Sabtu, 20 September 2014

Ilmuwan Pengembang Sistem Organisasi Kehidupan


Kita sebagai manusia patut bersyukur atas nikmat yang Tuhan berikan. Tak ada satupun yang Tuhan ciptakan secara sia-sia. Semua ciptaan Tuhan memiliki manfaat dan fungsi tertentu bagi kehidupan. Mari kita renungkan apa yang sudah Tuhan ciptakan kepada manusia. Organ-organ yang Tuhan ciptakan sangat sempurna. Tuhan meletakkan organ-organ tubuh manusia sesuai tempatnya sehingga tampak indah dan sempurna. Semua organ tubuh manusia terjalin dalam satu kesatuan tubuh.  Semua organ berfungsi, bergerak, dan bekerja sama sesuai dengan peranannya masing-masing. Mata berfungsi sebagai alat penglihatan, telinga berfungsi sebagai alat pendengaran. Bayangkan jika semua organ tidak mau bergerak sesuai dengan fungsinya, mata ingin jadi telinga, telinga ingin jadi mulut, kaki ingin jadi kepala. Tidak akan pernah bisa menjadi satu kesatuan, kecuali Tuhan Yang Maha Pencipta.

Organisme merupakan bagian hierarki struktur makhluk hidup yang membentuk organisasi kehidupan. Hierarki struktur ini disebut hierarki Biologi. Hierarki biologi terbentuk dari atom - molekul - organel sel – sel – jaringan – organ – istem organ – organisme – populasi – komunitas – ekosistem –biosfer.

Sel berada di tingkatan struktural terendah yang masih mampu menjalankan semua fungsi kehidupan. Sel mampu melakukan regulasi terhadap dirinya sendiri, memeroses energi, tumbuh dan berkembang, tanggap terhadap lingkungan, serta melakukan reproduksi. Kerja sama dan interaksi di antara sel-sel ini menyebabkan organisme dapat mempertahankan hidupnya. Sel-sel tersebut berkelompok yang mempunyai fungsi dan bentuknya sama. Kelompok sel itu disebut jaringan. Kumpulan dari beberapa macam jaringan yang berbeda dan membentuk satu kesatuan untuk melakukan fungsi tertentu disebut organ. Sistem organ merupakan bentuk kerja sama antarorgan untuk melakukan fungsinya.

Kita telah mempelajari tentang Sistem Kehidupan, tahukah kamu ilmuwan yang sudah berjasa untuk
pengembangan ilmu yang telah kita pelajari.

1. Robert Hooke (1635-1703)

Robert Hooke merupakan seorang kimiawan dan fisikawan yang melakukan riset dibidang optik dan geometri. Salah satu temuan pentingnya adalah mikroskop tetes, lensanya dibuat dari tetesan kaca pijar yang berbentuk cakram bikonkaf. Mikroskop buatan Hooke adalah penyempurnaan dari mikroskop Leuwenhook. Penemuan ini dipublikasikan dalam bentuk buku berisi cara pembuatan dan teknik penggunaan mikroskop yang diberi judul Micrographia. Melalui mikroskop buatannya ini Hooke dapat mengamati sel hewan dan sel tumbuhan. Sel pertama yang diamati adalah sel jaringan gabus pada tumbuhan. Hooke juga yang pertama kali menyebutkan kata sel dalam jurnal penelitiannya.

2. Theodore Schwann (1810-1882)

Theodore Schwann seorang ahli pengetahuan berkebangsaan Jerman, melaporkan bahwa tubuh hewan tersusun atas sel. Schwann kemudian mengusulkan dua azas yang dikenal dengan teori sel, yaitu: Semua organisme terdiri atas sel, dan sel merupakan unit dasar organisasi kehidupan.






3. Ibnu Sina (980-1037)

Jauh sebelum masa para ahli tersebut, seorang ilmuwan yang bernama Ibnu Sina telah mempelajari banyak hal tentang ilmu pengetahuan alam, di antaranya tentang fungsi organ tubuh.








4. Alexander Oparin (1894-1980)

Alexander Oparin merupakan ilmuwan sains dari bangsa barat yang terjun dalam bidang biologi. Oparin adalah orang pertama yang membuktikan bahwa sel muncul sebelum adanya gen atau protein.


Referensi:

Ilmu Pengetahuan Alam / Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.—Edisi Revisi. Jakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2014. Gambar dari Google Images

Rabu, 17 September 2014

Ilmuwan Pengembang Klasifikasi Makhluk Hidup

Ilmuwan yang mengadakan penelitian dan pengembangan klasifikasi organisme adalah:

1. Ibnu Al-Baytar (1190-1248)

Tahukah kamu, jauh sebelum Carollus Linnaeus (1707-1778) seorang ilmuwan Swedia yang meneliti tentang tata cara penamaan dan identifikasi organisme (Systema Naturae) yang menjadi dasar taksonomi modern, Ibn Al-Baytar (1190-1248), seorang farmakolog pada abad ke-13 telah lebih dulu mengklasifikasikan hewan. Selain itu, Al-Baytar juga ahli dalam bidang botani, dan obat-obatan. Kontribusi Al-Baytar tersebut merupakan hasil observasi, penelitian serta pengklasifikasian selama bertahun-tahun. Karyanya tersebut sangat mempengaruhi perkembangan ilmu botani dan kedokteran baik di Eropa maupun Asia. Meski karyanya yang lain yakni buku Al-Jami baru diterjemahkan dan dipublikasikan ke dalam bahasa asing, namun banyak ilmuwan telah lama mempelajari bahasan-bahasan dalam buku tersebut dan memanfaatkannya bagi kepentingan umat manusia.

2. Carollus Linnaeus (1707-1778)

Klasifikasi makhluk hidup adalah suatu cara mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan kesamaan ciri yang dimiliki. Tujuan umum klasifikasi makhluk hidup adalah mempermudah mengenali, membandingkan, dan mempelajari makhluk hidup.

Tujuan khusus dari klasifikasi makhluk hidup adalah seperti berikut:
1.      Mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan persamaan dan perbedaan ciri-ciri yang dimiliki
2.      Mendeskripsikan ciri-ciri suatu jenis makhluk hidup
3.      Mengetahui hubungan kekerabatan antar - makhluk hidup
4.      Memberi nama makhluk hidup yang belum diketahui namanya



Berikut ini adalah dasar-dasar klasifikasi makhluk hidup.
1.      Klasifikasi makhluk hidup berdasarkan persamaan dan perbedaan yang dimilikinya.
2.      Klasifikasi makhluk hidup berdasarkan ciri bentuk tubuh (morfologi) dan alat dalam tubuh (anatomi).
3.      Klasifikasi makhluk hidup berdasarkan manfaat, ukuran, tempat hidup, dan cara hidupnya.
Takson merupakan urutan klasifikasi makhluk hidup, mulai dari yang tertinggi hingga yang terendah, yaitu Kingdom (dunia), phyllum (untuk hewan) atau divisio (untuk tumbuhan), Class (kelas), ordo (bangsa), family (suku), genus (marga), dan species (jenis).

Kunci determinasi merupakan kunci yang dipergunakan untuk menentukan filum atau divisi, kelas, ordo, famili, genus, atau spesies. Dasar yang dipergunakan adalah identifikasi dari makhluk hidup dengan menggunakan kunci dikotom

Klasifikasi makhluk hidup menurut Linnaeus berdasarkan atas persamaan dan perbedaan struktur tubuh makhluk hidup yang dilakukan dengan cara-cara berikut:
1.      Mengamati dan meneliti makhluk hidup, yaitu persamaan ciri struktur tubuh luar maupun ciri struktur tubuh dalam dari berbagai jenis makhluk hidup.
2.      Jika ada makhluk hidup yang memiliki ciri struktur tubuh sama atau mirip dijadikan satu kelompok. Makhluk hidup yang memiliki ciri yang berlainan dikelompokkan tersendiri.
3.      Memberikan istilah tertentu untuk setiap tingkatan klasifikasi yang berdasarkan banyak sedikitnya persamaan ciri pada setiap jenis makhluk hidup yang dikelompokkan.

klasifikasi yang digunakan oleh Linnaeus adalah sebagai berikut:
1.      Kingdom/regnum: dunia/kerajaan
2.      Filum/divisio: bagian/keluarga besar, filum untuk hewan dan divisio untuk tumbuhan.
3.      Classis: kelas
4.      Ordo  : bangsa
5.      Familia  : suku
6.      Genus  : marga
7.      Species  : Jenis

Carolus Linnaeus menggunakan sistem klasifikasi  makhluk hidup  yang disebut dengan Sistem Binomial Nomenklatur (Sistem nama ganda). Aturan-aturan dalam Sistem Binomial Nomenklatur adalah sebagai berikut:
1.      Nama species terdiri atas dua kata. Kata pertama adalah nama genus dan kata kedua adalah penunjuk spesies. 
2.      Kata pertama diawali dengan huruf besar dan kata kedua dengan huruf  kecil.
3.      Menggunakan bahasa Latin atau ilmiah atau bahasa yang dilatinkan, yaitu dengan dicetak miring atau digarisbawahi.

Contoh: Nama ilmiah jagung adalah Zea mays atau dapat pula ditulis Zea mays.  Hal ini menunjukkan nama genus = Zea dan nama petunjuk species = mays

Contoh Klasifikasi  Tumbuhan
1.      Kingdom          : Plantae
2.      Divisio             : Spermatophyta
3.      Classis              : Monocotyledoneae
4.      Ordo                 : Graminales
5.      Familia             : Gramineae
6.      Genus               : Zea
7.      Species             : Zea mays (Tumbuhan Jagung)

Contoh Klasifikasi  Hewan
1.      Kingdom          : Animalia
2.      Phylum            : Chordata
3.      Classis             : Mammalia
4.      Ordo                : Carnivora
5.      Familia            : Canidae
6.      Genus               : Canis
7.      Spesies             : Canis familiaris (anjing)

Referensi:
Ilmu Pengetahuan Alam / Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.—Edisi Revisi. Jakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2014.
Gambar dari Google Images