Tampilkan postingan dengan label Teknologi Ramah Lingkungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknologi Ramah Lingkungan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 Februari 2022

Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN)

Gamba Skema Teknologi pada Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir
Gambar Skema Teknologi pada Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir

Tenaga nuklir merupakan sumber energi yang baru dikenal beberapa tahun yang lalu dan merupakan salah satu sumber utama untuk menghasilkan listrik. Pembangkit listrik tenaga nuklir merupakan sistem yang sangat kompleks dan membutuhkan biaya besar yang didesain untuk melakukan tugas sederhana, yaitu untuk memanaskan air dan menghasilkan uap panas yang akan memutar turbin dan menghasilkan listrik. Kompleks dan mahalnya teknologi ini dikarenakan penggunaan reaksi fisi (pemisahan) nuklir yang terkontrol untuk menghasilkan panas. Reaksi fisi terjadi di reaktor. Reaktor yang paling umum disebut light-water reactor (LWR) atau reaktor air ringan, menghasilkan 85% listrik dari nuklir di seluruh dunia.

Bahan bakar untuk reaktor terbuat dari unsur uranium (U) yang ditambang dari lapisan bumi. Setelah ditambang, uranium harus diperkaya untuk meningkatkan konsentrasi dari uranium-235 yang dapat melakukan fisi dari 1% menjadi 5%. Uranium yang sudah diperkaya, kemudian diproses menjadi bentukan-bentukan kecil senyawa uranium dioksida. Setiap butiran kecil dari uranium memiliki ukuran seperti penghapus pensil dan memiliki energi setara dengan sekira satu ton batu bara. Besarnya jumlah butiran ini dibungkus dalam pipa tertutup yang disebut fuel rods atau batang bahan bakar, yang selanjutnya dikelompokkan bersama dalam alat pemasang bahan bakar ”fuel assemblies”, untuk diletakkan dalam reaktor.

Batang pengontrol ”control rods” dipindahkan masuk ke dalam inti reaktor untuk menyerap neutron, sehingga dapat meregulasi laju fusi tenaga yang dihasilkan. Suatu pendingin ”coolant”, biasanya merupakan air, mengalir melalui inti reaktor untuk memindahkan panas. Pendingin ini menjaga batang bahan bakar dan komponen reaktor lain meleleh dan melepaskan radio aktivitas yang banyak ke dalam lingkungan. Pada reaktor yang modern, terdapat pendingin darurat sebagai cadangan untuk mencegah lelehnya komponen-komponen reaktor. Suatu containment shell atau dinding inti reaktor sangatlah tebal yang diperkuat dengan lapisan baja. Dinding ini didesain untuk menjaga material radioaktif agar tidak terlepas ke lingkungan. Dinding ini juga menjaga inti reaktor dari ancaman dari luar seperti tornado atau kecelakaan pesawat terbang.

Gambar Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir

Meskipun potensi PLTN untuk menghasilkan listrik sangat besar, tetapi di sisi lain banyak bahaya dari dikembangkannya PLTN, terutama apabila mengalami kebocoran. Jika terjadi kebocoran pada reaktor nuklir, akan dihasilkan radiasi yang dapat mencemari lingkungan dan menyebabkan berbagai penyakit, seperti kanker dan cacat lainnya.


Referensi:

Buku Guru. Ilmu Pengetahuan Alam. SMP/MTs Kelas IX Semester 2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Edisi Revisi Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2017

Baca berikutnya:

Teknologi Ramah Lingkungan

01

Teknologi Ramah Lingkungan

02

Pengertian dan Prinsip Teknologi Ramah Lingkungan

03

Teknologi Ramah Lingkungan Bidang Energi

04

Teknologi Ramah Lingkungan Bidang Transportasi

05

Teknologi Ramah Lingkungan Bidang Lingkungan

06

Aktivitas Membuat Alat Pemurnian Air Sederhana

07

Teknologi Ramah Lingkungan Bidang Industri

08

Perilaku Hemat Energi dalam Keseharian

09

Pengolahan Minyak Bumi

10

Pengolahan Batu Bara

11

Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN)

  

Senin, 21 Februari 2022

Pengolahan Batu Bara

 

Kamu telah mempelajari teknologi ramah lingkungan, apa saja prinsip-prinsip teknologi ramah lingkungan? Beberapa prinsip teknologi tidak ramah lingkungan diantaranya adalah teknologi tersebut menghasilkan sisa atau limbah yang dapat membahayakan lingkungan, dan sumber energi yang digunakan adalah sumber energi yang tidak dapat diperbarui. Selain itu, penerapan teknologi tidak ramah lingkungan ini kurang memperhatikan kelestarian lingkungan. Agar kamu memahami contoh teknologi tidak ramah lingkungan, ayo pelajari Pengolahan Batu Bara berikut ini.

Batu bara merupakan bahan bakar fosil berbentuk padat yang terbentuk dari beberapa tahapan dan berasal dari tanaman yang terkubur 300-400 juta tahun lalu, kemudian terpapar panas yang tinggi dan tekanan selama jutaan tahun.  Dari dulu, batu bara telah digunakan secara luas untuk menghasilkan panas dan listrik. Saat ini ada banyak pembangkit listrik yang menggunakan batu bara untuk menghasilkan listrik, termasuk di Indonesia. Perhatikan Gambar berikut.

Gambar Batu Bara
Gambar Batu Bara

Di dunia industri, batu bara juga digunakan sebagai sumber energi dalam membuat baja, semen, atau produk lain. Cina, Amerika Serikat, dan India merupakan tiga negara terbesar dalam pembakaran batu bara. Cina merupakan negara yang menjadi penyumbang emisi CO2 dan SO2 terbesar di dunia akibat pembakaran batu bara. Gas-gas tersebut merupakan salah satu komponen penyebab hujan asam dan menyebabkan penyakit pada manusia.  Perhatikan Gambar berikut!

Gambar (a) Industri Baja di Cina, (b) Polusi Udara Akibat Penggunaan Batu Bara sebagai Bahan Bakar Industri di Cina
Gambar (a) Industri Baja di Cina, (b) Polusi Udara Akibat Penggunaan Batu Bara sebagai Bahan Bakar Industri di Cina

Batu bara merupakan bahan bakar yang paling kotor di antara bahan bakar yang lain. Bahkan sebelum batu bara dibakar, proses produksi batu bara, sehingga siap digunakan pun telah merusak tanah dan mencemari air dan udara. Di dalam batu bara terkandung banyak karbon dan sulfur. Ketika dibakar sulfur akan dilepas dalam bentuk gas belerang dioksida (SO2). Pembakaran batu bara juga menghasilkan partikel karbon hitam dalam jumlah yang sangat banyak. Partikel-partikel ini dapat masuk ke dalam paru-paru dan menyebabkan penyakit pernapasan. Permasalahan lain akibat pembakaran batu bara yaitu adanya emisi zat radioaktif. Pembangkit listrik yang menggunakan batu bara sebagai sumber energi menghasilkan zat radioaktif 100 kali lebih banyak daripada pembangkit listrik tenaga nuklir. Limbah padat batu bara juga harus disimpan dalam tempat yang aman karena bersifat racun. 

Gambar Pembangkit Listrik dengan Bahan Bakar Batu Bara di Indonesia
Gambar Pembangkit Listrik dengan Bahan Bakar Batu Bara di Indonesia

Referensi:

Ilmu Pengetahuan Alam. SMP/MTs Kelas IX Semester 2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Edisi Revisi Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2017

Baca berikutnya:

Teknologi Ramah Lingkungan

01

Teknologi Ramah Lingkungan

02

Pengertian dan Prinsip Teknologi Ramah Lingkungan

03

Teknologi Ramah Lingkungan Bidang Energi

04

Teknologi Ramah Lingkungan Bidang Transportasi

05

Teknologi Ramah Lingkungan Bidang Lingkungan

06

Aktivitas Membuat Alat Pemurnian Air Sederhana

07

Teknologi Ramah Lingkungan Bidang Industri

08

Perilaku Hemat Energi dalam Keseharian

09

Pengolahan Minyak Bumi

10

Pengolahan Batu Bara

11

Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN)

 

Minggu, 20 Februari 2022

Pengolahan Minyak Bumi


Setelah kamu mempelajari tentang teknologi ramah lingkungan, masih ingatkah kamu apa saja prinsip-prinsip teknologi ramah lingkungan? Apabila suatu teknologi tidak sesuai dengan prinsip-prinsip tersebut, berarti penerapan teknologi itu termasuk teknologi tidak ramah lingkungan. Beberapa prinsip teknologi tidak ramah lingkungan di antaranya adalah teknologi tersebut menghasilkan sisa atau limbah yang dapat membahayakan lingkungan, dan sumber energi yang digunakan adalah sumber energi yang tidak dapat diperbarui. Selain itu, penerapan teknologi tidak ramah lingkungan ini kurang memperhatikan kelestarian lingkungan. Agar kamu lebih memahami beberapa contoh teknologi tidak ramah lingkungan, ayo pelajari bagian Pengolahan Minyak Bumi  berikut ini dengan saksama.

Minyak bumi merupakan komoditas yang sangat penting karena memiliki banyak manfaat. Minyak bumi dapat diolah untuk digunakan sebagai bahan baku aspal, pelumas, nafta, solar, minyak tanah, avtur, bensin, dan LPG. Perhatikan Gambar berikut!

Gambar Penyulingan (Distilasi) Minyak Bumi

Gambar di atas merupakan proses penyulingan minyak bumi. Sebelum diolah, minyak bumi merupakan cairan berwarna hitam, lengket, serta mengandung berbagai senyawa hidrokarbon yang dapat terbakar, sulfur, oksigen, dan nitrogen. Minyak  bumi terbentuk dari makhluk hidup yang telah mati jutaan tahun yang lalu dan terjebak dalam suatu ruangan yang tertutupi oleh bebatuan di dalam tanah atau di dasar laut, minyak bumi yang demikian disebut dengan “light crude oil”. Untuk mengambil minyak bumi tersebut kita harus mengebor ke dalam ruangan yang berisi minyak tersebut, lalu memompanya keluar. Setelah dipompa keluar, minyak disalurkan melalui pipa, truk, atau kapal minyak menuju kilang minyak. Dalam kilang minyak, dilakukan penyulingan (distilasi) minyak bumi. Dalam proses penyulingan, minyak bumi dipanaskan untuk memisahkan komponen-komponen penyusun minyak bumi berdasarkan titik didihnya.

Minyak bumi juga ada yang terkandung dalam bebatuan atau pasir minyak. Minyak bumi yang demikian disebut dengan “heavy crude oil”. Minyak bumi jenis ini banyak terdapat di Kanada. Perhatikan Gambar berikut!

Gambar Tambang Pasir Minyak di Kanada
Gambar Tambang Pasir Minyak di Kanada

Eksploitasi minyak bumi tersebut memiliki banyak dampak negatif terhadap tanah, udara, air, makhluk hidup, dan iklim. Sebelum dilakukan penambangan minyak bumi ini, hutan terlebih dahulu ditebang dan aliran air dikeringkan. Selanjutnya, timbunan tanah berpasir, bebatuan, dan tanah lempung diambil sehingga bebatuan dan pasir minyak dapat terlihat. Bebatuan dan pasir minyak tersebut digali dengan bantuan alat berat, lalu dibawa menggunakan truk besar menuju tempat pemrosesan selanjutnya. Bebatuan dan pasir minyak dicampur dengan air panas untuk diambil kandungan minyaknya yang selanjutnya diolah di kilang minyak.

Penambangan minyak bumi jenis ini menghasilkan polusi udara berupa debu, uap, asap, dan bau yang menyelimuti daerah tambang. Selain itu, penambangan ini menghasilkan emisi gas rumah kaca tiga hingga lima kali lebih besar daripada tambang minyak bumi pada umumnya. Penambangan minyak bumi ini menggunakan air dalam jumlah yang sangat besar hingga membentuk kubangan seperti danau yang berisi air limbah dan kotoran yang beracun. Setiap tahun, banyak burung yang bermigrasi dan mencoba untuk meminum air ini mengalami kematian. Tanggul dari danau ini berpotensi untuk bocor dan hancur sehingga dapat menyebabkan melubernya lumpur beracun ke daratan di dekatnya dan ke dalam aliran sungai. Penambangan minyak  ini sangatlah tidak efektif, kotor, dan merusak lingkungan.

Gambar Burung yang Terkena Limbah Minyak
Gambar Burung yang Terkena Limbah Minyak

Referensi:

Ilmu Pengetahuan Alam. SMP/MTs Kelas IX Semester 2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Edisi Revisi Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2017.

Baca berikutnya:

Teknologi Ramah Lingkungan

01

Teknologi Ramah Lingkungan

02

Pengertian dan Prinsip Teknologi Ramah Lingkungan

03

Teknologi Ramah Lingkungan Bidang Energi

04

Teknologi Ramah Lingkungan Bidang Transportasi

05

Teknologi Ramah Lingkungan Bidang Lingkungan

06

Aktivitas Membuat Alat Pemurnian Air Sederhana

07

Teknologi Ramah Lingkungan Bidang Industri

08

Perilaku Hemat Energi dalam Keseharian

09

Pengolahan Minyak Bumi

10

Pengolahan Batu Bara

11

Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN)

  

Sabtu, 19 Februari 2022

Perilaku Hemat Energi dalam Keseharian

Gambar Rancangan Rumah yang Hemat Energi
Gambar Rancangan Rumah yang Hemat Energi

Coba perhatikan lingkungan sekitarmu, pernahkah kamu merasakan bahwa semakin hari semakin banyak kendaraan bermotor di sekitarmu? Jumlah kendaraan bermotor semakin bertambah karena semakin banyaknya penduduk yang membutuhkan alat transportasi terutama di daerah perkotaan. Pernahkah kamu berpikir apa akibat dari banyaknya kendaraan bermotor ini?

Semakin banyak kendaraan bermotor dapat mengakibatkan polusi udara meningkat. Polusi udara tentu sangat mengganggu kesehatan kita dan kelestarian lingkungan. Coba kamu ingat kembali tentang dampak pencemaran udara! Begitu banyak dampak polusi udara bagi kehidupan manusia dan lingkungan alam. Oleh karena itu, mulai saat ini kita harus berupaya untuk mengurangi polusi.

Penggunaan kendaraan yang ramah lingkungan merupakan salah satu upaya dalam pelestarian lingkungan. Para ahli di bidang otomotif juga mulai memproduksi kendaraan hybrid. Bahan bakar kendaraan  hybrid selain menggunakan BBM juga menggunakan energi listrik dari cahaya matahari seperti yang telah kamu pelajari pada uraian sebelumnya.


Perilaku hemat energi dalam kehidupan sehari-hari, misalnya:

1. Membudayakan penggunaan sepeda atau berjalan kaki untuk kegiatan sehari-hari. Selain menghemat BBM, penggunaan sepeda dan berjalan kaki juga dapat mengurangi polusi udara dan menyehatkan.

2. Mematikan kendaraan jika sedang tidak digunakan dan jangan terlalu lama menyalakan kendaraan ketika akan digunakan.

3. Mematikan lampu saat tidur dan saat siang hari. Oleh karena itu, saat membangun atau merenovasi rumah, sebaiknya membuat rumah dengan banyak jendela sehingga cahaya matahari dapat masuk ke dalam rumah.

4. Jika menggunakan pompa air listrik untuk mengalirkan air, penuhilah bak mandi dan tempat penampungan air dalam sekali waktu.

5. Membuat jadwal mencuci dan menyetrika pakaian secara teratur, misal dua kali seminggu untuk seluruh pakaian yang kotor.

6. Jika menggunakan kendaraan, sebaiknya berangkat lebih pagi agar terhindar dari kemacetan. Kemacetan di jalan membuat kendaraan membuang bahan bakar secara percuma.

7. Memilih peralatan rumah tangga yang hemat energi. Misalnya mengganti lampu pijar yang menghasilkan warna kuning dengan lampu neon yang menghasilkan warna putih atau lampu LED (light emitting diode) yang dapat bertahan hingga 15 tahun.

8. Jangan buang kertas-kertas bekas begitu saja, tanamkan dalam diri bahwa setiap menggunakan sebuah kertas, berarti kita telah menebang sebuah pohon.

9. Menggunakan air secukupnya saat mandi dan mencuci.

 

Referensi:

Ilmu Pengetahuan Alam. SMP/MTs Kelas IX Semester 2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Edisi Revisi Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2017.

Baca berikutnya:

Teknologi Ramah Lingkungan

01

Teknologi Ramah Lingkungan

02

Pengertian dan Prinsip Teknologi Ramah Lingkungan

03

Teknologi Ramah Lingkungan Bidang Energi

04

Teknologi Ramah Lingkungan Bidang Transportasi

05

Teknologi Ramah Lingkungan Bidang Lingkungan

06

Aktivitas Membuat Alat Pemurnian Air Sederhana

07

Teknologi Ramah Lingkungan Bidang Industri

08

Perilaku Hemat Energi dalam Keseharian

09

Pengolahan Minyak Bumi

10

Pengolahan Batu Bara

11

Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN)

  

Jumat, 18 Februari 2022

Teknologi Ramah Lingkungan Bidang Industri


Sebelumnya kamu sudah mempelajari berbagai contoh teknologi ramah lingkungan pada beberapa bidang. Apakah di bidang industri ada contoh teknologi yang ramah lingkungan? Agar kamu memahaminya pelajarilah materi berikut ini dengan semangat!

Gambar Penggunaan Mikroorganisme untuk Menguraikan Kayu secara Alami pada Teknologi Biopulping
Gambar Penggunaan Mikroorganisme untuk Menguraikan Kayu secara Alami pada Teknologi Biopulping

Biopulping

Biopulping adalah teknologi ramah lingkungan yang terinspirasi dari proses pelapukan kayu dan sampah tanaman oleh mikroorganisme. Proses pelapukan dilakukan secara alami oleh beberapa jenis mikroba dan jamur, sehingga sampah dari pohon-pohon yang telah mati akan kembali diserap oleh alam secara alami. Saat ini kendala besar yang dihadapi oleh para pemilik industri berbahan baku kayu seperti pabrik kertas adalah proses pengolahan limbah yang mengandung zat kayu (lignin) yang membutuhkan proses lama dan berbahaya terhadap kelestarian lingkungan sekitar. Biasanya limbah dari pabrik kertas akan diuraikan  dengan menggunakan bahan kimia seperti soda api, sulfit, dan garam sulfida. Bahan kimia ini akan memberikan  efek negatif jika digunakan secara terus menerus.

Terinspirasi dari kemampuan mikroba dalam proses pelapukan kayu, para ahli saat ini mulai mengembangkan proses pengolahan limbah dengan menggunakan mikroorganisme yang mampu menguraikan lignin secara alami yang banyak ditemui secara bebas di alam. Contoh mikroorganisme yang digunakan yaitu dari jenis kapang (jamur) Phlebia subserialis dan Ceriporiopsis subvermispora. 


Referensi:

Ilmu Pengetahuan Alam. SMP/MTs Kelas IX Semester 2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Edisi Revisi Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2017.

Baca berikutnya:

Teknologi Ramah Lingkungan

01

Teknologi Ramah Lingkungan

02

Pengertian dan Prinsip Teknologi Ramah Lingkungan

03

Teknologi Ramah Lingkungan Bidang Energi

04

Teknologi Ramah Lingkungan Bidang Transportasi

05

Teknologi Ramah Lingkungan Bidang Lingkungan

06

Aktivitas Membuat Alat Pemurnian Air Sederhana

07

Teknologi Ramah Lingkungan Bidang Industri

08

Perilaku Hemat Energi dalam Keseharian

09

Pengolahan Minyak Bumi

10

Pengolahan Batu Bara

11

Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN)

 

Kamis, 17 Februari 2022

Aktivitas Membuat Alat Pemurnian Air Sederhana

Apa yang kamu perlukan?

1. air minum ukuran besar (1 liter atau lebih) 1 buah botol

2. pasir 2 gelas

3. kerikil 2 gelas

4. batu 1 gelas

5. Arang

6. Ijuk atau sabut kelapa

7. Kapas/kain

8. Tongkat bambu

9. Kawat

10. Baskom/wadah air

11. Karet gelang/tali

12. Air kotor

 

Perhatikan Gambar di bawah untuk membuat alat pemurnian air sederhana.

Skema Teknologi Pemurnian Air Sederhana
Skema Teknologi Pemurnian Air Sederhana

Apa yang harus kamu lakukan?

1. Potonglah satu botol air mineral seperti pada Gambar.

2. Buatlah lapisan-lapisan bahan penyaring dengan cara memasukkan bahan-bahan ke dalam botol dengan urutan: batu → kerikil → arang tempurung kelapa → pasir halus → ijuk → pasir halus → ijuk. Agar lebih jelas coba  perhatikan kembali Gambar!

3. Kamu dapat mengganti urutan-urutan lapisan bahan sesuai dengan kesepakatan kelompok.

4. Catatlah urutan-urutan lapisan yang kamu buat jika memang berbeda dengan petunjuk.

5. Pasang kapas atau kain pada bagian ujung botol, lalu ikat dengan karet atau tali.

6. Letakkan botol pada suatu penyangga.

7. Tuangkan air kotor ke alat yang sudah kamu siapkan. Amati air yang keluar dari alat tersebut.

8. Bandingkan kejernihan air yang keluar dengan air yang masuk.

9. Catatlah  juga kecepatan dalam proses penyaringan. Kecepatan proses penyaringan dapat dihitung dengan membandingkan volume air yang tertampung dengan waktu tertentu (misalnya dalam waktu 15 menit).

10. Bandingkan kualitas air hasil saringan kelompokmu dengan kelompok yang lain.

 

Apa yang perlu kamu diskusikan?

1. Bagaimana keadaan air pada saat dimasukkan ke dalam alat yang kamu buat dan pada saat ke luar dari alat tersebut? Coba kamu bandingkan! Gunakan data hasil pengamatan untuk memeroleh jawabannya!

2. Apakah kualitas air hasil kelompokmu berbeda dengan kelompok yang lain? Mengapa demikian?

3. Setelah membandingkan hasil percobaan kelompokmu dengan hasil percobaan kelompok lain, bagaimanakah hubungan kecepatan pemurnian air dengan kejernihan air yang dihasilkan?

4. Berdasarkan percobaan dan diskusi yang telah kamu lakukan, apa yang dapat kamu simpulkan?

 

Perbedaan Kejernihan Air pada awal dan akhir Percobaan

Hasil Penjernihan air Sederhana (a) awal percobaan (b) akhir percobaan
Hasil Penjernihan air Sederhana (a) awal percobaan (b) akhir percobaan


Tabel Hasil Pengamatan

No

Awal Percobaan

Akhir Percobaan

1

Air Keruh

Air Jernih

 

Jawaban Hasil Diskusi

1. Air yang semula kotor apabila dimasukkan alat pemurnian air berubah menjadi jernih karena partikel-partikel yang terlarut dalam air yang kotor tersebut akan tersaring oleh pasir, ijuk, dan kapas. Arang akan membantu mengurangi kuman dan menyerap kotoran yang ada dalam air sehingga air menjadi jernih.

2. Kualitas air dapat dilihat dari kejernihannya. Apabila kelompok-kelompok peserta didik memperoleh air dengan tingkat kejernihan yang berbeda-beda, hal ini karena pengaruh susunan bahan dalam alat penjernihnya. Apabila pada bagian paling atas diisi pasir atau kerikil, air yang kotor tidak dapat tersaring dengan baik karena bahan tersebut memiliki porositas yang tinggi. Bahan-bahan seperti kerikil, batu, dan pasir yang memiliki porositas yang cukup tinggi akan membantu mengalirkan air ke lapisan di bawahnya. Sementara itu, bahan seperti ijuk atau kapas akan membantu menahan air yang kotor agar tidak terlalu cepat mengalir sehingga kotoran yang ada di dalamnya akan tersaring dengan baik.

3. Alat penjernih yang tersusun dengan komposisi pasir atau kerikil yang lebih banyak, maka akan cepat menyaring air, tetapi hasilnya kurang jernih. Apabila susunan bahannya terdiri atas bahan yang mampu menahan air, seperti arang atau ijuk yang cukup banyak, air hasil penyaringan akan lebih jernih. Tetapi kecepatan penyaringannya lebih lambat. Jadi, hubungan antara kecepatan pemurnian air dengan air yang dihasilkan adalah semakin cepat air yang mengalir maka air yang dihasilkan kurang jernih. Sebaliknya, semakin lambat air mengalir melalui alat penjernih, air yang dihasilkan semakin jernih.

4. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah air yang kotor dapat dijernihkan dengan menggunakan penyaring yang tersusun atas beberapa bahan. Bahan-bahan tersebut akan mengendapkan kotoran dalam air sehingga dapat menghasilkan air yang jernih. Komposisi bahan penyaring  yang tepat akan membantu kecepatan penjernihan air dan kejernihan air yang dihasilkan.

 

Referensi:

Ilmu Pengetahuan Alam. SMP/MTs Kelas IX Semester 2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Edisi Revisi Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2017.

Gambar Penjernihan Air dari https://sdn200gresik.sch.id.jpg  

Baca berikutnya:

Teknologi Ramah Lingkungan

01

Teknologi Ramah Lingkungan

02

Pengertian dan Prinsip Teknologi Ramah Lingkungan

03

Teknologi Ramah Lingkungan Bidang Energi

04

Teknologi Ramah Lingkungan Bidang Transportasi

05

Teknologi Ramah Lingkungan Bidang Lingkungan

06

Aktivitas Membuat Alat Pemurnian Air Sederhana

07

Teknologi Ramah Lingkungan Bidang Industri

08

Perilaku Hemat Energi dalam Keseharian

09

Pengolahan Minyak Bumi

10

Pengolahan Batu Bara

11

Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN)