Tampilkan postingan dengan label Materi dan Pengukuran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Materi dan Pengukuran. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 12 Oktober 2013

Berbagai Cara Pemisahan Campuran



Pemisahan campuran dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain Penyaringan (Filtrasi), Penyulingan (Destilasi), Penguapan dan Kristalisasi, Sublimasi, dan Kromatografi. 

a. Penyaringan atau Filtrasi

Filtrasi atau penyaringan
Filtrasi atau penyaringan

Filtrasi atau penyaringan adalah teknik untuk memisahkan campuran yang ukuran partikel zat-zat penyusunnya berbeda. Misalnya, pada pembuatan santan kelapa. Santan kelapa dibuat dengan cara memisahkan campuran santan, air, dan ampas kelapa dengan menggunakan saringan. Dengan menggunakan saringan yang berpori-pori kecil, santan kelapa dapat melewati lubang saringan dan ampas kelapa tertahan dalam saringan. Untuk mendapatkan air teh maka perlu merendam teh dalam air panas, kemudian menggunakan saringan untuk memisahkan teh dengan air tehnya.


b. Penyulingan atau Destilasi

Penyulingan atau destilasi
Penyulingan atau destilasi

Penyulingan atau destilasi adalah proses pemisahan campuran zat cair yang didasarkan pada perbedaan titik didih zat. Proses pemisahan campuran dengan cara penyulingan dilakukan dengan dua proses, yaitu penguapan dan pengembunan.


c. Penguapan dan Kristalisasi

Penguapan dan kristalisasi
Penguapan dan kristalisasi

Zat padat, seperti gula dan garam yang terlarut dalam air dapat dipisahkan dari larutannya dengan cara penguapan dan terjadi kristalisasi. Petani garam mendapatkan garam dengan cara menguapkan air laut. Air laut dialirkan menuju ke tambak-tambak yang dibuat dipinggir pantai, ketika air laut menguap maka terbentuk kristal garam.


d. Sublimasi
Sublimasi
Sublimasi 

Sublimasi adalah proses pemisahan campuran yang dapat digunakan untuk memisahkan komponen yang dapat menyublim dari campurannya yang tidak dapat menyublim. Sublimasi adalah perubahan zat dari wujud padat menjadi gas. Zat yang dapat menyublim, antara lain kapur barus, iodin, kafein dan lain-lain.


e. Kromatografi

Kromatografi
Kromatografi

Proses pemisahan campuran yang didasarkan pada perbedaan kecepatan merambat antara partikel-partikel zat yang dicampur pada suatu medium disebut kromatografi. Tinta hitam merupakan campuran beberapa warna. Pemisahan warna hitam menjadi warna-warna penyusunnya dapat dilakukan dengan kromatografi.


Referensi:
Ilmu pengetahuan alam 1 : untuk SMP/MTs/ kelas VII Teguh Sugiyarto, Eny Ismawati — Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2008.
Ilmu pengetahuan alam 1 : untuk SMP/MTs/ kelas VII Teguh Wasis, Sugeng Iriyanto — Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2008.

Sabtu, 28 September 2013

Perubahan Wujud Zat

A. Pengertian Zat atau Materi
zat adalah sesuatu yang memiliki massa dan menempati ruang. Misalnya batu, air, atau balon berisi gas. Ketiga benda tersebut memiliki sifat yang sama, yaitu memiliki massa dan menempati ruang.

Foto batu, air, dan udara di Sungai
Foto batu, air, dan udara di Sungai

B. Macam-macam Wujud Zat
Zat dibedakan  menjadi tiga macam, yaitu zat padat, cair, dan gas.  Zat padat contohnya batu, zat cair contohnya air, zat gas contohnya udara.

C. Macam-macam Perubahan Wujud Zat
Zat dapat mengalami perubahan wujud, yaitu perubahan keadaan suatu zat dari wujud padat ke cair atau sebaliknya, dari cair ke gas atau sebaliknya, dan dari gas ke padat atau sebaliknya. Berikut penjelasannya:

a. Mencair
Mencair adalah perubahan dari padat ke cair, contohnya es dipanaskan menjadi air.
 
Es batu sedang mencair
Es batu sedang mencair

b. Membeku
Membeku adalah perubahan dari cair ke padat, contohnya air didinginkan menjadi es.
 
Air terjun Niagara membeku saat musim dingin
Air terjun Niagara membeku saat musim dingin

c. Menguap
Menguap adalah perubahan dari cair ke gas, contohnya air dipanaskan menjadi uap air. 

Saat air mendidih terjadi penguapan
Saat air mendidih terjadi penguapan

d. Mengembun
Mengembun adalah perubahan dari gas ke cair, contoh pada malam hari uap air menjadi embun yang menempel pada daun.

Embun terbentuk dari uap air pada malam hari yang dingin
Embun terbentuk dari uap air pada malam hari yang dingin

e. Menyublim
Menyublim adalah perubahan dari padat ke gas, contohnya kabur barus padat yang dibiarkan menjadi kapur barus gas.

Kabur barus padat  menyublim menjadi gas
Kapur barus padat  menyublim menjadi gas

 f. Mengkristal atau menghablur
Mengkristal adalah perubahan dari gas ke padat, contohnya gas kapur barus yang didinginkan menjadi kapur barus padat.
 
Kabur barus gas menghablur menjadi padat
Kapur barus gas menghablur menjadi padat

Referensi:
Pengetahuan Alam SMP/MTs Klas 7. Teguh Sugiyarto dkk. Jakarta: Pusat Perbukuan Depdiknas. 2008. Gambar dari Google Images

Selasa, 09 Agustus 2011

Zat dan Wujudnya


A. Pengertian Zat
Semua benda yang terdapat di sekitar kita merupakan zat atau materi. Misalnya batu, air, atau balon berisi gas. Ketiga benda tersebut memiliki sifat yang sama, yaitu  menempati ruang. Jadi zat adalah sesuatu yang memiliki massa dan menempati ruang.


B. Macam-macam Wujud Zat

Contoh Zat Padat, Cair, dan Gas
Contoh Zat Padat, Cair, dan Gas

Zat dibedakan  menjadi tiga macam yaitu padat, cair, dan gas. Zat padat contohnya batu, zat cair contohnya air, zat gas contohnya udara.  Zat dapat mengalami perubahan wujud, yaitu perubahan keadaan suatu zat dari wujud padat ke cair atau sebaliknya, dari cair ke gas atau sebaliknya, dan dari gas ke padat atau sebaliknya.

Sifat zat padat, cair, dan gas


C. Macam-macam Perubahan Wujud Zat

Diagram Perubahan Wujud
Diagram Perubahan Wujud

1) Mencair adalah perubahan dari padat ke cair, contohnya es dipanaskan menjadi air.
2) Menguap adalah perubahan dari cair ke gas, contohnya air dipanaskan menjadi uap air. 
3) Menyublim adalah perubahan dari padat ke gas, contohnya kabur barus padat yang dibiarkan menjadi kapur barus gas.
4) Mengembun adalah perubahan dari gas ke cair, contoh pada malam hari uap air menjadi air yang menempel pada daun.
5) Membeku adalah perubahan dari cair ke padat, contohnya air didinginkan menjadi es.
6) Mengkristal adalah perubahan dari gas ke padat, contohnya gas kapur barus yang didinginkan menjadi kapur barus padat.

Dalam perubahan wujud ada yang memerlukan kalor dan ada yang melepaskan kalor. Perubahan wujud yang memerlukan kalor yaitu mencair, menguap dan menyublim. Perubahan wujud  yang melepaskan kalor yaitu menyublim, memebeku, dan mengembun.  


D. Partikel-partikel zat

Struktur Atom Zat Padat, Cair dan Gas
Struktur Atom Zat Padat, Cair dan Gas

Zat  tersusun atas partikel-partikel zat yang disebut atom. Beberapa atom bergabung membentuk sebuah molekul.  Molekul adalah bagian terkecil suatu zat yang masih memepunyai sifat zat itu. Molekul-molekul penyusun zat tersebut selalu bergerak.  Molekul  pada zat cair, padat dan gas memiliki sifat yang berbeda.

1) Zat padat: (a) letak molekul-molekulnya sangat berdekatan. (b) susunanya molekulnya teratur. (c) gerak molekulnya tidak bebas. (d) gaya tarik molekulnya sangat kuat.

2) Zat cair: (a) letak molekulnya berdekatan. (b) susunanya molekulnya tidak teratur. (c) gerak molekulnya lebih bebas. (d) gaya tarik antar molekulnya lemah.

3) Zat gas: (a) letak molekulnya berjauhan. (b) susunanya molekulnya tidak teratur. (c) gerak molekulnya sangat bebas sehingga dapat memenuhi ruangan. (d) gaya tarik molekulnya sangat lemah.


E. Adhesi dan kohesi
Gaya tarik menarik antar partikel dibedakan menjadi dua yaitu, adesi dan kohesi. Kohesi adalah gaya tarik menarik antara molekul-molekul sejenis. Adhesi adalah gaya tarik menarik antara molekul-molekul yang tidak sejenis.


F. Meniskus

Meniskus cembung dan cekung pada zat cair
Meniskus cekung dan cembung pada zat cair

Meniskus adalah keadaan permukaan zat cair pada tabung yang disebabkan oleh adanya  gaya kohesi atau adhesi partikel zat cair dan dinding kaca tabung.

(1) Meniskus cekung, terjadi jika gaya kohesi antar partikel zat cair  lebih kecil dari pada gaya adhesi antar partikel zat cair dengan dinding tabung.

(2) Meniskus cembung,  terjadi jika gaya kohesi antar partikel zat cair lebih besar dari pada gaya adhesi antar partikel zat cair dengan dinding tabung.


G.  Kapilaritas

Gejala Kapilaritas
Gejala Kapilaritas

Adanya adhesi dan kohesi dalam berbagai benda dapat  menimbulkan kapilaritas (gejala kapiler). Kapilaritas adalah peristiwa naik turunya permukaan zat cair dalam pipa atau saluran kapiler.


H. Massa jenis

Persamaan massa jenis

Massa jenis suatu zat adalah bilangan yang menyatakan zat itu tiap satuan volumenya .


PENYUSUN: ADIMAN BUDI H,  9 I, SMPN 1 ADIWERNA, 2011.

SUMBER :
Gambar dari Google Images. Teguh Sugiyarto, dkk. 2008. BSE IPA klas 7. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional. Wasis, dkk. 2008. BSE IPA klas 7. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional