  (1) Turbellaris (cacing getar),  contoh planaria. (2) Trematoda (cacing hisap) contoh: Fasciola hepatica (cacing hati). (3) Cestoda (cacing pita) contoh: cacing pita sapi (Taenia saginata), cacing pita babi (Taenia solium).





b) Nemathelminthes (cacing gilig)
Ascaris lumbricoides


Tubuhnya bulat panjang, tidak bersegmen-segmen, memiliki mulut dan anus, berkembang biak dengan kawin. Contoh Ascaris lumbricoides (cacing perut), Ancylostoma duodenale (cacing tambang), Oxyuris vermicularis (cacing kremi).






c) Annelida (cacing gelang)
Hirudo medicinalis

Tubuh beruas-ruas, tersusun seperti cincin, memiliki mulut dan anus, antara kulit badan dan dinding terdapat rongga badan. Contoh: Chaetopoda (cacing berambut), yaitu: Wawo dan palolo (enak dimakan). Cacing tanah (menggemburkan tanah), Hirudinae (cacing penghisap darah) yaitu : lintah (Hirudo medicinalis) dan pacet.





4. Arthropoda (hewan berbuku–buku)
Tubuhnya dibedakan atas kepala, dada, dan perut. Memiliki alat indra yang peka terhadap sentuhan panas, bau-bauan, memiliki mata majemuk yaitu terdiri atas beribu-ribu mata kecil yang berbentuk segi enam disebut mata faset.  Arthropoda meliputi empat kelas, yaitu:

a) Insecta (serangga)
Kupu-kupu
Tubuh terdiri atas kepala, dada dan perut. Susunan saraf tangga tali yaitu terdiri atas simpul–simpul yang saling berhubung. Pernafasan dengan sistem trakea, yaitu pembuluh udara yang bermuara pada stigma. Mengalami metamorfosis sempurna yaitu telur–larva–kepompong-dewasa, contohnya kupu-kupu, dan metamorfosis tak sempurna telur –nimfa–dewasa, contohnya belalang. Peredaran darah terbuka, artinya darah mengalir tidak dalam pembuluh darah. Pencernaan makanan dari mulut sampai anus.







b) Crustaceae (udang–udangan)
Kepiting

Tubuh terdiri atas kepala dada menyatu (cephalothorax) dan perut. Pada kepala terdapat dua pasang antena panjang dan pendek. Mempunyai kaki 5 pasang. Contoh: udang, kepiting, rajungan dan ketam.








c) Arachnoidea (laba–laba)
Laba-laba
Tubuh terdiri atas kepala dada menyatu dan perut (abdomen). Pada kepala terdapat 4 pasang kaki. Alat pernafasan paru–paru buku yaitu berlapis–lapis. Mempunyai sepasang mata besar dan beberapa mata kecil. Laba–laba dibagi menjadi tiga ordo, yaitu :  (1) Arachnida (bangsa laba-laba) contoh: laba–laba rumah. (2) Scorpionida (bangsa kala) contoh: kalajangking.  (3) Acarina (bangsa tungau) contoh: caplak, kutu.





d) Myriapoda (lipan)
Hewan Kaki Seribu
Tubuh terdiri atas kepala dan perut (abdomen) yang beruasruas, tiap ruas mempunyai satu pasang kaki. Bernafas dengan trakea. Contoh: kelabang, kaki seribu.







5. Mollusca (hewan lunak)
Tubuh lunak banyak mengandung lendir dan terbungkus oleh mantel, cangkang dari zat kapur. Hewan ini dibedakan mejadi tiga kelas, yaitu:

a) Polecypoda (kerang)
Kerang
Tubuh dilapisi dua cangkang yang dihubungkan dengan engsel sehingga dapat membuka dan menutup. Cangkang terdiri dari tiga lapisan luar (periostrakum), tengah (prismatik) dan dalam (mutiara atau nakreas). Apabila ada benda yang masuk ke dalam mantel hewan Pinctada margaritifera (tiram mutiara) maka tubuh akan melapisi benda tersebut sehingga terbentuk mutiara. Contoh lainnya adalah kerang.








b) Cephalopoda (cumi–cumi)
Gurita
Hidup di laut, mempunyai tinta untuk melindungi diri bila ada musuh. Pada mulut mempunyai 8 tentakel pendek untuk memegang mangsa dan 2 tentakel panjang untuk perkawinan. Contoh : Gurita, cumi–cumi.










c) Gastropoda (siput)
Bekicot
Hidup di darat bernafas dengan paru-paru, di air dengan insang, berjalan dengan menggunakan otot perut sambil mengeluarkan lendir dari dalam tubuh untuk mempermudah gerakan. Termasuk hewan hermafrodit artinya mempunyai dua alat kelamin dalam satu tubuh jantan dan betina. Tetapi tidak melakukan pembuahan sendiri. Contoh Gastropoda adalah Achatina fulica (bekicot), Lymnea javanica (siput airtawar).






6. Echinodermata (hewan berkulit duri)
Bintang Laut
Tubuh diselimuti kulit duri, terdapat lempeng dari zat kapur memiliki alat gerak kaki ambulakral yang merupakan tabung yang dilengkapi dengan alat pengisap dan digunakan untuk melekat di dasar air. Sistem syaraf menyebar ke seluruh tubuh. Alat pencernaan dari mulut, usus anus. Pernafasan insang tersebar di seluruh permukaan tubuh. Perkembangbiakan secara kawin. Mempunyai daya regenerasi yaitu mempunyai kemampuan untuk menumbuhkan kembali bagian tubuh yang terputus. Echinodermata memiliki 5 kelas, yaitu: a) Asternoida (bintang laut), b) Echinoidea (landak laut), c) Ophiuroidea (bintang laut), d) Crinoidea (lilia laut ), e) Holothuroidea (tripang).



b. Vertebrata
Vertebrata, yaitu kelompok hewan yang memiliki ruas tulang belakang. Hewan vertebrata dibagi menjadi lima kelas, yaitu:

1. Pisces (ikan)
Ikan Pari
Hidup di air, Pernafasan dengan insang, memiliki sirip untuk menentukan arah gerak di dalam air, memiliki gurat sisi untuk mengetahui tekanan di air. Suhu badan poikiloterm atau berdarah dingin yaitu suhu tubuh disesuaikan dengan lingkungan. Perkembangbiakan dengan cara bertelur. Contoh: ikan bertulang rawan (chondrichyes); ikan cucut, ikan pari, ikan hiu. Ikan bertulang sejati (osteichtyes); ikan merah, ikan salem.








2. Amphibia (amfibi)
Katak Pohon
Hidup di dua tempat, telur dan kecebong hidup di air, setelah dewasa dapat ke darat. bernafas dengan insang (kecebong) dan paru–paru (katak), suhu badan poikiloterm, berkembangbiak bertelur dan pembuahan di luar tubuh (eksternal). Contoh: katak pohon, katak sawah, salamander.







3. Reptillia (reptil)
Buaya
Berkulit keras, kering dan bersisik. Pada ular sisiknya sering mengelupas. Suhu badan poikiloterm, berkembangbiak dengan bertelur, pembuahan di dalam tubuh betina. Contoh : kadal, buaya, ular.








4. Aves (burung)
Burung Cendrawasih
Tubuh berbulu untuk terbang dan melindungi tubuh, tulang berongga supaya ringan, suhu badan homoioterm atau berdarah panas yaitu suhu tubuh tetap. Berkembangbiak dengan bertelur dan pembuahan di dalam tubuh (internal). Contoh: burung kasuari, burung cendrawasih, burung kutilang, burung walet.













5. Mammalia (hewan menyusui)
Lumba-lumba
Memiliki kelenjar susu, berkembangbiak biak dengan melahirkan anak ada beberapa yang bertelur, berambut, suhu badan homoioterm (berdarah panas) dan bernafas dengan paru-paru. Contoh:  (1) Sebangsa kera misalnya: monyet, beruk, kutung dan orang utan. (2) Sebangsa hewan buas misalnya: harimau dan singa. (3)  Sebangsa pemakan serangga misalnya: tikus, celurut, dan tregiling. (4) Sebangsa hewan pengerat misalnya: marmut, bajing dan tikus. (5) Sebangsa kelelawar: kalong dan kampret. (6) Sebangsa hewan berbelalai misalnya: gajah. (7) Sebangsa ikan paus misalnya: lumba–lumba dan ikan paus.  (8) Sebangsa hewan berkantong misalnya: kanguru



Monyet

Sumber :
Wasis, dkk. 2008. BSE IPA klas 7. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional
Anni Winarsih , dkk. 2008. BSE IPA klas 7. Semarang: Departemen Pendidikan Nasional
Teguh Sugiyarto, dkk. 2008. BSE IPA klas 7. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional
Gambar dari Google Images





Artikel Klasifikasi Organisme
No
KLASIFIKASI ORGANISME
Penulis
01
Semiyanto
02
Semiyanto
03
Semiyanto
04
Semiyanto
05
Semiyanto
06
Semiyanto
07
Semiyanto
08
Meri Indah Setia

Tidak ada komentar: