Selasa, 26 Agustus 2014

Ilmuwan Pengembang Klasifikasi Benda


Tahukah kamu ilmuwan yang mendasari pengklasifikasian benda ada banyak sekali, untuk itu mari kita kenali beberapa diantara mereka:

1. Empedocles

Empedocles (490-430 SM) mengemukakan bahwa wujud zat di alam semesta terdiri atas empat unsur yaitu api, angin, air, dan tanah. Unsur-unsur tersebut tidak bisa saling tukar menukar satu sama lain. Ada dua kekuatan atau gaya yaitu centripetal force of love dan centrifugal force of strife, yang bertanggung jawab dalam interaksi unsur-usur tersebut. Teori empat unsur ini diadopsi Aristoteles dan diyakini hingga abad renaisans (pencerahan).




2. Jabir Ibnu Hayyan
Jabir Ibnu Hayyan (796), adalah ahli kimia dengan berbagai eksperimennya, menemukan sejumlah perlengkapan alat laboratorium modern, sistem penyulingan air, identifikasi alkali, asam, garam, mengolah asam sulfur, soda api, asam nitrihidrokhlorik pelarut logam dan air raksa (jauh sebelum Mary Mercurie), dan pembuat campuran kompleks untuk cat. Kontribusi terbesar Jabir adalah dalam bidang kimia. Ia mengembangkan teknik eksperimentasi sistematis di dalam penelitian kimia, sehingga setiap eksperimen dapat diulangi kembali. Jabir menekankan bahwa kuantitas zat berhubungan dengan reaksi kimia yang terjadi, sehingga dapat dianggap Jabir telah merintis ditemukannya hukum perbandingan tetap. Kontribusi lainnya antara lain dalam penyempurnaan proses kristalisasi, distilasi, kalsinasi, sublimasi, dan penguapan serta pengembangan instrumen untuk melakukan proses-proses tersebut.


3. Henry Caven
Henry Caven (1721-1810) merupakan ilmuwan sains dari bangsa barat yang terjun dalam bidang kimia. Beliau adalah penemu hidrogen dan menunjukkan bahwa udara adalah campuran gas-gas.








Klasifikasi Benda
1. Makhluk hidup dan benda tak hidup dibedakan dengan adanya gejala kehidupan.
2. Benda-benda di sekitar mempunyai ciri-ciri berikut: (a) Bentuk benda yang berbeda-beda. (b) Ukuran benda yang berbeda-beda. (c) Warna benda yang berbeda-beda. (d) Keadaan permukaan benda berbeda-beda. (e) Bahan penyusun benda berbeda-beda.
3. Ciri-ciri makhluk hidup adalah bernapas, bergerak, makan dan minum, tumbuh dan berkembang, berkembang biak, mengeluarkan zat sisa, peka terhadap rangsang, dan menyesuaikan diri terhadap lingkungan.
4. Langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mengklasifikasi sekelompok benda adalah sebagai berikut: (a) Mengamati karakteristik sifat-sifat benda tersebut. (b) Mencatat persamaan dan perbedaan sifat benda masing–masing. (c) Mengklasifikasi benda yang memiliki persamaan sifat. (d) Memberi nama yang sesuai pada setiap kelompok benda tersebut.
5. Materi berdasarkan wujudnya dikelompokkan menjadi zat padat, cair, dan gas.
6. Berdasarkan susunannya, materi yang ada di alam diklasifikasikan menjadi unsur, senyawa, dan campuran.
6. Unsur adalah zat tunggal yang tidak dapat diuraikan menjadi zat-zat lain yang lebih sederhana dengan cara kimia.
7. Senyawa adalah zat tunggal yang dapat diuraikan secara kimia menjadi dua zat atau lebih.
8. Campuran adalah suatu materi yang terdiri atas dua zat atau lebih dan masih mempunyai sifat zat asalnya dengan tidak mempunyai komposisi yang tetap.
9. Larutan adalah campuran yang homogen, tersusun atas zat terlarut dan pelarut.

Sumber
Ilmu Pengetahuan Alam / Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.—Edisi Revisi. Jakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2014. Gambar dari Google Images

Jumat, 15 Agustus 2014

Ilmuwan Pengembang Pola Pengamatan Ilmu Pengetahuan Alam


Tahukah kamu, terdapat banyak ilmuwan yang mengembangkan pola-pola pengamatan dalam mempelajari ilmu pengetahuan alam, di antaranya:

1. Robert Grosseteste


Robert Grosseteste (1170–1253), adalah perintis teori ilmiah. Ia memperkenalkan metode analisis, penggunaan pengamatan, percobaan, dan penyimpulan dalam membuat evaluasi ilmiah. Grosseteste juga banyak mengacu pada pemikiran Platonis dan Aristotelian.




2. Francis Bacon


Francis Bacon (1560-1626), dikenal sebagai Bapak Ilmu Kealaman mempunyai ajaran bahwa kebenaran harus dengan menggunakan pengumpulan fakta sebanyak-banyaknya, kemudian menarik kesimpulan. Metode induktif pertama kali diterapkan oleh Bacon.




3. Ga l i l e o G a l i l e i


Galileo Galilei (1564 - 1642), adalah ilmuwan yang pertama kali memperkenalkan metode pendekatan ilmiah di Eropa. penemuannya yang terkenal adalah penelitian kembali terhadap teori Coppernicus tentang heliosentrisme dengan menggunakan teleskop dan matematika. Galileo melalui pendekatan saintifiknya berhasil menunjukkan bahwa teori geoentrisme yang dianut orang pada masanya adalah salah dan tidak berdasarkan pada pengamatan ilmiah.


4. Anthony van Leeuwenhoek



Penelitian di bidang IPA juga ditunjang hasil penelitian Anthony van Leeuwenhoek (1632-1723) yang menemukan mikroskop.





5. Al-Kindi


Jauh sebelum jaman para ahli tersebut, ada seorang ilmuwan yang bernama Al-Kindi yang lahir pada tahun 796 M. Al-Kindi meneliti banyak objek IPA, dan berhasil menjelaskan secara rinci proses kimia, seperti penyaringan dan penyulingan.






Pengukuran
1. Alat-alat ukur yang sudah kamu pelajari hanya dapat digunakan untuk mengukur benda berukuran kecil. Kamu tahu, betapa besar dan luasnya alam semesta ciptaan Tuhan Yang Maha Esa ini. Benda-benda ciptaan-Nya ada yang berukuran sangat kecil (mikroskopis), tetapi ada juga yang berukuran sangat besar (makroskopis). 2. Sebagai makhluk ciptaan-Nya yang paling sempurna, kamu harus mampu menjelajah alam mikroskopis maupun makroskopis. Keterbatasan indra yang dimiliki manusia disempurnakan dengan akal pikiran sehingga manusia mampu menemukan cara mengamati dan mengukur benda-benda yang tidak terlihat dengan mata dan benda-benda yang sangat jauh.
3. Kamu mungkin pernah diajak orangtuamu pergi ke pasar. Di sana, orangtuamu membeli beberapa barang, misalnya gula pasir, buah-buahan atau kacang-kacangan. Dalam hal ini, pedagang akan menimbang barang-barang yang dibeli. Tidak semua pedagang jujur. Misalnya, tidak semua pedagang menera secara rutin timbangannya. Akibatnya, dapat terjadi barang yang ditimbang tidak sesuai dengan nilai yang seharusnya. Contohnya, seharusnya gula 1 kg, ternyata yang ada hanya 950 gram. Bagaimana pendapat kamu terhadap kejadian ini? Apa yang sebaiknya kamu lakukan dan apa yang sebaiknya pedagang kerjakan?
4. Berdasarkan hasil kegiatanmu, ternyata berbagai besaran pada benda-benda, baik benda hidup maupun benda tak hidup jika diukur ternyata memiliki nilai beragam. Sebagai contoh, ada pohon yang tinggi dan ada pohon yang pendek, ada kucing yang ekornya panjang dan ada yang berekor pendek. Bagaimana cara mengelompokkan benda-benda yang beragam ini sehingga mudah dipelajari ?
5. Penyelidikan ilmiah IPA melibatkan sejumlah proses, antara lain: mengamati, membuat inferensi, dan mengomunikasikan.
6. Pengukuran merupakan bagian dari pengamatan. Mengukur adalah membandingkan besaran dengan besaran sejenis sebagai satuan; menghasilkan ukuran yang terdiri atas nilai dan satuan. Mengukur membutuhkan alat ukur. Alat ukur harus sesuai dengan besaran yang akan diukur.
7. Besaran yang diukur terdiri atas besaran pokok dan turunan. Satuan besaran pokok didefinisikan, satuan besaran turunan diturunkan dari besaran pokok. Panjang, massa, waktu, dan suhu termasuk besaran pokok. Luas, volume, konsentrasi (kepekatan) larutan, serta laju pertumbuhan termasuk besaran turunan.

Sumber:
Ilmu Pengetahuan Alam / Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.—Edisi Revisi. Jakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2014. Gambar dari Google Images